Category Archives: Jati Diri

Project TriMan yang Gagal :(

lesuBerdasarkan postingan gue yang udah agak lama waktu itu, berkaitan dengan judul Ganbatte in Tri Man, kali ini gue sebagai pribadi yang sembrono dan gak tau bagaimana cara menyampaikan semua ini (hiks) mau cerita tentang sepak terbang (suiiiiir) projek yang sejauh ini gue dewa-dewakan. seperti yang udah gue ketahui sejauh ini dan gue yakini sepenuh hati dengan kadar percaya diri yang tinggi tanpa melewati satu titik semu satupun bahkan sampai tidak sampai membiarkan unek-unek membanjiri diri yang dzolim ini. segala sesuatu, perencanaan dan kesan pribadi sudah gue campur adukkan menjadi satu bersamaan dengan keinginan, imajinasi dan logika, kolaborasi yang indah ini terlihat sangat tersusun rapi tanpa ada yang menandingi, semuanya sejalan dengan pikiran walau kadang tubuh ini tak mampu diajak toleransi, entah kenapa padahal umur yang gue punya masih di sekitaran 22 tahun, tapi bahkan untuk begadang 3 hari 3 malam badan ga bisa diajak kompromi, beberapa penderitaan pernah dilewati mulai dari rasa mual yang ternyata dua harian penuh ga beranjak kemanapun (kecuali untuk buang kotoran manusia yang) lupa makan, sial!!. kadang juga karna kepala masih asik asiknya mikir tapi badan udah sempoyongan dan harus sejenak berbenah dan full rest sampe kebawa sakit, meriang, merindukan kelonan dan kasih sayang jarak jauh (opss). semua itu hanya bisa gue lakukan untuk projek ini.

dalam dekade tiga bulan yang terhitung dari bulan februari waktu itu ternyata gue memang membutuhkan waktu lebih untuk ke tahap finishing dalam pengembangan game yang menurut gue akan menjadi fenomenal sekali dalam sejarah hidup gue (ya jelas, nyawa dan pikiran gue tumpah ambrukkan semuanya disitu), masih ada tahap testing dan implementasi yang tidak boleh luput karena menyangkut nama baik gue. pada dasarnya, projek yang gue buat seharusnya memang harus di backup DAN ITU UDAH GUE LAKUIN!!!!. namun apa yang terjadi? virus sejenis malware tiba-tiba menyerang komputer yang sejauh ini menemani langkah gue untuk mendevelop suatu game yang menghabiskan banyak waktu gue, virus ngeselin yang gue sangat sebel ama sesuatu itu hingga tak dapat berkutik didepannya, bukan karna cinta, namun rasa pedih yang amat teramat terasa hingga melumpuhkan perasaan dan menciptakan dendam teramat yang tak mungkin bisa dibalaskan, sebuah kebencian emosional yang tinggi datang ketika gue sebagai korban juga menjadi saksi bisu dalam adegan pengorbanan dari ritual suci (kampreeet) ini. gue lihat cpu komputer gue mulai panas dan kipasnya makin kenceng ga tau kenapa, bau gosong mulai agak terasa bersamaan dengan peniknya gue, sugesti dan rasa takut bermunculan satu persatu yang pada akhirnya gue harus rela membunuh didepannya, memetikan tombol power CPU gue seperti yang biasanya gue lakuin ke Laptop ato Komputer temen gue kalo tiba-tiba ngehang. tapi ini beda! komputer gue ga ngeheng tapi bergerak dan running program sendiri, sampe memori penuh, kapasitas hardisk dibagian sistem bertambah cepat dan kenceng. setelah gue matiin gue berharap musibah ini menjadi netral kembali. tapi apa? itu semua memang sudah menjadi catatan fenomenal terberat buat gue, maksud gue karna projek penting gue ada disitu makanya gue merasa rada kayak inspektur yang awalnya detektif gokil di kepolisian gunma (heebokebeuh, kona~en, konang hehe), ya tuhaaan, kenapa ini? dan ternyata komputer gue masih sakaw seperti sebelumnya, dan ini malau auto run aplikasi dengan mode adminstrator. taukah kalian bagaimana rasanya kalo run aplikasi menggunakan administrator dalam sistem operasi microsoft windows diatas windows XP? yups, dominasi blank! sulit diabaikan toh meskipun pake Alt+TAB (karena banyak dan terus bertambah), skip skip skip akhirnya dengan berat hati gue reinstall komputer gue. setelah di install gue upgrade anti virus (defender) dan langsung full scan selama lebih dari satu hari, tanpa babibu langsung gue remove semua tempat persembunyain virus di deep area kayak diregistry padahal gue tahu registry pasti bersih karna abis di install ulang (tapi buat jaga jaga apa salahnya, scanning kan lama, mending sekalian dilebih lamain karna gue pake full scan). kelar dah kelar!!

 belum sampai disitu, cerita gue masih berlanjut. Setelah akhirnya lega dengan pembasmian secara buta virus virus dan komputer udah gue bersihin dan gue lepas juga akhirnya itu GTA 5 yang padahal gue senening (tapi ada trojannya emang broooh, maklum gapunya duit banyak dan cuma bisa pake versi tani hiks). adalagi musibah kedua yang ga kalah hebohnya, salah satu projek TriMan gue berbasis WEB (Social Media) dan juga Aplikasi game Client Server yang DeannSetiia Land (ada backup dari aplikasi game gue juga disitu) ilang ludes tanpa harapan untuk kembali bersamaan dengan kasus hilangnya laptop kesayangan yang gue beli melalui hutang senilai 5 juta (waktu itu gue pake buat beli perabotan dan laptop, jadi harga laptop bukan 5 juta qiqiqi) yang sampai sekarang masih belum terbayarkan itu hutang (Anjriit, parah!), lagi-lagi gue mengalami musibah rumit yang ga bisa gue sikapi dengan tabah dan tawakkal, hanya bersikap pura-pura iklas ajalah meski badan ini rasanya terbakar padahal masih baru gue ngerasain bagaimana rasanya terdzolimi oleh virus yang kelakuannya ga bisa ditolerir dan tidak berperikemanusiaan, huftttt. meski bukan gue aja yang keilangan, tapi hape orang tua gue juga (anehnya cuma laptop ama hapeyang diambil, charger yang jelas-jelas ketancep buat di charge malah kaga. haha ketauan yang nyolong pasti bukan butuh laptop tpi butuh duit buat diserahin kepihak ketiga dengan kata lain BAKAL DIJUAL qiqiqi). udahlah, itu semua kayak kerjaan virus, hanya sesuatu yang tak bermoral dan tak beretika yang kalo gue ladenin gue juga ga bisa tahu objek yang pasti dan gabisa melempar semua masalah ini dengan mengganggu ketenangan orang lain, akhirnya gue pura-pura move on dan melepas masalah itu meski gue sering curhat kalo 2 dari 3 projek di TriMan gue ludes ada disitu, gue sih bukan sayang laptopnya, tapi data penting yang sulit untuk kembali menjadikan gue merasa tidak berarti di dunia ini  :(

Barulah, saat-saat mencengangkan tiba, beberapa minggu yang lalu pas gue mau ke jogja dan mulai mempersiapkan berkas yang akan dikumpulkan untuk yudisium itu, gue kembali melihat komputer gue karna salahsatu projek TriMan gue memang sekalian gue jadiin skripsi biar nelitinya jadi satu. dan ternyata oh ternyata, file projek gue ternyata kena inpeksi virus juga waktu itu, filenya emang kaga ilang, tapi ternyata setelah gue selidiki, file projek, lagu dan dokumen gue entah kenapa bertambah ekstensinya ke *.bin dan setelah gue kembaliin secara manual semua file itu korup dan rusak!!! inilah penderitaan terbesar maksud gue, udah pertama komputer gue, parahnya juga backupnya gue taro dilaptop dan sekarang udah ilang berarti fix itu ketiga projek besar gue yang gue buat sepenuh hati dalam mode TriMan hancur ludes dan menjadikan gue sakit dan masih nyesek berasa sampe sekarang.

apes gue apes, sial padahal gue udah beli banyak konsol numerik yang udah siap gue edarin tinggal nunggu testing jadi, lah ini meski testing bakal gue laksanain tapi kalo ada sedikit bug trus gue perbaikin data pake apa? harus dari setengah backup yang pernah gue cadangin versi online beberapa bulan lalu, jadi mungkin masih ada sekitar 35% dari project gue yang ilang (itupun di salah satu dari tiga projek yang berarti 35% dari 35% projek gue yakni total pencapaian gue reset kembali sekitar 10%-11% dan itu harus gue kembangin lagi tanpa buku dokumentasi karna gue kerjain sendirian dan bener-bener full stack), beberapa bulan lagi mau tahun baru, aturan udah gue mau keluarin pas tahun bari akhirnya ketunda lagi dan karna gue sendiri punya projek lain juga -_-

From Logika to San Ma

Membawa suatu rasa yang gundah, menutupi taring dan kebusukan dengan kegiatan yang meresap, merayap, melebar dan menyerap keseluruh sendi aktifitas, membalikkan waktu dan tempat secara signifikan dan merubah jati diri dan karakter hingga melampaui apa yang seharusnya akan dijangkau lebih awal. Pijakan, meronta, bernafas, terdiam mengikuti arus waktu dengan membawa sejumlah gagasan yang muncul secara tiba-tiba. Mengeluh, merasakan sesuatu yang mengalir dan menyakitkan, menyerbukkan jiwa, memendam hati dan perasaan, menggigit dan menekan semua rasa. Terkoyah, dianiyaya dan semua rasa sesak terasa sakit melebihi apapun.

Jangan buat konflik  merambas menyeruak diri, mengelabuhi mimpi dan angan-angan tinggi akan suatu tujuan. kontras! tak terbayangkan dapat memanipulasi waktu, ini mungkin bisa menjadi kebiasaan yang sia-sia jika gue berhenti begitu saja. Lelah rasanya berpikir, lelah rasanya berimajinasi, ingin rasanya gue terhempas tidur dan tak ada yang bisa membangunkan gue untuk waktu yang sangat panjang, entah bahkan mungkin tidak berharap untuk bangun lagi. Bermimpi, berusaha mengingat apa yang menjadi taruhan hidup dan melontarkan angan-angan itu menjauh. Kaga! gue bahkan pengen hidup lebih lama lagi, terjaga dalam insidensial ruang dan keterbatasan waktu. membayangkan apa jadinya bila argumen dan eksperimen ini tidak sempurna? tak berhasil? tak menghasilkan? bahkan tidak dapat membuat gue tersenyum indah merekah. Gue berjalan terlalu jauh melewati kebiasaan dan ketergantungan lingkungan. 

Rasa malu ketika mengingat banyak waktu yang udah gue buang. menginjak usia yang melebihi masa-masa senang, hiburan dan malas-malasan. waktu begitu saja berjalan tanpa pernah menoleh ke arah gue. membiarkan peristiwa terjadi, tanpa menegur dan mengingatkan akan banyak hal yang gue abaikan saja berlalu. 

Animasi dan ilusi yang dapat dipertahankan dan dipertanggung jawabkan melalui dasar dan logika adalah hukum mutlak yang tak bisa diabaikan. kehadiran banyak teknologi yang berasal dari paham absurd tak dapat dipungkiri, mimpi dan logika bertahan bersatu menjadi suatu kolaborasi yang merubah abad dan era gue berada, zaman terasa berubah. tak ada lagi rujukan masa lalu yang dapat diambil. membuang dan mengganti segala hal menjadi apa yang sudah diberikan dimasa kini.

Gue, merupakan salahsatu dari sebagian banyak orang yang ingin berperan dalam pergantian zaman. yang tidak mengikuti arus era namun menjadi salah satu kontributor untuk era. apa artinya itu semua jika gue tak dapat mempertahankan hal itu?

Mempertahankan logika, mempertahnakan berapa banyak hal yang tidak dapat dilihat oleh orang sekitar, sang pengambil manfaat dan penghisap serbuk sari tak dapat menyadari akan apa artinya berusaha. menopang tindih pada kegiatan dan kepala orang lain dengan banyak keluhan. seharusnya gue adalah satu orang yang akan mengeluh akan hal itu! tidak, bukan itu maksudnya. mungkin lebih menyakitkan jika tidak diungkapkan.

Sempat gue berkata bahwa kepala ini mampu berpikir dan berlogika. namun pada dasarnya, dalam barisan ruang dan waktu, logika tidak akan sempurna jika tak disejajarkan dengan kalkulasi yang tepat. memperhitungkan waktu, keadaan, berat, momentum, segi, kecenderungan, sifat, dan semua hal berbasis pixel merupakan misteri yang menyakitkan dan sukar untuk dipecahkan sendiri. tidak seperti orang disekitar gue. Jika gue yang memiliki masalah dengan tangan dan kepala ini. kepada siapa gue harus bertanya? kemana gue bisa melepas rasa ingin tahu menjadi perasaan yang lega bahkan untuk beberapa saat? gue ga bisa menemukannya. gue selalu saja terjebak dengan logika sendiri dan ego tertekan sampai banyak rasa yang menyakitkan sulit dikiaskan.

Inisial PK

Lelahnya. Antara kebijakan, kebajikan dan kebijaksanaan terkadang untaian tersebut tak dapat gue satukan menjadi satu paket dalam diri gue. Ada saatnya dimana gue akan menilai sesuatu yang terlibat dengan diri gue adalah keburukan yang sangat benci gue amati. Setidaknya tak peduli berapa lama waktu berubah, gue tetap memiliki integritas yang sama, menjadi satu yang membenci kekurangan dan kebohongan.

Manusia menikmati dan menjalani segala aturan dan nikmat dari tuhannya, tak berpikir bagaimana sirkulasi ini tetap ada. karakter dimulai dari suatu kebiasaan yang dibangun tapi sekarang? sok terkadang seperti media-lah yang bisa membangun kepribadian orang. apa yang terjadi dengan sekitar gue? Pernah gue menyimpulkan bahwa kelabilan diri bukan terkait dengan berapa lama waktu hidup dia terhitung, bagaimana lingkungan menciptakan dan bukan kemauan yang dibuat. Media, sesuatu yang abstrak, kasat mata dan tak tersentuh dapat membentuknya . Apapun yang diketahui manusia saat ini tak lain mempengaruhi dari sifat media itu mencangkoknya. Dimana kedudukan guru? apa gunanya pengalaman? keegoisan ini dapat menghapus semua citra yang sebenarnya menjadi acuan dasar. toh tak dapat dimengerti sekalipun gue ingin mencobanya.

Ada lagi, PK adalah singkatan umum yang sering terdengar di suatu halaqah kecil / besar. PK berarti Pahlawan Kesiangan adalah seseorang yang kemungkinan besar tak memiliki ikatan tentang sesuatu yang terjadi, namun merasa memiliki wewenang untuk memberikan sesuatu / informasi yang sebenarnya tidak berarti untuknya. menyebarkan kabar, informasi, data atau bahkan sesuatu yang tak seharusnya dilakukan. entah apapun landasannya namun title ini adalah sesuatu yang sangat dibenci oleh Keterkaitan atau yang menciptakan sesuatu berkaitan. Dari semua yang ada dimata ini, PK adalah identitas yang sering gue lihat secara real atau maya. layaknya orang yang comel dan suka pamer apapun yang bukan berasal dari dirinya, yang sebetulnya tak ada manfaat bagi dirinya, yah setidanya mungkin ia memiliki suatu kebanggaan tersendiri atau menjadi hebat sendiri karena dia memiliki jangkauan / hak akses yang orang tidak miliki. Apa itu penting? Kaga!! Taukah bagaimana rasanya memiliki teman tapi musuh? Jika ungkapan ini gue terjemahkan dalam kehidupan sehari-hari mungkin itulah contoh yang tepat. Sangat baik didepan kita namun ketika dibelakang dia mengobrak-abrik apapun yang kita miliki termasuk Jati Diri dan Integritas. Apa keuntungannya? Mungkin hanya kata tenar dan Sok Hebat.

Sama seperti data atau informasi, semua itu hanyalah permainan ego dan sifat manusia yang menindikasi bahwa iblis menjamin kelemahan manusia berasal dari hati. goyah dan selalu mengikuti apa kata media yang ada. Apa yang kalian maksud dengan iluminasi? apakah iluminasi adalah suatu simbol yang diceritakan media? apakah hanya dengan sebatas itu kalian akan berkata bahwa seseorang menjadi sesat? ketegaran hati yang menentukan. setiap orang memiliki kesimpulan tersendiri, bahkan sebenarnya kata-kata itu tak akan muncul tanpa adanya media yang memberitahu. Trus apakah jati diri, ungkapan, atau berpura-pura memiliki Jati diri yang padahal hanya meniru dari media yang dibaca / dilihatnya adalah sebagian dari jati diri sesungguhnya? bakat yang tersembunyi? Itu semua salah! itulah letak dimana iluminasi yang sempurna. secara tidak sadar, kalianlah yang terjerumus pada media itu. Merasa benar karna menyimpulkan sesuatu yang diketahui padahal itu semua berasal dari ajaran media itu sendiri. Media mempermainkan kita dan bahkan Inisial PK ini juga sangat mungkin ada karena media itu sendiri.

Terlalu pintar untuk menyimpulkan bahwa sesuatu yang didepannya adalah kebaikan atau yang buruk, hidup ini tak semudah seperti menuliskan suatu catatan hati seperti postingan yang gue buat ini. Ini bahkan seperti suatu perjalanan manusia yang tak berpikir sebelum melangkah, bak berjalan ditengah hutan sambil bercerita ria dengan orang sebelahnya, tak menyadari bahwa sudah berapa mil-kah dia berjalan. Satu dari kebohongan yang mulai diciptakan, kegemaran yang berubah-ubah dan sifat yang cenderung dibekali Ego yang sukar diakui. Akuilah bahwa itu bukan anda seutuhnya. kalian adalah bagiamana anda berfikir, Refrensi memanglah acuan namun bukan berarti itu adalah Kitab Suci yang anda sendiri dapat menyalinnya menjadi diri anda. butuh ketajaman berpikir sebelum memulai langkah itu. Setidaknya berusahalah memilih jalan sendiri dan tak memiliki ketergantungan dengan sesuatu yang terdapat disekitar. Muak rasanya hati ini, hidup kalian bukanlah cerita orang yang dibagikan, itu adalah kesemenakan yang tak bisa diakui dari hati masing-masing :/

TX

Salam histeris semua, melewati masa-masa rumit dalam perjalanan gue bersama kepala dan logika, menempuh banyak nuansa kebencian yang mulai bermunculan tanpa duga dan rekayasa, menelantarkan banyak rasa yang sudah gue buat dengan susah payah. pada saat ini, dengan rasa yang tidak biasa, suntuk benci dan ingin punah, gue sebagai satu orang yang sukar untuk melepas penat dengan menghilang dari keramaian ini akan memberikan hasil dai keluhan gue saat ini. suatu proyek yang menyita umur gue, bukan karna projek yang gue dirikan bersama teman-teman satu aliansi, namun untuk menyambut pembangunan projek dari orang dan sekutu lain, sakit. seperti masa-masa sebelumnya, jujur gue merasa pedih dalam jiwa, dengan ketidak mengertian gue terhadap keterbiasaan orang yang selalu merasa ingin ditolong, yang tidak memiliki aturan hidup dan etika untuk berpikir sendiri dengan kemampuannya, memilih untuk mengandalkan orang lain dan mengorbankan waktu orang lain juga hanya demi kepentingannya, seraya berkata bahwa ga bisa. ga bisa, belum bisa memang itulah tabiat manusia pada umumnya, namun kenapa gak ada usaha yang dibawa agar setidaknya menambahkan pengetahuannya, berlandaskan omong kosong yang justru menyakitkan gue sebagai orang yang awalnya rela dan ikhlas membantu. Bagaimanapun itu, gue adalah manusia yang memiliki batasan, yang juga bisa merasa penat ketika kepala ini dijadikan mesin untuk kepentingan orang lain dan bukan gue semata. Gue juga ingin menikmati sedikit resting dari pada berpikir, menghirup udara segar bebas yang sama, dan merasakan bagaimana rasanya indah dan lepas dari beban. gue bukan kabur! ini terjadi ketika gue merasa gue selalu terbebani.

Setianya, gue hanya ingin bagaimana rasa menghargai itu ada, gue ingin memiliki batasan atau privasi yang ga ada satupun orang lain yang mengganggu gue, itu aja

Refulotus

xberbisik, sendu, halus, menyapa setiap inci kelakuan dan tindakan yang sukar dimengerti. menghapus rasa dan membuangnya pergi hingga saraf ini tak lagi dapat merasa. rasa kaku, terhempas begitu saja, merayap dan mengalir dengan rasa hangat yang terasa disekujur tubuh ini. grogi, takut, malu dan semua rasa itu tiba-tiba membuat suatu kolaborasi yang paling menjengkelkan yang kelak gue akan merasakannya kembali. untuk itu,  sebelum tak ada yang dapat menghentikan arus ombak yang akan menerjang gue seorang diri, gue harus mempersiapkan tindakan pencegahan atau serangan balik akan hal itu.

Hidup dilingkungan manusia yang gue sebagai satu predikat yang tak terlihat oleh lingkungan, menjadi sesuatu yang sensitif dan suka menyendiri. bukan, menyendiri adalah bukan hobi gue, itu adalah alternatif dimana gue benci akan keramaian.

lagi-lagi ini menyangkut kepribadian dan integritas diri, ada sebuah fenomena yang gue lihat dengan mata kepala ini tentang sesuatu yang membuat geli dan ingin segera menendangnya jauh dan tak ada lagi, adalah saat ketika gue menyadari akan ketergantungan seseorang dengan apa yang dilakukannya. menurut gue sendiri, ketika gue tidak menyukai satu hal dalam koridor pembelajaran atau kehidupan, gue gak akan mau menyentuh dan menyelaminya lebih dalam lagi, benci rasanya ketika gue menipu diri sendiri dengan menggunakannya sebagai acuan, ya untuk beberapa saat gue mungkin mengikutinya, namun itu tidak akan jauh lebih kepada hal bahwa gue hanya mengantarkannya pada kebinasaan, toh untuk apa gue menipu diri dengan membawa kebodohan gue untuk dipertontonkan orang karena bagi gue sendiri, pertanggung jawaban adalah hal terberat bagi gue karna itu akan selalu menyertai mental dan keberadaan diri yang dipertanyakan.

Melihatnya sendiri, menyaksikan dengan penuh geram, seseorang yang kosong, yang selalu bergantung pada orang akan suatu hal seraya berkata ingin mengakhiri dan melampauinya, seseorang yang bukan hanya mengandalkan, namun memperalat perasaan orang lain hanya karena tidak ingin terlewat meski itu bukan berasal dari usaha dan kepalanya sendiri. merasa sok tau dan selalu mengumbar perkataan yang diduplikasi dari apa yang dia dengar melalui media dan orang tanpa mengetahui kebenaran dibalik semua itu. selalu mengiyakan dan mempertegas uraian orang lain seakan-akan itu adalah hak paten dan mutlak berasal dari orang tersebut. benci! benci ketika gue melihatnya dengan memamerkan kesombongan yang tidak ada artinya.

Ya, dia memang menang dalam pertarungan dunia nyatanya, dibanding gue yang tak bisa berdiri tegak ditengah kerumunan orang, tak jarang banyak sekali orang yang berpostur seperti itu disekitar gue, orang yang tak bisa diandalkan dan tidak memiliki integritas yang tidak dapat dimusnahkan meski oleh takdir.

Mungkin, uraian ini hanya akan dirasakan oleh orang yang selalu disengsarakan oleh keinginan nasib dan produk keterbatasan, yang lebih banyak merasakan bagaimana hidup sangat berat hingga terkadang gue sering menangis dalam sembunyi yang samar oleh aktivitas gue.

Koding VS Grafis

main2Meski dilihat dari judul kesannya adalah membandingkan dua makna, namun pada postingan kali ini tujuan gue adalah agar orang lain dapat memahami dan mengerti perasaan dari para pekerja dalam bidang seperti ini.

entah bagaimana menjelaskannya, sebenarnya gue merasa sangat tertekan dengan apa yang ada di lingkungan gue. bukan maksud gue ingin memisahkan diri dari lingkungan, namun tingkat rasa menghargai biasanya lebih diiyakan oleh lingkungan gue ketimbang gue sendiri, dan yang gue rasa adalah gue sendiri yang merasa berat akan hal ini. gue harap gak ada yang merespon postingan gue kali ini karna ini adalah curahat hati gue tentang apa yang gue rasa, dan mohon untuk mengerti dan jangan mempertanyakan atau membahasnya karena gue udah bilang tadi gue sendiri memiliki masalah dalam menjelaskannya.

Menurut gue, orang-orang yang terlibat dengan kehidupan gue semuanya pada minta dihargai dan itu semua meminta dengan tanpa melihat keadaan gue yang sebenarnya minta jauh lebih dihargai melebihi mereka. untuk bahasan pertama dari judul gue akan banyak bercerita tentang pengalaman gue yang lumayan lama bergelut dalam bidang koding.

Koding adalah aktivitas terumit dalam pembangunan suatu project terutama yang ada sangkut pautnya dengan tenaga komputerisasi. kenapa tidak? orang yang berkecimpung dalam hal ini biasanya sangat sensitif dan memiliki paham yang bermacam sesuai dengan logika ketajaman logika yang mereka miliki. banyak yang bilang koding adalah hal rumit dan susah, dan gue mengakuinya. koding adalah pekerjaan yang membutuhkan fokus dan konsentrasi tinggi, kecepatan berpikir dan logika yang tajam. itulah mengapa ketika orang yang tidak dapat bersosial seperti gue sangat cocok dengan pekerjaan seperti ini. 

menurut gue, koding adalah bagaimana cara orang merumuskan suatu inovasi apa yang ada dikepalanya, dengan garis tebal inovasi dan apa yang dipikirkannya itu tidak terlalu jauh dan dapat dipertanggung jawaban melalui logika. kemudian inovasi tersebut bukan hanya sepintas ada bagaimana bermula dan nanti akhirnya bagaimana dan ada apanya, namun seluk beluk jalan, kondisi dan sifat yang akan dilalui dari awal hingga akhirpun dipikirkannya. selain itu juga ingatan diperlukan, dan yang menunjang akan terjadinya kualitas yang bagus adalah lingkungan, biasanya sunyi adalah nuansa yang sangat dibutuhkan. selain itu pikiran dan kesunyian itu juga harus diimbangi dengan kosakata sintaks yang harus disalurkan agar komputer dapat menjalankannya, jadi sebenarnya luar biasa repot dan memberatkan. tapi layaknya orang yang suka mendaki gunung, udah tau ribet nyusahin dan mengorbankan perasaan tapi banyak orang yang ingin terjun kedalamnya.

Trus apa yang hubungannya dengan respect dan menghargai? ini dia, ketika programmer yang bikin koding ini melakukan kegiatannya, ketika ada sesuatu yang mengganggu akan membuatnya terluka, ya meski hanya pertanyaan singkat, omongan ringan dan apalah itu karena pekerjaan itu benar-benar membutuhkan daya konsentrasi maksimal. sulit untuk membuat siapapun mengerti bagaimana rasanya ketika melakukan hal ini, namun contohnya aja kalian adalah penulis cerpen, ketika anda memiliki ide dan penggalan momen, itu masih anda tuliskan dikertas atau ditempat yang sekiranya anda akan meningatnya. dan ketika anda ingin membuatnya, ketika anda sudah siap dengan memikirkan awal mula, sifat dan kondisi hingga akhir cerita, tiba-tiba ada yang mengganggu pikiran anda, seperti misal ada yang bertanya, ada yang minta usulan, pendapat bahkan apapun itu. bagaimana perasaan anda? apakah anda bisa fokus? apakah kualitas yang anda fikirkan tidak tergoyahkan? ya itu juga pasti dirasakan oleh orang yang berkecimpung dalam hal koding, itu akan menjadi rujukan kuat kenapa konsentrasi dibutuhkan. yaa meski kebanyakan banyak yang enggak mempermasalahkan hal tersebut, sebagianyang berkecimpung dalam hal koding biasanya lebih dari satu dan mereka membuat suatu forum nyata, menurut beberapa orang tidak ada masalah karena mereka bisa bertanya keteman yang satu forum dengan mereka. Ingat! ketika koding biasanya hanya dilihat oleh sebagian orang dari sintaks yang diketikkan dan tidak lagi dengan konsep, fokus dan konsentrasi, tadi juga gue udah bilang tentang kecepatan berpikir. Teknologi berkembang sangat pesat, bahkan disetiap satu detiknya inovasi tentang teknologi bermunculan, itulah mengapa ketika programmer yang menjeda inovasinya yang belum selesai satu bait hanya karena lingkungan berarti dia itu bodoh!! dia mau tertinggal dalam penyelesaian logikanya hanya karena lingkungan, jadi lebih baik berikan waktu sejenak untuk programmer untuk menyelesaikan satu baitnya, sebagai contoh misal anda membuat puisi, orang kebanyakan gak melihat anda membuat puisi dari kondisi anda, apa yang anda pikirkan dan bagaimana anda menerjemahkan lingkungan anda, dan ketika anda baru membuat 3 dari 4 baris dalam satu bait puisi anda yang sebenarnya empat baris dalam satu bait itu saling bersinambungan, apakah anda akan jeda dan membiarkan lingkungan anda mengganggu anda? anda bodoh!! seharusnya anda selesaikan 4 baris itu karena setelah baris keempat, anda akan dihadapkan dengan bait baru yang anda bisa membuatnya tanpa berhubungan dengan 3 baris sebelumnya. 

memang ada beberapa programmer yang butuh saran dari programer lain, minta bantuan atau sejenisnya, namun yang meminta seharusnya sadar diri, kenapa tidak menunggu sejenak karena yang diminta adalah tipe pekerja keras, bukan orang yang tidak mau berusaha sendiri dan mengandalkan orang lain dan mengeluh ketika responnya lama. kenapa? itulah sifat egois dari manusia, mementingkan apa yang dikerjakan ketimbang yang orang lain kerjakan. haus dengan bagaimana apa yang diharapkan terwujud ketimbang mengetahui bagaimana keinginan orang lain itu. 

Selain itu grafis, biasanya untuk standar orang yang tidak tau bagaimana mesin itu bekerja, mereka hanya mampu melihat karya orang lain berdasarkan interfacenya saja, tidak menutup kemungkinan meski sudah dilihat biasanya banyak komentar atau masukan yang tidak bermutu seperti membandingkan hasil usaha orang lain dengan apa yang dilihat dengan tanpa mendukung dengan maksud memberi masukan yang masuk akal, dan dapat dimengerti. biasanya juga banyak para manusia yang TIDAK BISA MENGHASILKAN KARYA yang terus berceloteh ria tentang karya orang dengan membanding-bandingkannya dengan yang paling bagus yang pernah dilihatnya. tanpa berpikir dua kalii bahwa sebenarnya itu adalah penghinaan lahir dan batin. 

berbeda dengan koding, buat buat orang yang berkecimpung dalam hal koding dan tidak mampu berinovasi dengan dunia kodingnya, mereka dapat melakukan tindakan copy paste dengan target penyelesaian bisa kurang dari satu menit. namun grafis? grafis termasuk dalam hal multimedia, interface yang diutamakan menggunakan bahan dasar teks, gambar, audia dan gambar gerak ini bekerja dengan imajinasi yang tinggi dan dapat diimplementasikan dengan syarat dikerjakan dengan banyak kali, gak mungkin orang yang ngerjain desain seperti ini bisa langsung bisa bagus hanya dengan sekali dia menggunakan, kalo pengen bagus ya dia harus berlatih menggunakannya agar imajinasinya terus diasah dan dikembangkan. dan kekuatan terbesar selain imajinasi adalah ketika orang yang berkecimpung dalam dunia tampilan ini malas mengerjakannya, maka tidak akan pernah ada hasil yang dibuat, karena kalo mengandalkan copy paste, ciri khas dan nuansa feel orang gak akan dapet karena orang memiliki warna yang berbeda.

Sensible but Invisible

mataHidup adalah kejenuhan, jenuh ketika gue merasa bahwa ada seseorang yang tidak memiliki tujuan dan hanya mengambil apa yang disukai untuk dikerjakan. Hidup adalah menyedihkan, sedih ketika gue gak mengerti tentang jalan pikir orang yang gak bisa mengerti akan bagaimana caranya menghargai. Pendapat atau masukan, apa yang dikatakan sukar untuk gue terima karena yang terlintas dari mereka adalah membandingkan apa yang dia lihat dengan apa yang sudah diupayakan. gak peduli bagaimana usaha itu dijalankan, mereka sebagai manusia bodoh yang tak memiliki etika dan aturan hanya bisa memikirkan bagaimana memanfaatkan kepentingan orang hanya untuk formalitas sementaranya.

Entah sampai kapan hal ini berlanjut, yang jelas sadar tidak sadar bahwa dari lubuk hati yang paling dalam ini, risih dapat gue rasakan kala itu. waktu berputar, bersama dengan bumi dengan logika sumbu dan porosnya. Apa yang bisa mereka lihat? apa yang mereka kerjakan? berapa banyak waktu yang disia-siakan? gue mencatat bukan untuk membandingkan dan menjadi orang yang paling sadar diantara gerombolan manusia yang gue anggap makhluk astral itu. namun jauh lebih kepada hal bahwa inilah yang gue nilai dari mereka. Seiring waktu berlalu, usia bertambah dan umur berkurang. apa yang akan gue tinggalkan ketika nanti gue mati? apa yang harus gue kerjakan saat gue masih bisa belajar? gue ingin menyelaminya sedalam apa yang gue bisa hingga urat keingintahuan gue tentang kehidupan ini menghilang.

Sensible but Invisible, hidup hanya akan menjadi medan perjalanan yang tak ada apa-apanya. namun ketika gue memikirkan dan melihat dari sudut pandang lain, mungkin itulah yang membuat hidup gue menjadi berkesan dan ingin merasa hidup lebih lama lagi. demi waktu yang berjalan. gak mudah buat gue mengembalikan waktu yang gue buang secara percuma kala itu. Apa yang gue inginkan? gue ingin menjadi satu orang yang berbeda dan memiliki tujuan hidup yang unik,  bahkan gue ingin menjadi satu-satunya yang istimewa dimasa lalu masa kini dan masa depan. adakah kiblat yang lebih suci dari apa yang ditinggalkan tokoh manusia di agama gue?

Khoirunnaasi ahsanuhum khuluqon wa’anfauhum linnaasi…

Sebaik-baik manusia adalah yang baik hatinya dan bermanfaat bagi yang lain.

Terkadang, kilas balik dapat mengingatkan gue tentang bagaimana gue berjalan dengan kehidupan gue yang sulit untuk berbaur dengan lingkungan. sosial gue amat buruk dan betapapun gue ingin mencoba memperbaikinya, itu hanya akan terjadi bagi sekitar gue yang sudah terbiasa dengan gue. temen gue berkata bahwa gue juga memiliki sisi cuek yang mungkin bisa gue andalkan. gue gak sepenuhnya begitu! gue adalah manusia terlunak yang gak kalian pikirkan. gue mudah goyah hanya karna prinsip, pendapat dan lingkungan disekitar gue. namun, gue gak bisa berdiri dimana manusia suka menyorot gue, itu yang membuat gue risih. ya meski gue sering bilang bahwa gue ingin orang lain mengakui keberadaan gue, namun inilah sisi nyata dimana gue akan mengingkari apa yang gue katakan. lebih dari itu, ini adalah tentang bagaimana gue menjadi rancu dengan apa yang gue katakan. bukan berarti gue gak memikirkan dan memahami konsekuensinya. melainkan itulah gue! gue juga gak bisa berpikir dengan baik ketika gue mendapat momen itu.

teori dan perhitungan adalah yang dapat membuat gue menjadi orang bodoh bahkan lebih buruk dari apapun, itulah mengapa gue membenci kata teori. terlalu banyak teori hanya akan membuat orang nyolot dan selalu berbicara tanpa mengetahui kenyataannya. gue benci mengakuinya namun inilah yang gue lihat dari lingkungan gue. gue muak dengan keadaan dimana orang tumbuh dan besar dengan ocehan kosong dan teorinya. mereka tak menjalankannya! hanya mampu berkata dan membandingkan apa yang pernah dilihatnya. terkadang gue ingin menantang mereka semua namun kembali kepada hal bahwa gue buruk dalam berinteraksi, mungkin gue juga akan termakan dengan apa yang gue katakan. dan pada akhirnya gue diam kembali.

terlalu banyak rasa penat dan muak dengan apa yang gue lihat, gak perlu mengajarkan gue karena gue akan melihat semuanya menurut sudut pandang gue sendiri. jadi lebih baik anda diam dan membuat prinsip sendiri.

Jangka Rawat

Berbagai macam tingkah yang telah gue perbuat hanya untuk kepentingan sendiri, membangun dan meregenerasi struktur kendali dalam satuan momen yang terlewat, menyerap inti dan hasil dari apa yang gue pelajari melalui pengelihatan ini. Satu, melepas semua kata yang bergejolak dalam dada menjadi wacana tersendiri yang diselimuti oleh keraguan yang tak pasti.

Angan-angan tentang keabadian dan penciptaan sejarah, merawat waktu dengan hasrat yang dimiliki. Ketika menjalaninya, gue menjadi tuli dengan apa yang dikatakan oleh semua orang disekitar gue, Sebab Benda yang tersisa kecuali yang tidak ada, semuanya tak bisa dipercaya. Ya, keraguan dan ketidak tahuan akan masa depan bisa diartikan sebagai sesuatu yang tak ada.  Inilah yang terjadi ketika puncak emosional gue tak menjadi tak tertandingin oleh apapun yang ada dibumi dan selama kehidupan gue. rasa ingin segera menyelesaikan apa yang gue inginkan merupakan tabiat gue yang sulit dilepas, bagaikan sirkulasi pencernaan, gue merasa perasaan itu tak bisa dihentikan sekalipun gue mencobanya, karena ketika gue mencoba menahannya, itu berarti gue merasakan kepunahan dalam diri, itu pernah terjadi ketika gue ingin segera melakukan sesuatu, tapi takdir membuat gue tak bisa berbuat hal tersebut dengan alasan sesuatu yang tidak bisa gue tolerir

Saksi

Terlalu banyak hal yang gue benci ketika gue bertahap mengingatnya, terlalu banyak hal yang gak masuk akal yang terngiang dikepala ini juga terlalu banyak kehidupan gue yang terlalu setia dibarengi dengan ego peribadi. Satu dari banyaknya keteguhan yang gue buat sendiri, menjadi perisai baja yang bisa menjadikan gue aman dari serangan tak terduga, timbal balik yang gak gue butuhkan terkadang kembali datang dengan asapnya yang bisa menembus keamanan itu dengan santainya dan membuat gue sesak tak berdaya. gak peduli, tujuan dari apa yang gue lakukan adalah image pertama. Kesimpulan tak akan dibuat ketika seseorang belajar untuk tegar dari yang namanya kehidupan, baiknya semua yang gue lakukan akan menjadi melodramatisasi yang murni. 

Tuhan maha pencipta saksi, gue membutuhkan adanya saksi bisu disekitar gue. yang bisa tau dengan pasti apa yang sebenarnya terjadi dan bagaimana gue menjalaninya. gak perlu menjelaskannya, gak pelu orang lain mengetahuinya. satu yang hanya bisa menebus rasa ingin menjadi tidak bersalahnya gue ketika gue menjadi hampa akan kehidupan. Adalah suatu penganiayaan ketika konsentrasi gue pecah hanya dengan sesuatu yang datang, melewati batas ketenangan gue, buyar dan tak bisa bertanggung jawab ketika gue ingin meminta mengembalikannya.

Lepas dari semua itu, jutaan waktu pasti telah dilampaui dan membuat gue tumbuh besar. tanpa gue sadari bagaimana waktu itu berlalu, gue sudah banyak kehilangan momen-momen gue dulu. untuk itu, apa yang gue lakuin saat ini hanya mengganti hutang-hutang apa yang akan gue kerjakan dulu, dan untuk saat ini atau seterusnya mungkin tak akan tergantikan karena gue gak akan ada didunia ini lagi.

Diri

hasilTerpaku dalam bujur, garis lintang yang tak ayal ditemukan disetiap halaman yang membedakan antar baris dan pemahaman. memasuki lorong pemikiran yang serba dinamis, berpencar ke berbagai arah hingga lupa dengan tujuan awal. Satu dari banyaknya hambatan yang jelas-jelas sukar untuk diakui. Ragu, bukan berawal dari satu inisiatif yang dapat dikembangkan, meniti banyaknya alih profesi baru yang mulai diakui.

Pada kesempatan kali ini, pikiran gue mulai terancam, persaingan yang bisa dilihat begitu terasa menyedihkan buat gue. Jarak tempuh yang jauh terlihat begitu rumit, dengan waktu dan kesadaran yang gue miliki, akankah gue bisa meraih sesuatu yang gue cita-citakan dalam benak ini? Jangan tergiur akan keindahan visual, banyak hal yang banyak gue remehkan dalam kehidupan sehari-hari, gue gak bermaksud merendahkan apapun yang gue lihat, gue gak bermaksud melepas semua yang gue lihat hanya demi kepentingan gue peribadi, gue gak bermaksud membiarkan banyaknya asumsi buruk terlontar dari kepala gue, jika saja gue dapat melakukan segalanya hanya dengan sekali lihat, gue pasti akan menjadi manusia keberuntungan yang gak memerlukan wahyu dari tuhan.

Bimbang, gue sangat bimbang. Adalah suatu legalitas murni ketika gue menduduki yang namanya semester 4, hari dimana kehadiran pengelihatan gue yang melewati batasan ruang dan waktu, melihat masa depan gue yang dibarengi dengan menelan kembali liur yang berada ditenggorokan. suatu kata yang gue pikirkan akhir-akhir ini adalah SKRIPSI.

Skripsi memang bukan akan gue kerjakan dalam waktu dekat ini, namun itu selalu terlintas dan menjadi bayangan kelam akan apa yang akan menentukan keloyalan gue terhadap apa yang gue inginkan. Ini adalah cerita, dalam penyelesaian skripsi gue nanti, gue ingin menyamakannya dengan apa yang akan gue cita-citakan, anggap saja skripsi akan gue jadikan pintu awal dari apa yang akan gue raih. Gue masuk konsentrasi multimedia atas dasar gue ingin memiliki kemampuan,  keindahan, dan ketajaman akan rasa dan selera. Memang masih belum terpikirkan, namun gue rasa gue akan beruntung karena gue akan mulai mempelajari akan hal itu juga gue gak kehilangan koding yang memang bakgron gue. untuk itu pada akhir nanti gue ingin membuat suatu sekuel cerita yang dibundel menjadi animasi yang juga dapat dimainkan. Istilahnya feel charactering, motion capturing, visual artisting bahkan sampe coding gue yang menyelesaikannya sendiri. bukan tidak berpikir untuk mencari grup. Namun ini akan lebih kepada selera dimana gue ingin berusaha untuk membuatnya sendiri secara pribadi meski dalam riwayat sejarahnya, semua karya gue belum konsisten, semua itu terbukti atas apa yang gue posting di Publik DeannSetiia.

Untuk itu, gue kembali menggunakan ActionScript 2, bahasa pemrograman yang akan dimusnahkan dengan adanya versi terbaru dari program Adobe Flash. entah mengapa, pada rilis mutakhirnya (update maret 2015), Adobe Flash Creative Cloud sudah tidak mendukung pemrograman ini dan hanya mengkhususkan pada ActionScript 3 yang dapat melampaui jenjang Mobile Smartphone berbasis iOs dan Android. Sayang sungguh sayang, ini terjadi ketika gue berada dipertengahan otodidak. Ya, Adobe Flash yang pernah dikenalkan oleh teman gue waktu gue dijenjang derajat SMA dulu, bersama versi yang dikeluarkan pada tahun 2004nya dan program yang gue pake dulu masih ada di lingkup Macromedia, Flash MX. Namun kilasan balik tak perlu dipertajam lagi toh sekarangpun masih banyak orang yang masih gemar dengan ActionScript 2 dan banyak orang yang enggak update dan tetap menggunakan versi semi mutakhirnya CS6.

Untuk banyak alasan, selama beberapa hari ini gue akan berusaha fokus pada penguasaan program ini (semoga tuhan memberkati). Namun sebelum itu, agar gue dapat membagi waktu dengan baik, tadi waktu gue udah suntuk suntuknya gak bisa mecahin masalah struktur koding yang gue coba-coba, dengan rasa rela biarin aja dulu dah gue buka lagi VB6 yang dulu juga pernah gue pake dalam edisi rilis Kuba Beta dan Loka DeannSetiia, dan inilah hasilnya. Jadi pada postingan kali ini sebenarnya gue hanya ingin share sekaligus update tentang yang namanya Info diri yang menjadi acuan tugas oleh Ibu dosen, Windha Mega dimateri Perancangan Basis Data, meski belum kedatabase karena gue masih baru belajar tentang interface dan fungsi-fungsi program Visual Basic dan untuk minggu ini (Rabu, 18 Maret 2015) adalah hanya bikin program menggunakan VB6 dengan tampilan seunik mungkin. Mohon maaf udah lama gak update. sekian dan terimakasih :)

Ingin lihat program ini berjalan, sedot di http://sedot.deannsetiia.net/Info%20Diri.zip

« Older Entries Recent Entries »