Inisial PK

Lelahnya. Antara kebijakan, kebajikan dan kebijaksanaan terkadang untaian tersebut tak dapat gue satukan menjadi satu paket dalam diri gue. Ada saatnya dimana gue akan menilai sesuatu yang terlibat dengan diri gue adalah keburukan yang sangat benci gue amati. Setidaknya tak peduli berapa lama waktu berubah, gue tetap memiliki integritas yang sama, menjadi satu yang membenci kekurangan dan kebohongan.

Manusia menikmati dan menjalani segala aturan dan nikmat dari tuhannya, tak berpikir bagaimana sirkulasi ini tetap ada. karakter dimulai dari suatu kebiasaan yang dibangun tapi sekarang? sok terkadang seperti media-lah yang bisa membangun kepribadian orang. apa yang terjadi dengan sekitar gue? Pernah gue menyimpulkan bahwa kelabilan diri bukan terkait dengan berapa lama waktu hidup dia terhitung, bagaimana lingkungan menciptakan dan bukan kemauan yang dibuat. Media, sesuatu yang abstrak, kasat mata dan tak tersentuh dapat membentuknya . Apapun yang diketahui manusia saat ini tak lain mempengaruhi dari sifat media itu mencangkoknya. Dimana kedudukan guru? apa gunanya pengalaman? keegoisan ini dapat menghapus semua citra yang sebenarnya menjadi acuan dasar. toh tak dapat dimengerti sekalipun gue ingin mencobanya.

Ada lagi, PK adalah singkatan umum yang sering terdengar di suatu halaqah kecil / besar. PK berarti Pahlawan Kesiangan adalah seseorang yang kemungkinan besar tak memiliki ikatan tentang sesuatu yang terjadi, namun merasa memiliki wewenang untuk memberikan sesuatu / informasi yang sebenarnya tidak berarti untuknya. menyebarkan kabar, informasi, data atau bahkan sesuatu yang tak seharusnya dilakukan. entah apapun landasannya namun title ini adalah sesuatu yang sangat dibenci oleh Keterkaitan atau yang menciptakan sesuatu berkaitan. Dari semua yang ada dimata ini, PK adalah identitas yang sering gue lihat secara real atau maya. layaknya orang yang comel dan suka pamer apapun yang bukan berasal dari dirinya, yang sebetulnya tak ada manfaat bagi dirinya, yah setidanya mungkin ia memiliki suatu kebanggaan tersendiri atau menjadi hebat sendiri karena dia memiliki jangkauan / hak akses yang orang tidak miliki. Apa itu penting? Kaga!! Taukah bagaimana rasanya memiliki teman tapi musuh? Jika ungkapan ini gue terjemahkan dalam kehidupan sehari-hari mungkin itulah contoh yang tepat. Sangat baik didepan kita namun ketika dibelakang dia mengobrak-abrik apapun yang kita miliki termasuk Jati Diri dan Integritas. Apa keuntungannya? Mungkin hanya kata tenar dan Sok Hebat.

Sama seperti data atau informasi, semua itu hanyalah permainan ego dan sifat manusia yang menindikasi bahwa iblis menjamin kelemahan manusia berasal dari hati. goyah dan selalu mengikuti apa kata media yang ada. Apa yang kalian maksud dengan iluminasi? apakah iluminasi adalah suatu simbol yang diceritakan media? apakah hanya dengan sebatas itu kalian akan berkata bahwa seseorang menjadi sesat? ketegaran hati yang menentukan. setiap orang memiliki kesimpulan tersendiri, bahkan sebenarnya kata-kata itu tak akan muncul tanpa adanya media yang memberitahu. Trus apakah jati diri, ungkapan, atau berpura-pura memiliki Jati diri yang padahal hanya meniru dari media yang dibaca / dilihatnya adalah sebagian dari jati diri sesungguhnya? bakat yang tersembunyi? Itu semua salah! itulah letak dimana iluminasi yang sempurna. secara tidak sadar, kalianlah yang terjerumus pada media itu. Merasa benar karna menyimpulkan sesuatu yang diketahui padahal itu semua berasal dari ajaran media itu sendiri. Media mempermainkan kita dan bahkan Inisial PK ini juga sangat mungkin ada karena media itu sendiri.

Terlalu pintar untuk menyimpulkan bahwa sesuatu yang didepannya adalah kebaikan atau yang buruk, hidup ini tak semudah seperti menuliskan suatu catatan hati seperti postingan yang gue buat ini. Ini bahkan seperti suatu perjalanan manusia yang tak berpikir sebelum melangkah, bak berjalan ditengah hutan sambil bercerita ria dengan orang sebelahnya, tak menyadari bahwa sudah berapa mil-kah dia berjalan. Satu dari kebohongan yang mulai diciptakan, kegemaran yang berubah-ubah dan sifat yang cenderung dibekali Ego yang sukar diakui. Akuilah bahwa itu bukan anda seutuhnya. kalian adalah bagiamana anda berfikir, Refrensi memanglah acuan namun bukan berarti itu adalah Kitab Suci yang anda sendiri dapat menyalinnya menjadi diri anda. butuh ketajaman berpikir sebelum memulai langkah itu. Setidaknya berusahalah memilih jalan sendiri dan tak memiliki ketergantungan dengan sesuatu yang terdapat disekitar. Muak rasanya hati ini, hidup kalian bukanlah cerita orang yang dibagikan, itu adalah kesemenakan yang tak bisa diakui dari hati masing-masing :/

Salam,
Fannil Abror, S.Kom
Possesor and Founder of DeannSetiia Land
Jl. Wibawa Mukti 2 Rt.05/001 No.45 
Jatiluhur Jatiasih Kota Bekasi 17425 Tlp & WA. +62 8969 446 3666 Profil. http://about.me/fannilabror
Website. http://deannsetiia.net