Medi Nameda

Sukar untuk mengetahui rencana orang lain, sabotase kehidupan yang dirasa berada pada titik terpikirkan dan terabaikan. ruang hidup manusia yang lepas dari akal dan logika, perasaan begitu lembut dan cepat mengeluh untuk suatu tekanan, berat juga terasa kala ego memenangkan raga.

Terdapat beberapa sistem yang penat tak diketahui dan amat sukar untuk dijalankan, sistem yang dapat menunda kreatifitas dan ruang lingkup setiap orang, seperti halnya Hak asasi, tindakan akan diatur agar suatu sususnan yang saling berpengaruhi berjalan stabil sesuai prosedur yang disediakan. tak perduli berapa banyak kebutuhan yang akan dihasilkan, mereka saling berusaha untuk tak menghiraukannya. Jika gagal mereka akan dieksekusi.

Inilah presepsi yang selalu dibuat untuk membuat apa yang terjadi didalamnya teratur. inilah satu hal yang sebenarnya harus dibuang jauh dari mata dan penanaman diri. inilah mereka, strutur tak berencana yang sangat mudah untuk berubah. Imbas adalah untuk mereka yang tak mengetahui bagaimana rasa yang dibuat oleh orang lain.

TX

Salam histeris semua, melewati masa-masa rumit dalam perjalanan gue bersama kepala dan logika, menempuh banyak nuansa kebencian yang mulai bermunculan tanpa duga dan rekayasa, menelantarkan banyak rasa yang sudah gue buat dengan susah payah. pada saat ini, dengan rasa yang tidak biasa, suntuk benci dan ingin punah, gue sebagai satu orang yang sukar untuk melepas penat dengan menghilang dari keramaian ini akan memberikan hasil dai keluhan gue saat ini. suatu proyek yang menyita umur gue, bukan karna projek yang gue dirikan bersama teman-teman satu aliansi, namun untuk menyambut pembangunan projek dari orang dan sekutu lain, sakit. seperti masa-masa sebelumnya, jujur gue merasa pedih dalam jiwa, dengan ketidak mengertian gue terhadap keterbiasaan orang yang selalu merasa ingin ditolong, yang tidak memiliki aturan hidup dan etika untuk berpikir sendiri dengan kemampuannya, memilih untuk mengandalkan orang lain dan mengorbankan waktu orang lain juga hanya demi kepentingannya, seraya berkata bahwa ga bisa. ga bisa, belum bisa memang itulah tabiat manusia pada umumnya, namun kenapa gak ada usaha yang dibawa agar setidaknya menambahkan pengetahuannya, berlandaskan omong kosong yang justru menyakitkan gue sebagai orang yang awalnya rela dan ikhlas membantu. Bagaimanapun itu, gue adalah manusia yang memiliki batasan, yang juga bisa merasa penat ketika kepala ini dijadikan mesin untuk kepentingan orang lain dan bukan gue semata. Gue juga ingin menikmati sedikit resting dari pada berpikir, menghirup udara segar bebas yang sama, dan merasakan bagaimana rasanya indah dan lepas dari beban. gue bukan kabur! ini terjadi ketika gue merasa gue selalu terbebani.

Setianya, gue hanya ingin bagaimana rasa menghargai itu ada, gue ingin memiliki batasan atau privasi yang ga ada satupun orang lain yang mengganggu gue, itu aja

Refulotus

xberbisik, sendu, halus, menyapa setiap inci kelakuan dan tindakan yang sukar dimengerti. menghapus rasa dan membuangnya pergi hingga saraf ini tak lagi dapat merasa. rasa kaku, terhempas begitu saja, merayap dan mengalir dengan rasa hangat yang terasa disekujur tubuh ini. grogi, takut, malu dan semua rasa itu tiba-tiba membuat suatu kolaborasi yang paling menjengkelkan yang kelak gue akan merasakannya kembali. untuk itu,  sebelum tak ada yang dapat menghentikan arus ombak yang akan menerjang gue seorang diri, gue harus mempersiapkan tindakan pencegahan atau serangan balik akan hal itu.

Hidup dilingkungan manusia yang gue sebagai satu predikat yang tak terlihat oleh lingkungan, menjadi sesuatu yang sensitif dan suka menyendiri. bukan, menyendiri adalah bukan hobi gue, itu adalah alternatif dimana gue benci akan keramaian.

lagi-lagi ini menyangkut kepribadian dan integritas diri, ada sebuah fenomena yang gue lihat dengan mata kepala ini tentang sesuatu yang membuat geli dan ingin segera menendangnya jauh dan tak ada lagi, adalah saat ketika gue menyadari akan ketergantungan seseorang dengan apa yang dilakukannya. menurut gue sendiri, ketika gue tidak menyukai satu hal dalam koridor pembelajaran atau kehidupan, gue gak akan mau menyentuh dan menyelaminya lebih dalam lagi, benci rasanya ketika gue menipu diri sendiri dengan menggunakannya sebagai acuan, ya untuk beberapa saat gue mungkin mengikutinya, namun itu tidak akan jauh lebih kepada hal bahwa gue hanya mengantarkannya pada kebinasaan, toh untuk apa gue menipu diri dengan membawa kebodohan gue untuk dipertontonkan orang karena bagi gue sendiri, pertanggung jawaban adalah hal terberat bagi gue karna itu akan selalu menyertai mental dan keberadaan diri yang dipertanyakan.

Melihatnya sendiri, menyaksikan dengan penuh geram, seseorang yang kosong, yang selalu bergantung pada orang akan suatu hal seraya berkata ingin mengakhiri dan melampauinya, seseorang yang bukan hanya mengandalkan, namun memperalat perasaan orang lain hanya karena tidak ingin terlewat meski itu bukan berasal dari usaha dan kepalanya sendiri. merasa sok tau dan selalu mengumbar perkataan yang diduplikasi dari apa yang dia dengar melalui media dan orang tanpa mengetahui kebenaran dibalik semua itu. selalu mengiyakan dan mempertegas uraian orang lain seakan-akan itu adalah hak paten dan mutlak berasal dari orang tersebut. benci! benci ketika gue melihatnya dengan memamerkan kesombongan yang tidak ada artinya.

Ya, dia memang menang dalam pertarungan dunia nyatanya, dibanding gue yang tak bisa berdiri tegak ditengah kerumunan orang, tak jarang banyak sekali orang yang berpostur seperti itu disekitar gue, orang yang tak bisa diandalkan dan tidak memiliki integritas yang tidak dapat dimusnahkan meski oleh takdir.

Mungkin, uraian ini hanya akan dirasakan oleh orang yang selalu disengsarakan oleh keinginan nasib dan produk keterbatasan, yang lebih banyak merasakan bagaimana hidup sangat berat hingga terkadang gue sering menangis dalam sembunyi yang samar oleh aktivitas gue.

Koding VS Grafis

main2Meski dilihat dari judul kesannya adalah membandingkan dua makna, namun pada postingan kali ini tujuan gue adalah agar orang lain dapat memahami dan mengerti perasaan dari para pekerja dalam bidang seperti ini.

entah bagaimana menjelaskannya, sebenarnya gue merasa sangat tertekan dengan apa yang ada di lingkungan gue. bukan maksud gue ingin memisahkan diri dari lingkungan, namun tingkat rasa menghargai biasanya lebih diiyakan oleh lingkungan gue ketimbang gue sendiri, dan yang gue rasa adalah gue sendiri yang merasa berat akan hal ini. gue harap gak ada yang merespon postingan gue kali ini karna ini adalah curahat hati gue tentang apa yang gue rasa, dan mohon untuk mengerti dan jangan mempertanyakan atau membahasnya karena gue udah bilang tadi gue sendiri memiliki masalah dalam menjelaskannya.

Menurut gue, orang-orang yang terlibat dengan kehidupan gue semuanya pada minta dihargai dan itu semua meminta dengan tanpa melihat keadaan gue yang sebenarnya minta jauh lebih dihargai melebihi mereka. untuk bahasan pertama dari judul gue akan banyak bercerita tentang pengalaman gue yang lumayan lama bergelut dalam bidang koding.

Koding adalah aktivitas terumit dalam pembangunan suatu project terutama yang ada sangkut pautnya dengan tenaga komputerisasi. kenapa tidak? orang yang berkecimpung dalam hal ini biasanya sangat sensitif dan memiliki paham yang bermacam sesuai dengan logika ketajaman logika yang mereka miliki. banyak yang bilang koding adalah hal rumit dan susah, dan gue mengakuinya. koding adalah pekerjaan yang membutuhkan fokus dan konsentrasi tinggi, kecepatan berpikir dan logika yang tajam. itulah mengapa ketika orang yang tidak dapat bersosial seperti gue sangat cocok dengan pekerjaan seperti ini. 

menurut gue, koding adalah bagaimana cara orang merumuskan suatu inovasi apa yang ada dikepalanya, dengan garis tebal inovasi dan apa yang dipikirkannya itu tidak terlalu jauh dan dapat dipertanggung jawaban melalui logika. kemudian inovasi tersebut bukan hanya sepintas ada bagaimana bermula dan nanti akhirnya bagaimana dan ada apanya, namun seluk beluk jalan, kondisi dan sifat yang akan dilalui dari awal hingga akhirpun dipikirkannya. selain itu juga ingatan diperlukan, dan yang menunjang akan terjadinya kualitas yang bagus adalah lingkungan, biasanya sunyi adalah nuansa yang sangat dibutuhkan. selain itu pikiran dan kesunyian itu juga harus diimbangi dengan kosakata sintaks yang harus disalurkan agar komputer dapat menjalankannya, jadi sebenarnya luar biasa repot dan memberatkan. tapi layaknya orang yang suka mendaki gunung, udah tau ribet nyusahin dan mengorbankan perasaan tapi banyak orang yang ingin terjun kedalamnya.

Trus apa yang hubungannya dengan respect dan menghargai? ini dia, ketika programmer yang bikin koding ini melakukan kegiatannya, ketika ada sesuatu yang mengganggu akan membuatnya terluka, ya meski hanya pertanyaan singkat, omongan ringan dan apalah itu karena pekerjaan itu benar-benar membutuhkan daya konsentrasi maksimal. sulit untuk membuat siapapun mengerti bagaimana rasanya ketika melakukan hal ini, namun contohnya aja kalian adalah penulis cerpen, ketika anda memiliki ide dan penggalan momen, itu masih anda tuliskan dikertas atau ditempat yang sekiranya anda akan meningatnya. dan ketika anda ingin membuatnya, ketika anda sudah siap dengan memikirkan awal mula, sifat dan kondisi hingga akhir cerita, tiba-tiba ada yang mengganggu pikiran anda, seperti misal ada yang bertanya, ada yang minta usulan, pendapat bahkan apapun itu. bagaimana perasaan anda? apakah anda bisa fokus? apakah kualitas yang anda fikirkan tidak tergoyahkan? ya itu juga pasti dirasakan oleh orang yang berkecimpung dalam hal koding, itu akan menjadi rujukan kuat kenapa konsentrasi dibutuhkan. yaa meski kebanyakan banyak yang enggak mempermasalahkan hal tersebut, sebagianyang berkecimpung dalam hal koding biasanya lebih dari satu dan mereka membuat suatu forum nyata, menurut beberapa orang tidak ada masalah karena mereka bisa bertanya keteman yang satu forum dengan mereka. Ingat! ketika koding biasanya hanya dilihat oleh sebagian orang dari sintaks yang diketikkan dan tidak lagi dengan konsep, fokus dan konsentrasi, tadi juga gue udah bilang tentang kecepatan berpikir. Teknologi berkembang sangat pesat, bahkan disetiap satu detiknya inovasi tentang teknologi bermunculan, itulah mengapa ketika programmer yang menjeda inovasinya yang belum selesai satu bait hanya karena lingkungan berarti dia itu bodoh!! dia mau tertinggal dalam penyelesaian logikanya hanya karena lingkungan, jadi lebih baik berikan waktu sejenak untuk programmer untuk menyelesaikan satu baitnya, sebagai contoh misal anda membuat puisi, orang kebanyakan gak melihat anda membuat puisi dari kondisi anda, apa yang anda pikirkan dan bagaimana anda menerjemahkan lingkungan anda, dan ketika anda baru membuat 3 dari 4 baris dalam satu bait puisi anda yang sebenarnya empat baris dalam satu bait itu saling bersinambungan, apakah anda akan jeda dan membiarkan lingkungan anda mengganggu anda? anda bodoh!! seharusnya anda selesaikan 4 baris itu karena setelah baris keempat, anda akan dihadapkan dengan bait baru yang anda bisa membuatnya tanpa berhubungan dengan 3 baris sebelumnya. 

memang ada beberapa programmer yang butuh saran dari programer lain, minta bantuan atau sejenisnya, namun yang meminta seharusnya sadar diri, kenapa tidak menunggu sejenak karena yang diminta adalah tipe pekerja keras, bukan orang yang tidak mau berusaha sendiri dan mengandalkan orang lain dan mengeluh ketika responnya lama. kenapa? itulah sifat egois dari manusia, mementingkan apa yang dikerjakan ketimbang yang orang lain kerjakan. haus dengan bagaimana apa yang diharapkan terwujud ketimbang mengetahui bagaimana keinginan orang lain itu. 

Selain itu grafis, biasanya untuk standar orang yang tidak tau bagaimana mesin itu bekerja, mereka hanya mampu melihat karya orang lain berdasarkan interfacenya saja, tidak menutup kemungkinan meski sudah dilihat biasanya banyak komentar atau masukan yang tidak bermutu seperti membandingkan hasil usaha orang lain dengan apa yang dilihat dengan tanpa mendukung dengan maksud memberi masukan yang masuk akal, dan dapat dimengerti. biasanya juga banyak para manusia yang TIDAK BISA MENGHASILKAN KARYA yang terus berceloteh ria tentang karya orang dengan membanding-bandingkannya dengan yang paling bagus yang pernah dilihatnya. tanpa berpikir dua kalii bahwa sebenarnya itu adalah penghinaan lahir dan batin. 

berbeda dengan koding, buat buat orang yang berkecimpung dalam hal koding dan tidak mampu berinovasi dengan dunia kodingnya, mereka dapat melakukan tindakan copy paste dengan target penyelesaian bisa kurang dari satu menit. namun grafis? grafis termasuk dalam hal multimedia, interface yang diutamakan menggunakan bahan dasar teks, gambar, audia dan gambar gerak ini bekerja dengan imajinasi yang tinggi dan dapat diimplementasikan dengan syarat dikerjakan dengan banyak kali, gak mungkin orang yang ngerjain desain seperti ini bisa langsung bisa bagus hanya dengan sekali dia menggunakan, kalo pengen bagus ya dia harus berlatih menggunakannya agar imajinasinya terus diasah dan dikembangkan. dan kekuatan terbesar selain imajinasi adalah ketika orang yang berkecimpung dalam dunia tampilan ini malas mengerjakannya, maka tidak akan pernah ada hasil yang dibuat, karena kalo mengandalkan copy paste, ciri khas dan nuansa feel orang gak akan dapet karena orang memiliki warna yang berbeda.

Sensible but Invisible

mataHidup adalah kejenuhan, jenuh ketika gue merasa bahwa ada seseorang yang tidak memiliki tujuan dan hanya mengambil apa yang disukai untuk dikerjakan. Hidup adalah menyedihkan, sedih ketika gue gak mengerti tentang jalan pikir orang yang gak bisa mengerti akan bagaimana caranya menghargai. Pendapat atau masukan, apa yang dikatakan sukar untuk gue terima karena yang terlintas dari mereka adalah membandingkan apa yang dia lihat dengan apa yang sudah diupayakan. gak peduli bagaimana usaha itu dijalankan, mereka sebagai manusia bodoh yang tak memiliki etika dan aturan hanya bisa memikirkan bagaimana memanfaatkan kepentingan orang hanya untuk formalitas sementaranya.

Entah sampai kapan hal ini berlanjut, yang jelas sadar tidak sadar bahwa dari lubuk hati yang paling dalam ini, risih dapat gue rasakan kala itu. waktu berputar, bersama dengan bumi dengan logika sumbu dan porosnya. Apa yang bisa mereka lihat? apa yang mereka kerjakan? berapa banyak waktu yang disia-siakan? gue mencatat bukan untuk membandingkan dan menjadi orang yang paling sadar diantara gerombolan manusia yang gue anggap makhluk astral itu. namun jauh lebih kepada hal bahwa inilah yang gue nilai dari mereka. Seiring waktu berlalu, usia bertambah dan umur berkurang. apa yang akan gue tinggalkan ketika nanti gue mati? apa yang harus gue kerjakan saat gue masih bisa belajar? gue ingin menyelaminya sedalam apa yang gue bisa hingga urat keingintahuan gue tentang kehidupan ini menghilang.

Sensible but Invisible, hidup hanya akan menjadi medan perjalanan yang tak ada apa-apanya. namun ketika gue memikirkan dan melihat dari sudut pandang lain, mungkin itulah yang membuat hidup gue menjadi berkesan dan ingin merasa hidup lebih lama lagi. demi waktu yang berjalan. gak mudah buat gue mengembalikan waktu yang gue buang secara percuma kala itu. Apa yang gue inginkan? gue ingin menjadi satu orang yang berbeda dan memiliki tujuan hidup yang unik,  bahkan gue ingin menjadi satu-satunya yang istimewa dimasa lalu masa kini dan masa depan. adakah kiblat yang lebih suci dari apa yang ditinggalkan tokoh manusia di agama gue?

Khoirunnaasi ahsanuhum khuluqon wa’anfauhum linnaasi…

Sebaik-baik manusia adalah yang baik hatinya dan bermanfaat bagi yang lain.

Terkadang, kilas balik dapat mengingatkan gue tentang bagaimana gue berjalan dengan kehidupan gue yang sulit untuk berbaur dengan lingkungan. sosial gue amat buruk dan betapapun gue ingin mencoba memperbaikinya, itu hanya akan terjadi bagi sekitar gue yang sudah terbiasa dengan gue. temen gue berkata bahwa gue juga memiliki sisi cuek yang mungkin bisa gue andalkan. gue gak sepenuhnya begitu! gue adalah manusia terlunak yang gak kalian pikirkan. gue mudah goyah hanya karna prinsip, pendapat dan lingkungan disekitar gue. namun, gue gak bisa berdiri dimana manusia suka menyorot gue, itu yang membuat gue risih. ya meski gue sering bilang bahwa gue ingin orang lain mengakui keberadaan gue, namun inilah sisi nyata dimana gue akan mengingkari apa yang gue katakan. lebih dari itu, ini adalah tentang bagaimana gue menjadi rancu dengan apa yang gue katakan. bukan berarti gue gak memikirkan dan memahami konsekuensinya. melainkan itulah gue! gue juga gak bisa berpikir dengan baik ketika gue mendapat momen itu.

teori dan perhitungan adalah yang dapat membuat gue menjadi orang bodoh bahkan lebih buruk dari apapun, itulah mengapa gue membenci kata teori. terlalu banyak teori hanya akan membuat orang nyolot dan selalu berbicara tanpa mengetahui kenyataannya. gue benci mengakuinya namun inilah yang gue lihat dari lingkungan gue. gue muak dengan keadaan dimana orang tumbuh dan besar dengan ocehan kosong dan teorinya. mereka tak menjalankannya! hanya mampu berkata dan membandingkan apa yang pernah dilihatnya. terkadang gue ingin menantang mereka semua namun kembali kepada hal bahwa gue buruk dalam berinteraksi, mungkin gue juga akan termakan dengan apa yang gue katakan. dan pada akhirnya gue diam kembali.

terlalu banyak rasa penat dan muak dengan apa yang gue lihat, gak perlu mengajarkan gue karena gue akan melihat semuanya menurut sudut pandang gue sendiri. jadi lebih baik anda diam dan membuat prinsip sendiri.

Jangka Rawat

Berbagai macam tingkah yang telah gue perbuat hanya untuk kepentingan sendiri, membangun dan meregenerasi struktur kendali dalam satuan momen yang terlewat, menyerap inti dan hasil dari apa yang gue pelajari melalui pengelihatan ini. Satu, melepas semua kata yang bergejolak dalam dada menjadi wacana tersendiri yang diselimuti oleh keraguan yang tak pasti.

Angan-angan tentang keabadian dan penciptaan sejarah, merawat waktu dengan hasrat yang dimiliki. Ketika menjalaninya, gue menjadi tuli dengan apa yang dikatakan oleh semua orang disekitar gue, Sebab Benda yang tersisa kecuali yang tidak ada, semuanya tak bisa dipercaya. Ya, keraguan dan ketidak tahuan akan masa depan bisa diartikan sebagai sesuatu yang tak ada.  Inilah yang terjadi ketika puncak emosional gue tak menjadi tak tertandingin oleh apapun yang ada dibumi dan selama kehidupan gue. rasa ingin segera menyelesaikan apa yang gue inginkan merupakan tabiat gue yang sulit dilepas, bagaikan sirkulasi pencernaan, gue merasa perasaan itu tak bisa dihentikan sekalipun gue mencobanya, karena ketika gue mencoba menahannya, itu berarti gue merasakan kepunahan dalam diri, itu pernah terjadi ketika gue ingin segera melakukan sesuatu, tapi takdir membuat gue tak bisa berbuat hal tersebut dengan alasan sesuatu yang tidak bisa gue tolerir

Video Game DeannSetiia Land

Bismillahirrahmanirrahim,

diawali dengan niat untuk berbagi, menjadi modal awal untuk mengasah kemampuan otak kiri, mengkhayal, berimajinasi, dan berpikir untuk hanya selalu ada untuk kesenangan. Pada kesempatan kali ini gue mau berjanji ketemen-temen semua bahwa pada tahun 2015, saya akan meluncurkan serial video game deannsetiia land (versi lanjutan dari KubaSP dan KubaSP2). nantinya, pada game ini saya akan menambahkan alur cerita yang lumayan padat karna saya juga ingin mengembangkan dan membuat karakter-karakter ciptaan saya untuk bisa hidup dan dikenal oleh teman-teman semua, jadi tidah hanya sebatas kata-kata karna nantinya saya ingin karakter inilah yang akan menjadi pengganti kehadiran saya dan menjadi icon dari DeannSetiia Land. kisahnya juga saya upgrade dan saya update dari KubaSP1 dan KubaSP2 dan ini enggak jauh berbeda, namun begitu saya juga ingin memperkenalkan tokoh-tokoh lain seperti Enemy Character pada DeannSetiia Land ini. Perlu diketahui saya akan memainkan semua tokoh untuk DeannSetiia Land jadi inti dari ceritanya adalah konflik dalam, maksudnya si Enemy Character dan Karakter tokoh ini memang yang akan meramaikan DeannSetiia Land. agar tidak berbelit pada prakata disini, cukup sekian postingan saya kali ini kurang lebihnya teman-teman bisa menunggu konfirmasi tanggal rilis selanjutnya. ketika game ini rilis, saya hanya akan posting di Publik DeannSetiia Land dan bukan di Catetan ini yaaa :)

Saksi

Terlalu banyak hal yang gue benci ketika gue bertahap mengingatnya, terlalu banyak hal yang gak masuk akal yang terngiang dikepala ini juga terlalu banyak kehidupan gue yang terlalu setia dibarengi dengan ego peribadi. Satu dari banyaknya keteguhan yang gue buat sendiri, menjadi perisai baja yang bisa menjadikan gue aman dari serangan tak terduga, timbal balik yang gak gue butuhkan terkadang kembali datang dengan asapnya yang bisa menembus keamanan itu dengan santainya dan membuat gue sesak tak berdaya. gak peduli, tujuan dari apa yang gue lakukan adalah image pertama. Kesimpulan tak akan dibuat ketika seseorang belajar untuk tegar dari yang namanya kehidupan, baiknya semua yang gue lakukan akan menjadi melodramatisasi yang murni. 

Tuhan maha pencipta saksi, gue membutuhkan adanya saksi bisu disekitar gue. yang bisa tau dengan pasti apa yang sebenarnya terjadi dan bagaimana gue menjalaninya. gak perlu menjelaskannya, gak pelu orang lain mengetahuinya. satu yang hanya bisa menebus rasa ingin menjadi tidak bersalahnya gue ketika gue menjadi hampa akan kehidupan. Adalah suatu penganiayaan ketika konsentrasi gue pecah hanya dengan sesuatu yang datang, melewati batas ketenangan gue, buyar dan tak bisa bertanggung jawab ketika gue ingin meminta mengembalikannya.

Lepas dari semua itu, jutaan waktu pasti telah dilampaui dan membuat gue tumbuh besar. tanpa gue sadari bagaimana waktu itu berlalu, gue sudah banyak kehilangan momen-momen gue dulu. untuk itu, apa yang gue lakuin saat ini hanya mengganti hutang-hutang apa yang akan gue kerjakan dulu, dan untuk saat ini atau seterusnya mungkin tak akan tergantikan karena gue gak akan ada didunia ini lagi.

Diri

hasilTerpaku dalam bujur, garis lintang yang tak ayal ditemukan disetiap halaman yang membedakan antar baris dan pemahaman. memasuki lorong pemikiran yang serba dinamis, berpencar ke berbagai arah hingga lupa dengan tujuan awal. Satu dari banyaknya hambatan yang jelas-jelas sukar untuk diakui. Ragu, bukan berawal dari satu inisiatif yang dapat dikembangkan, meniti banyaknya alih profesi baru yang mulai diakui.

Pada kesempatan kali ini, pikiran gue mulai terancam, persaingan yang bisa dilihat begitu terasa menyedihkan buat gue. Jarak tempuh yang jauh terlihat begitu rumit, dengan waktu dan kesadaran yang gue miliki, akankah gue bisa meraih sesuatu yang gue cita-citakan dalam benak ini? Jangan tergiur akan keindahan visual, banyak hal yang banyak gue remehkan dalam kehidupan sehari-hari, gue gak bermaksud merendahkan apapun yang gue lihat, gue gak bermaksud melepas semua yang gue lihat hanya demi kepentingan gue peribadi, gue gak bermaksud membiarkan banyaknya asumsi buruk terlontar dari kepala gue, jika saja gue dapat melakukan segalanya hanya dengan sekali lihat, gue pasti akan menjadi manusia keberuntungan yang gak memerlukan wahyu dari tuhan.

Bimbang, gue sangat bimbang. Adalah suatu legalitas murni ketika gue menduduki yang namanya semester 4, hari dimana kehadiran pengelihatan gue yang melewati batasan ruang dan waktu, melihat masa depan gue yang dibarengi dengan menelan kembali liur yang berada ditenggorokan. suatu kata yang gue pikirkan akhir-akhir ini adalah SKRIPSI.

Skripsi memang bukan akan gue kerjakan dalam waktu dekat ini, namun itu selalu terlintas dan menjadi bayangan kelam akan apa yang akan menentukan keloyalan gue terhadap apa yang gue inginkan. Ini adalah cerita, dalam penyelesaian skripsi gue nanti, gue ingin menyamakannya dengan apa yang akan gue cita-citakan, anggap saja skripsi akan gue jadikan pintu awal dari apa yang akan gue raih. Gue masuk konsentrasi multimedia atas dasar gue ingin memiliki kemampuan,  keindahan, dan ketajaman akan rasa dan selera. Memang masih belum terpikirkan, namun gue rasa gue akan beruntung karena gue akan mulai mempelajari akan hal itu juga gue gak kehilangan koding yang memang bakgron gue. untuk itu pada akhir nanti gue ingin membuat suatu sekuel cerita yang dibundel menjadi animasi yang juga dapat dimainkan. Istilahnya feel charactering, motion capturing, visual artisting bahkan sampe coding gue yang menyelesaikannya sendiri. bukan tidak berpikir untuk mencari grup. Namun ini akan lebih kepada selera dimana gue ingin berusaha untuk membuatnya sendiri secara pribadi meski dalam riwayat sejarahnya, semua karya gue belum konsisten, semua itu terbukti atas apa yang gue posting di Publik DeannSetiia.

Untuk itu, gue kembali menggunakan ActionScript 2, bahasa pemrograman yang akan dimusnahkan dengan adanya versi terbaru dari program Adobe Flash. entah mengapa, pada rilis mutakhirnya (update maret 2015), Adobe Flash Creative Cloud sudah tidak mendukung pemrograman ini dan hanya mengkhususkan pada ActionScript 3 yang dapat melampaui jenjang Mobile Smartphone berbasis iOs dan Android. Sayang sungguh sayang, ini terjadi ketika gue berada dipertengahan otodidak. Ya, Adobe Flash yang pernah dikenalkan oleh teman gue waktu gue dijenjang derajat SMA dulu, bersama versi yang dikeluarkan pada tahun 2004nya dan program yang gue pake dulu masih ada di lingkup Macromedia, Flash MX. Namun kilasan balik tak perlu dipertajam lagi toh sekarangpun masih banyak orang yang masih gemar dengan ActionScript 2 dan banyak orang yang enggak update dan tetap menggunakan versi semi mutakhirnya CS6.

Untuk banyak alasan, selama beberapa hari ini gue akan berusaha fokus pada penguasaan program ini (semoga tuhan memberkati). Namun sebelum itu, agar gue dapat membagi waktu dengan baik, tadi waktu gue udah suntuk suntuknya gak bisa mecahin masalah struktur koding yang gue coba-coba, dengan rasa rela biarin aja dulu dah gue buka lagi VB6 yang dulu juga pernah gue pake dalam edisi rilis Kuba Beta dan Loka DeannSetiia, dan inilah hasilnya. Jadi pada postingan kali ini sebenarnya gue hanya ingin share sekaligus update tentang yang namanya Info diri yang menjadi acuan tugas oleh Ibu dosen, Windha Mega dimateri Perancangan Basis Data, meski belum kedatabase karena gue masih baru belajar tentang interface dan fungsi-fungsi program Visual Basic dan untuk minggu ini (Rabu, 18 Maret 2015) adalah hanya bikin program menggunakan VB6 dengan tampilan seunik mungkin. Mohon maaf udah lama gak update. sekian dan terimakasih :)

Ingin lihat program ini berjalan, sedot di http://sedot.deannsetiia.net/Info%20Diri.zip

Kebutaan yang Samar

38Melakukan suatu hal diantara ketidak tahuan dan waktu, diatas kesadaran yang sering dikucilkan. Tanpa mengetahui norma dan prinsip hak asasi yang lain. Terkadang, gue gak bisa melihat apa yang terjadi dilingkungan gue. cuek akan segala hal yang terjadi memang tipikal buruk dari seorang gue, gue memiliki beberapa alasan tentang apa yang gue lakukan kedepan nanti, setidaknya itulah prinsip yang membuat gue tegar dan akan membela gue suatu saat.

Gambaran dan fenomena hidup sulit meyakinkan gue untuk melihat sesuatu yang rumit untuk gue artikan, menurut gue semuanya berjalan sesuai apa yang gue perhitungkan meski apa yang sering gue dapati adalah rasa sial dan kecil. Ragu adalah kebimbangan yang buta, gue ingin bergerak sesuka hati tanpa adanya keraguan akan apa yang terjadi. Hidup gue bahkan serasa tidak adil ketika gue mencoba membanding-bandingkan apa yang gue dapat ketimbang orang lain, bukan gue buta akan usaha, namun itu terjadi lebih dari apa yang gue lihat, tingkat ketajaman rasa akan visual amat kuat, itulah mengapa dalam perputaran hidup ini gak selamanya gue akan merasa aman dan baik-baik saja.

Jika saja, gue dapat meminimalisir sakit yang terjadi saat gue melihat keburukan, gue akan menyamarkan semua itu dengan apapun caranya, gue ingin menghubungkan sesuatu yang tak pernah bersatu seperti langit dan bumi layaknya hujan, gue ingin menyelami kedalaman tanpa merasa takut ketinggian. dunia berada diatas tipuan yang nyata, oleh karenanya gue tidak takut untuk merasa tertipu meski nantinya gue akan marah. Seperti umumnya manusia, Jika gue tidak memiliki rasa benci, itu artinya gue gak memiliki sesuatu yang gue suka. benci dan suka adalah perbedaan yang bisa kita sebut sebagai bumi dan langit, keduanya sama-sama diciptakan oleh tuhan yang sama, dan itu sebagai rasa yang ditawarkan untuk mewarnai kehidupan ini.

Seperti uraian “Seseorang yang pantas ditangisi tidak akan membuatmu menangis, dan seseorang yang membuatmu menangis tak pantas kau tangisi.”, kebohongan adalah keadilan, kegelapan adalah kenyataan, bahkan untuk mendustai nikmat yang telah kita dapati sering terjadi dikeramaian hidup ini. gue gak berkata gue gak pernah merasa iri pada siapapun meski iri adalah perasaan yang paling berbahaya, kebencian bisa lahir dari perasaan itu hingga bahkan sesak dan merasa terbunuh secara perlahan pasti dirasa.

« Older Entries Recent Entries »