Diri

hasilTerpaku dalam bujur, garis lintang yang tak ayal ditemukan disetiap halaman yang membedakan antar baris dan pemahaman. memasuki lorong pemikiran yang serba dinamis, berpencar ke berbagai arah hingga lupa dengan tujuan awal. Satu dari banyaknya hambatan yang jelas-jelas sukar untuk diakui. Ragu, bukan berawal dari satu inisiatif yang dapat dikembangkan, meniti banyaknya alih profesi baru yang mulai diakui.

Pada kesempatan kali ini, pikiran gue mulai terancam, persaingan yang bisa dilihat begitu terasa menyedihkan buat gue. Jarak tempuh yang jauh terlihat begitu rumit, dengan waktu dan kesadaran yang gue miliki, akankah gue bisa meraih sesuatu yang gue cita-citakan dalam benak ini? Jangan tergiur akan keindahan visual, banyak hal yang banyak gue remehkan dalam kehidupan sehari-hari, gue gak bermaksud merendahkan apapun yang gue lihat, gue gak bermaksud melepas semua yang gue lihat hanya demi kepentingan gue peribadi, gue gak bermaksud membiarkan banyaknya asumsi buruk terlontar dari kepala gue, jika saja gue dapat melakukan segalanya hanya dengan sekali lihat, gue pasti akan menjadi manusia keberuntungan yang gak memerlukan wahyu dari tuhan.

Bimbang, gue sangat bimbang. Adalah suatu legalitas murni ketika gue menduduki yang namanya semester 4, hari dimana kehadiran pengelihatan gue yang melewati batasan ruang dan waktu, melihat masa depan gue yang dibarengi dengan menelan kembali liur yang berada ditenggorokan. suatu kata yang gue pikirkan akhir-akhir ini adalah SKRIPSI.

Skripsi memang bukan akan gue kerjakan dalam waktu dekat ini, namun itu selalu terlintas dan menjadi bayangan kelam akan apa yang akan menentukan keloyalan gue terhadap apa yang gue inginkan. Ini adalah cerita, dalam penyelesaian skripsi gue nanti, gue ingin menyamakannya dengan apa yang akan gue cita-citakan, anggap saja skripsi akan gue jadikan pintu awal dari apa yang akan gue raih. Gue masuk konsentrasi multimedia atas dasar gue ingin memiliki kemampuan,  keindahan, dan ketajaman akan rasa dan selera. Memang masih belum terpikirkan, namun gue rasa gue akan beruntung karena gue akan mulai mempelajari akan hal itu juga gue gak kehilangan koding yang memang bakgron gue. untuk itu pada akhir nanti gue ingin membuat suatu sekuel cerita yang dibundel menjadi animasi yang juga dapat dimainkan. Istilahnya feel charactering, motion capturing, visual artisting bahkan sampe coding gue yang menyelesaikannya sendiri. bukan tidak berpikir untuk mencari grup. Namun ini akan lebih kepada selera dimana gue ingin berusaha untuk membuatnya sendiri secara pribadi meski dalam riwayat sejarahnya, semua karya gue belum konsisten, semua itu terbukti atas apa yang gue posting di Publik DeannSetiia.

Untuk itu, gue kembali menggunakan ActionScript 2, bahasa pemrograman yang akan dimusnahkan dengan adanya versi terbaru dari program Adobe Flash. entah mengapa, pada rilis mutakhirnya (update maret 2015), Adobe Flash Creative Cloud sudah tidak mendukung pemrograman ini dan hanya mengkhususkan pada ActionScript 3 yang dapat melampaui jenjang Mobile Smartphone berbasis iOs dan Android. Sayang sungguh sayang, ini terjadi ketika gue berada dipertengahan otodidak. Ya, Adobe Flash yang pernah dikenalkan oleh teman gue waktu gue dijenjang derajat SMA dulu, bersama versi yang dikeluarkan pada tahun 2004nya dan program yang gue pake dulu masih ada di lingkup Macromedia, Flash MX. Namun kilasan balik tak perlu dipertajam lagi toh sekarangpun masih banyak orang yang masih gemar dengan ActionScript 2 dan banyak orang yang enggak update dan tetap menggunakan versi semi mutakhirnya CS6.

Untuk banyak alasan, selama beberapa hari ini gue akan berusaha fokus pada penguasaan program ini (semoga tuhan memberkati). Namun sebelum itu, agar gue dapat membagi waktu dengan baik, tadi waktu gue udah suntuk suntuknya gak bisa mecahin masalah struktur koding yang gue coba-coba, dengan rasa rela biarin aja dulu dah gue buka lagi VB6 yang dulu juga pernah gue pake dalam edisi rilis Kuba Beta dan Loka DeannSetiia, dan inilah hasilnya. Jadi pada postingan kali ini sebenarnya gue hanya ingin share sekaligus update tentang yang namanya Info diri yang menjadi acuan tugas oleh Ibu dosen, Windha Mega dimateri Perancangan Basis Data, meski belum kedatabase karena gue masih baru belajar tentang interface dan fungsi-fungsi program Visual Basic dan untuk minggu ini (Rabu, 18 Maret 2015) adalah hanya bikin program menggunakan VB6 dengan tampilan seunik mungkin. Mohon maaf udah lama gak update. sekian dan terimakasih :)

Ingin lihat program ini berjalan, sedot di http://sedot.deannsetiia.net/Info%20Diri.zip

Kebutaan yang Samar

38Melakukan suatu hal diantara ketidak tahuan dan waktu, diatas kesadaran yang sering dikucilkan. Tanpa mengetahui norma dan prinsip hak asasi yang lain. Terkadang, gue gak bisa melihat apa yang terjadi dilingkungan gue. cuek akan segala hal yang terjadi memang tipikal buruk dari seorang gue, gue memiliki beberapa alasan tentang apa yang gue lakukan kedepan nanti, setidaknya itulah prinsip yang membuat gue tegar dan akan membela gue suatu saat.

Gambaran dan fenomena hidup sulit meyakinkan gue untuk melihat sesuatu yang rumit untuk gue artikan, menurut gue semuanya berjalan sesuai apa yang gue perhitungkan meski apa yang sering gue dapati adalah rasa sial dan kecil. Ragu adalah kebimbangan yang buta, gue ingin bergerak sesuka hati tanpa adanya keraguan akan apa yang terjadi. Hidup gue bahkan serasa tidak adil ketika gue mencoba membanding-bandingkan apa yang gue dapat ketimbang orang lain, bukan gue buta akan usaha, namun itu terjadi lebih dari apa yang gue lihat, tingkat ketajaman rasa akan visual amat kuat, itulah mengapa dalam perputaran hidup ini gak selamanya gue akan merasa aman dan baik-baik saja.

Jika saja, gue dapat meminimalisir sakit yang terjadi saat gue melihat keburukan, gue akan menyamarkan semua itu dengan apapun caranya, gue ingin menghubungkan sesuatu yang tak pernah bersatu seperti langit dan bumi layaknya hujan, gue ingin menyelami kedalaman tanpa merasa takut ketinggian. dunia berada diatas tipuan yang nyata, oleh karenanya gue tidak takut untuk merasa tertipu meski nantinya gue akan marah. Seperti umumnya manusia, Jika gue tidak memiliki rasa benci, itu artinya gue gak memiliki sesuatu yang gue suka. benci dan suka adalah perbedaan yang bisa kita sebut sebagai bumi dan langit, keduanya sama-sama diciptakan oleh tuhan yang sama, dan itu sebagai rasa yang ditawarkan untuk mewarnai kehidupan ini.

Seperti uraian “Seseorang yang pantas ditangisi tidak akan membuatmu menangis, dan seseorang yang membuatmu menangis tak pantas kau tangisi.”, kebohongan adalah keadilan, kegelapan adalah kenyataan, bahkan untuk mendustai nikmat yang telah kita dapati sering terjadi dikeramaian hidup ini. gue gak berkata gue gak pernah merasa iri pada siapapun meski iri adalah perasaan yang paling berbahaya, kebencian bisa lahir dari perasaan itu hingga bahkan sesak dan merasa terbunuh secara perlahan pasti dirasa.

Ketidak Jelasan Waktu

19Waktu, dia adalah partner penting dalam kehidupan sehari-hari kita, dia bahkan memiliki hubungan yang tak terpisahkan dengan apapun yang kita lakukan. Sesekali kita akan merasa kehilangan waktu itu. Kita dapat mengenalnya melalui benda perantara yang kita sebut sebagai “Jam”. Dimasa kita ini, jam tidak harus berupa benda bulat yang berputar dengan bunyi tik toknya, dia bisa kita dapati dari seluler, gadget bahkan PC yang kita miliki. Jika benda yang terhubung dengan waktu adalah benda berhargamu, kita harus memperbaikinya karena waktu tidak pernah istirahat bahkan disaat kita tidur, dan ia akan tetap terus setia bekerja tanpa henti dengan keterbatasannya untuk memberitahu kita tentang waktu. Seiring dengan banyaknya waktu disekeliling kita, tidak menjanjikan bahwa kita tidak akan kehilangan waktu. Kita bahkan mudah melupakannya meski untuk mendapatkannya sangat mudah kita temui, manusia sering melupakan sesuatu yang dianggapnya sangat mudah didapati, kita bahkan sering mengingkari kesadaran itu. Terkadang, banyak orang yang merasa mati dan frustrasi akibat waktu, waktu dapat menyayat pikiran dan perasaan kita dengan spontan bahkan juga perlahan menyakitkan. Berpikir tentang waktu, terkadang kita sering menyalahkan waktu akibat perbuatan kita sendiri, dia adalah sesuatu bisu yang sukar untuk disalahkan, dia adalah korban bisu yang setia memberi kita informasi. Malas, inilah frame penting yang membuat gue pribadi akan menuduh waktu dan mengeluh ketika gue mendapat hal rumit untuk dipikirkan. Entah mengapa malas adalah kata yang sangat benci gue akui. Manusia tak pernah jauh dari sifat malas, terkadang opini dan kebencian yang mengiringi waktu akan menjumpai manusia akan malasnya, dan itu dilakukan oleh manusia. Rasa ego dengan bekal membela diri sendiri dan menyalahkan orang lain adalah kebiasaan kita. Bahkan karena malas dan waktu itulah manusia tidak pernah menjadi makhluk yang sempurna. Betapa sulitnya membagi waktu bagi seorang gue pribadi, meski begitu ketika orang lain menyebabkan gue kehilangan waktu akibat, tanpa melihat celah sendiri gue sangat merasa gondok dengan orang itu. Entah kenapa rasa geram dan tak tahan berada dekat dengan hati ini sehingga membuat gue menyimpan rasa benci yang sulit dihapus, bahkan untuk waktu yang sekejap itupun mampu membuat gue menuduh akan apapun tentang orang yang gue benci. Tak ada hal yang istimewa dengan catatan gue kali ini, entah saat ini gue ingin mengadukan apa yang gue rasa agar tumpah di sini.

Menu Mie Goreng ala Gue

IMG20150212115414Salam kangen pada nusantara catatan gue. udah lama gak update, entah kenapa gue sangat tidak memiliki alasan untuk update blog ini, karmna seperti yang (gue) bilang sebelumnya bahwa Publik DeannSetiia adalah tempat dimana karya-karya gue yang dipublis diinformasiin, sedangkan untuk Catetan DeannSetiia ini cuma sebatas diari harian seorang gue, namun apa daya, efek rasa males dan sok sibukk gue inilah yang menjadikan gue jadi lupa dan melupakan diri dengan cara hanyut tanpa kabar di blog ini, sayang banget, bahkan untuk Publik DeannSetiia, gue baru inget kalo gue enggak bikin kalender publik DeannSetiia Land untuk tahun yang ke-2015 :(.

Banyak hal yang terjadi dilingkugan gue, mulai dari kelabilan gue terhadap yang namanya makan. Saat ini, gue lagi dalam masa libur kuliah, jadi dari beberapa minggu yang lalu gue lagi stay home bersama keluarga gue. Biasanya, ketika gue udah sampe rumah nih, gue paling doyan jadi hantu penggorengan, ya yang gue goreng sebenernya cuma telor dadar yang agak dikeringin jadi berasa kriyuk krenyes dari kocokan telor yang ampe bebusa itu, tapi karna waktu itu gue mengalami kejadian naas dua kali, jadi nafsu makan gue menghilang dan kadang seharian gue ga makan, sekalinya makan paling cuma sehari sekali. yang gue makan biasanya nguras kantong orang tua gue, yaitu minta duit buat jajan, batagor, somai dan sebagainya, dan kalo makan nasi gue berasa kayak orang menja, karna gue ga mood dalam hal makan (kemaren itu), jadi kalo mau makan gue pengen beli nasi ayam bakar padang, ketoprak, mi ayam ato gado-gado, selebihnya kaga. Alesan kenapa semua itu terjadi karna kan kalo orang tua gue beli telor itu biasanya 1 sampe 2 minggu sekali beli telor satu krak terus (Maklum, orang yang ditanggung orang tua gue karna butuh makan disini lebih dari 100 orang, heheee). nah biasanya kalo telor belon abis dan kira-kira enggak cukup diisi lagi ama satu krak dan akhirnya telor yang paling bawah itu ga dipake-pake, kejadiannya waktu itu adalah ada tikus yang menyebabkan dapur jadi bau tengik (dan itu memjijikkan ), dan waktu gue mau bikin telor dan ngadu kalo telornya bau keorang tua gue, dia bilangnya itu cuma karna ada tikus, dan waktu gue mecahin telor yang terjadi adalah telornya udah jadi item dan baunya nyengat (tembuhuk, buseeet!), dan bukan hanya sekali aja, gue dua kali kena nasib seperti itu dan setelah itu napsu makan gue jadi ilang dan merasa agak trauma ama yang pegituan.

Semenjak adek gue disunat dan ga boleh makan ayam ato telor ato kacang-kacangan dan sebagainya, gue meratiin yang masakin buat adek gue (masak nasi goreng tanpa telor), dan karna melihat caranya yang unik dan pengne gue cona akhirnya gue jadi resep bikin nasi goreng, tapi kan karna nasi goreng mah udah biasa, jadi gue nyoba-nyoba sekalian ama yang namanya Mie Goreng, Jadi pada kesempatan kali ini gue cuma mau share tentang yang namanya “ngegoreng mie goreng ala gue, kikikiii”

Berikut Step yang gue jalanin

  1.  bahan yang diperluin adalah Bawang Putih, Bawang Merah, Kecap Bango, Garam, Sasa, Masako, 9 Cabe Rawit Warna Oreng yang gede, dan Mie Sedap Goreng.
  2. IMG20150212114121Ambil Baskom, Isiin air yang sekiranya cukup, dipanasin ampe mendidih dan menguap banyak, terus masukin Mie Goreng dengan maksud rebus disitu, tapi jangan lama-lama, cuma sampe mienya lembek aja trus keluarin (jangan terlalu mateng! karna nanti jadi lembek dan bikin males digorengnya), taro ditirisan/tempat penyaringan, baskom yang berisi air panasnya pindahin, tapi airnya jangan dibuang dulu.
  3. Ambil 5 Cabe (Sisain Empat Cabe), Bawang Putih dan Bawang Merah kemudian diulek di satu kesatuan tempat yang kata orang tua gue adalah cobek/cowet (gak tau bahasa aslinya apa).
  4. IMG20150212114343Ambil kenceng, isiin minyak goreng disitu, trus masukin telor, sama seperti yang di mie tadi, jadi telornya cuma digabung-gabungin, setengah mateng ajalah, karna nanti masih ada proses goreng lagi, jadi gak masalah kalo kuning-kuning telornya masih basah, keluarin telornya dan taro dipenyaringan (disatuin ama mienya).
  5. IMG20150212114731Pastikan minyak goreng bekas telor tadi masih ada, trus cabe dan bawang yang diulekan tadi dan juga bumbu-bumbu mie goren itu masukin ke penggorengan, kemudian aduk-aduk aja, masukin garem, sasa, dan masako, trus air panas yang dibaskom tadi guyur ke cobek dengan maksud biar gak ada bekas cabe yang tersisa, dan masukin lagi ke penggorengan itu. Aduk aduk sampe orang-orang disekitar kita pada batuk karna kena asepnya. kemudian dengan gerak cepat ulek lagi empat cabe yang masih disisain dan masukin telor ama mie yang ada dipenyaringan itu ke penggorengan dan aduk-aduk sampe semua bagian mie kena bumbu yang dipenggorengan itu.
  6. IMG20150212115112Setelah dipastikan udah diaduk dan rata, tuangin cabe yang ada dicobek itu dan kedalam mie yang ada di kenceng, karna cabe bumbu yang pertama itu gak akan berasa pedas (Survei: cabe kalo udah digoreng, gak bakal pedes, makanya taburin cabe yang diulek mentah itu lagi biar rasanya maknyoss). Kemudian aduk-aduk sesuka hati, kalo perlu biar agak bergaya, apinya diperbesar lagi sampe mentok, jadi asepnya keluar dan kemuka kita sampe kita merasa batuk-batuk.
  7. IMG20150212115414Jangan lupa telornya dipecah-pecahin biar merata, dan aduk-aduk terus, jangan pernah berhenti sampe terlihat kalo mienya berwarna coklat dan jadi agak berat, setidaknya sampe air yang disitu sampe abis, kalo dirasa udah cukup baru deh masukin ke piring dan Taraaa Ngegoreng Mie Gorengnya jadi deh.

Catatan : Selama ini, mie goreng yang kayak gitu rasanya enak banget looh

Terupdate, tak musti terbaik

Karisma seseorang yang munjukkan sesuatu, membangun banyaknya mahakarya yang disebarluaskan guna dapat diandalkan. Meski kadang jarak yang akan kita tempuh terlihat begitu jauh, tahapan mimpi dan jam terbang selalu digunakan sebagai petunjuk utama. Kita tak akan pernah bisa berdiri dengan baik, menggunakan kedua kaki sebagai pijakan utama. Tentu saja kita harus dibantu, sesuatu yang dijadikan alat, refrensi dan yang bisa membawa kita mendapatkan titel master. Terupdate, tak musti terbaik. Terkadang, kita membutuhkan standar kewajaran yang tak sama dengan orang lain, dalam hal ini selera tinggi tidak harus dikaitkan dengan kegemaran dan cocoknya mesin yang kita gunakan. Ya, pada postingan kali ini saya hanya ingin membahas tentang suatu program perangkat lunak.

Dalam istilah rilis. kita pasti menemukan pembaruan yang kita kenal sebagai update. Kebanyakan developer memberikan kita muatan dan fasilitas yang baru untuk perangkat lunak yang kita pasang pada mesin komputer kita. memasang pembaruan terkini sudah dijadikan budaya untuk pamer, mengenal seseorang yang selalu mendapatkan pembaruan dengan cepat tentunya membuat orang lain sensi dan meniru pergerakan ini. Namun, terkadang kita tidak melihat apakah itu cocok, kita bahkan sering memaksakan kehendak demi tidak terlihat jadul. Perangkat lunak terupadate biasanya akan menyesuaikan pada mesin-mesin terkini. kita akan dipaksa untuk melihatnya dari segi perangkat keras bawaan mesin yang kita gunakan. Sebagai mahasiswa, terkadang saya bahkan tak sadar, bahwa ikatan ini terkadang kita lepas dari standar kerjanya. mementingkan apa yang terlihat dibandingkan performa, membiarkan prosesor menghitung satuan bit yang berada diluar standarnya, benarkah begitu?

Bahkan mungkin seperti kendala yang saya alami. sampelnya saya beri gambaran dengan produk Adobe Corporation terkait Flash, hingga saat saya membuat posting ini, rilis terbaru produk ini adalah Adobe Flash CC yang mana sebelumnya adalah Adobe Flash CS6. ini adalah masalah berbeda dari apa yang barusan saya uraikan. Dirasa, software produk terakhir memang ramah lingkungan, tidak banyak membutuhkan memori dan tidak banyak bug yang rusak saat kita mencapai limit. namun, produk terbaru ini bukan penyesuaian terbaru dari Adobe Flash CS6nya. Produk ini hanya memiliki fungsi tertentu yang luas, juga meninggalkan banyak fitur-fitur dari edisi sebelumnya. Lalu, apa yang saya gunakan? Tentu saja, saya akan kembali ke produk sebelumnya.

Pre-Realizing

Membuat kelopak matamu membengkak dan menyayat hati, Tetes air mata sebagai awal dari sebuah drama Membuat semua orang penasaran, manakah penjahat dunia? Demi banyaknya waktu yang telah dilalui, gue mulai meyakini akan suatu rasa untuk pribadi adalah dinamis. Entah, manusia penuh dengan teka-teki, tidak hanya bisa disimpulkan sifat dan hatinya hanya melalui tindakan. Hati itu lunak, dan dapat berubah sewaktu-waktu, seperti halnya penyakit stroke, gak ada yang tau kita akan mengalaminya dan itu akan terjadi secara tiba-tiba tanpa prediksi, kelak mungkin hingga akhirnya nanti gak akan pernah mungkin ada satu orangpun yang dapat menjabarkan hipotesanya tentang kebenaran manusia dan mengungkapkannya.

Listing projek yang udah gue rencanain terlalu banyak untuk dihitung, tapi rasanya meski itu berasal dari pikiran gue pribadi, terkadang itu hanya menjadi kesan PHP yang bikin gue sendiri menjadi gondok. Apa yang sebenarnya gue maksud? terjadi suatu tindak ketidak pastian dalam diri. Lingkungan dan orang sekitar bisa dikata sebagai penghambat abadi yang murni. Sebagian besar pencapaian kegagalan misi gue dalam suatu projek ditentukan dengan jumlah temen yang sering main, sisanya hanya karna cuaca yang membuat gue seret untuk bergerak. Ya. kalo ditinjau secara umum, ketika gue mau menyalahkan keberadaan manusia, tentunya itu yang membuat gue sakit. untuk sampai kapanpun manusia akan selalu begitu, bahkan gue yang selalu menyalahkan kehendak secara sembunyipun yang menjadi masalahnya. kenapa gue bisa terpengaruh sama semua itu? gue juga adalah bagian dari sesuatu yang gue dustakan, gue adalah manusia yang gak pernah mau berusaha yakin dengan apa yang gue liat, terutama untuk sifat kemanusiaan.

Rasa egois pasti ada pada diri gue, bahkan lebih besar melampaui apapun yang terdetik dihati gue. Gue pengen bisa segala sesuatunya dengan sempurna, benci dibatasi meski itu oleh waktu dan menunggu adalah kemuakan yang mega besar. Teramat dan melebihi satuan waktu yang gue gunakan, itulah sesuatu yang enggak gue suka.

Instruksi Kehidupan

[DeannSetiia] Shiho Story - Meet Sherry0008Entah berapa lama, kepala ini tidak digunakan untuk menyimpulkan penalaran dan mencari masalah, memburu idealisme yang tinggi yang nampak haus dengan renungan-renungan keabadian. Tak harus suci untuk memulainya, cerita yang dikarang melalui potensi khayal melalui dimensi yang berbeda, mencoba berpikir guna menunjukkan perbedaan yang dimiliki kepada pengguna, merenggut banyak waktu untuk bisa menghasilkan sesuatu. Ya, untuk saat ini, belum ada kepastian dari kuburan jiwa ini, sepertinya ada sesuatu yang masih mengganggu konsentrasi otak kiri, sesuatu yang sulit ditebak dan tak bisa dijangkau melalui bawah sadar ini, sesuatu yang juga menjadi musuh bebuyutan pedoman hidup tak mustinya gue pahami, namun, semenjak waktu berlalu, rasanya gue juga mulai terbiasa dengan kehidupan yang sebenarnya bukan gue banget.

Inilah pencitraan berbeda yang digunakan untuk menangkis sisi sahabat, menanggung banyak asumsi buruk tentang kehidupan meski dari semua perjalanan ini, ada barter dari pengalaman gue. Ini adalah warna yang gue suka, selain ketajaman yang unik, persembunyian yang baik bagai ninja,  dan menghilangkan informasi-informasi baku manusia secara umum. Meski begitu gue juga membenci warna ini, ini adalah warna yang gue benci melihatnya, gak peduli siapa yang menggunakannya, gue lebih memilih jika gue menyandang keburukan satu sisi ini, asal mereka tidak menyadari, asal lingkungan tak peduli, setidaknya tak ada yang melihat bahwa gue melakukan hal ini.

Ini adalah instruksi kehidupan dibidang abstraksional. sesuatu yang kasat mata yang mengundang penalaran dari berbagai sisi, banyak logika yang digunakan untuk meraihnya, terkadang benar, terkadang salah. Namun, pencapaian ini bisa kita gunakan ketika kita berusaha. Berbeda dengan manusia, sesuatu yang tidak bisa kita mengerti, maksud dan tujuan yang sedang digunakan. analisis yang rentang juga dapat membunuh para pengamat. Manusia adalah sesuatu yang amat dinamis, sehingga setiap perubahannya tidak bisa kita simpulkan melalui logika. sepertinya perasaan memang sesuatu yang harus kita singkirkan, meski terkadang terdapat rasa sesak yang mematikan, membunuh dan mencederai fungsi indra, namun banyak yang tetap menanggungnya. penderitaan yang sulit diungkapkan melalui bahasa tulisan justru akan merusak pikiran kita, kepala ini rapuh, kepala ini butuh kepastian, kepala ini juga tidak bisa dicampur adukkan dengan urusan hati. Jadi, mohon untuk tidak membanding-bandingkan sesuatu yang bersifat logika dengan yang namanya rasa. itu adalah hal yang menjijikan dan gue membencinya. Gue mulai membencinya ketika gue beranjak menyadari suatu kebenaran, kebenaran yang sangat rasis antara hubungan interaksi manusia dan data.

Jurnal Bonceng Jogja-Semarang

Tak berjudulTidak seperti kegiatan gue biasanya, kali ini gue memiliki jurnal baru dalam hidup gue, yaitu diboncengin dalam jarak tempuh yang lumayan jauh, Jogja-Semarang. Perjalanan gue dkk dimulai karena ketidak rencanaan dan terjadi begitu saja, dan hasilnya gue masih dihantui rasa bersalah atas keadaan yang menimpa kehidupan psikologis teman gue. Langsung aja, dua malam sebelum ini, tepatnya pada hari Sabtu, tanggal 26 April 2014. Ketika temen-temen gue pada nyetem di kos gue. sebenarnya kita memiliki aktifitas kita masing-masing, ada yang ngegame, facebookan, dan gue sendiri aja pikiran gue melalang buawana melewati banyaknya naluri yang tersirat dalam benak, berkhayal tentang game buatan gue yang kerjaannya belepotan dan enggak kelar -_-. Nah, waktu itu kita niatnya pengen keangkringna, maklum beberapa dari kita termasuk gue sudah memiliki akun tipis pada pendataan lembar berharga di dompet, dan waktu ngajak temen gue yang kebetulan belon gabung, dia bilang mau ke magelang, ke kakeknya. Nah, itulah sejarah kami dimulai. Pada waktu itu, kita sentil sentilan lidah bilang begini, “kenapa enggak maen ketempatnya dovi aja?”. Dovi adalah nama temen kampus gue asal jakarta tapi punya kerabat di daerah magelang.Usul ketemu usul temen gue sepakat dan akhirnya kita memutuskan untuk berangkat duluan ke angkringan. Nah, waktu si dovi ini dateng, trus kita bilang kita ngikut dov dan dia mengiyakan tapi dengan lanjutan kalimat “tapi besok gue mau ke semarang sama kakek gue”. Waduh, terdetik rasa kurang enak buat gue karena yang gue tau ini adalah acara keluarganya dia. kenapa kita pada nimbrung-nimbrung, trus karena kesalahan komunikasi dan kesepakatan yang salah diartikan oleh si dovi itu, akhirnya kakeknya setuju kalo kita ngikut. kita enggak menyesal karena kapanpun sebenarnya yang penting kita bisa jalan-jalan bareng, yaaa itung itung mengekstrak semua penat.

Waktu berlalu, perjalanan pun dimulai, dan bukan dari suatu hal yang bisa dicuri.

  • Sekitar jam 19.30an, setelah kami mempersiapkan diri membawa barang-barang keperluan dari kos masing-masing ke basement sementara kami, Angkringan tempat kita nyetem. Akhirnya kami berlima [Gue, Harland, Reza, Ira dan Dovi] berangkat menuju Magelang lewat jalur dalam. [Lihat Kordinat A ke B]
  • + Jam 22.00 kami sampai di magelang, tempat kakeknya temen gue, si Dovi dan kami beristirahat menunggu pagi disana .
  • + Jam 07.00 kami berangkat dari magelang lewat jalan utama ke arah Semarang yang dengan hantaman jalan, ban bocor dan ngisi bensin sehingga tiba sampai ke tujuan, tepatnya Asrama Polisi sekitar Jam 10.00 [Lihat Kordinat B ke C].
  • Jam 17.00 kami berangkat lagi dari semarang ke magelang, dibarengi dengan mampir ke masjid dan tersesat ditengah jalan hingga akhirnya kami sampai di magelang lagi jam 20.00, dan kami berstirahat sejenak [Lihat Kordinat C ke B]
  • Jam 10.30an kami berangkat dari magelang menuju tempat masing-masing, dan kali ini karena ada beberapa masalah jadinya kita masih nyetem lagi di tengah jalan hingga pada akhirnya kami tiba dengan selamat di kos masing-masing kira-kira jam 00.30an

Maaf sebelumnya ini telat update, dulu kirain udah keposting tapi ternyata berminggu minggu ini mask ke draft :)

Jurnal Gowes Jogja-Solo

jurnalPada kesempatan kali ini, gue mau share jurnal gowes gue yang udah gue jalankan beberapa hari yang lalu dari Yogyakarta, tempat dimana gue ngekos sampe yang namanya Solo, tepatnya pas di Kraton, Surakarta. Dengan kondisi diatas, bisa dikatakan ini adalah simulasi yang gue lakuin setelah lama gue enggak bareng ama sepeda gue lagi, yaaaah maklum, setelah kebanyakan mengidap asap rokok dari temen-temen kampus yang membuat gue ngerasa kayaknya paru-paru gue udah gak bersih lagi, akhirnya gue bisa memformatnya kembali dengan agenda dua hari sebelumnya gue keliling ringroad biar gak kaget kagetan lagi, berikut jurnal perjalanan gue:

  • 06.20 telat bangun, dijemput sama dua orang kelas lain, Umi Kaltsum dan Fakih [baru kenal, dan gak tau nama panjangnya siapa], hanya cuci muka dan berangkat sebelum jam 06.30 menuju arah solo.
  • 08.00 mampir sebentar di alfamart untuk beli koka kola karena biar ada gelojak dan menahan rasa mual diperjalanan.
  • 10.00 tiba di kartasura, makan pagi semi siang, dan beristirahat kurang dari satu jam kemudian melanjutkan perjalanan.
  • 11.30 mampir di rumahnya si fakih dan istirahat (gak seperti biasanya ada waktu istirahat, maklum rumah orang, disuruh istirahat jadi gak enak sendiri, hehe).
  • +15.00 keliling keraton sebentar dan langsung dibarengi dengan perjalanan pulang menuju jogja.
  • mau magrib mampir di warung makan dan menikmati yang namanya nasi liwed.
  • sampai di yogyakarta, jam 21.xx dengan selamat :D

Skema Rute: Jarak antara Yogyakarta-Solo diperkirakan minimal 61,7 KM. dan karena kita menggunakan jalur yang sama, berarti jarak Solo-Yogyakarta juga diperkirakan minimal 61,7 KM. Sehingga Total tempuh kita selama satu hari waktu itu adalah 123,4 KM

Suatu kecenderungan

225339_223316761012453_3744920_nTerbelenggu, diam dengan masa baru dan menjadikan beberapa aturan menjadi bagian dari kehidupan. Rusak! perasaan bisa saja rusak karena aturan logika yang memiliki banyak simpul yang sulit dipecahkan, sesuatu yang tak bisa dikendalikan dari diri akan mendatangkan dua pemahaman emosi yang berlebihan dan orang-orang akan menyebutnya “terlalu”. kata “Terlalu” tak selamanya menjadikan manusia terbelenggu dengan suatu asumsi sebab umumnya kita dapat merasa “Terlalu senang” dan “terlalu sedih”. intinya emosional kita terbuka dan kita melepas peran logika kita menjadi jam terbang atau bawah sadar kita. Kita mungkin menyadarinya. Namun, suatu kesadaran yang kita pahami sebelum kita menyadarinya waktu itu bukan berasal dari serapan sebenarnya, itu hanya media hipnosis yang memaksa kita merangsang hal baru agar mudah ditoleran tanpa harus disaring melalui dasar logika.

Manusia cenderung membebankan satu pihak dari dirinya, beberapa menggunakan logika untuk memahami, meresapi keadaan sekitar, namun sebagian dari kita juga cenderung menggunakan hati dan perasaan untuk mentoleransi keadaan. Tingkat pemendaman rasa, nyeri hati dan ketegangan emosional yang berbeda juga menurut gue akan mempengaruhi ketajaman manusia itu sendiri. Takdir memang ada, tapi kita tidak musti menyangkut pautkan kesempatan hidup yang kita miliki dengan takdir tersebut. dengan keyakinan batin dan pikiran itu, seharusnya kita harus melewatkan pemahaman takdir yang tidak bisa kita mengerti melalui dua atribut manusia ini. Hidup adalah pilihan, dan pelakuan kita terhadap suatu pilihan akan tergantung dengan usaha yang kita upayakan dan apa yang akan kita dapatkan. Meski pendapat ini terlalu ekstrim jika kita tak memahaminya, kesimpulan kadang berubah-ubah, kesenangan dan kekaguman manusia juga terkadang luput dengan masa, namun kebenaran memang ada satu, dan tapi apakah kita akan memudarkan tujuan dan kekonsistenan itu?

Sulit untuk melihat kebenaran dibalik kenyataan yang kita lalui, kita butuh sejenak waktu untuk sendiri dan memikirkan semua itu, pola yang rumit dijangkau ini membutuhkan kesabaran dan pemahaman kita yang tinggi, setidaknya kita akan dipaksa untuk menyesuaikan perasaan dan logika untuk keadaan yang meliputi diri kita. Sejauh ini, ketika kita tidak dapat meresapi apapun dan memahami lingkungan sekitar, hal mudah yang dapat kita gunakan adalah membandingkan. Berapa banyak kah kegiatan kita untuk menjadi bermanfaat, berlatih, dan berkarya ketimbang kesenangan lain yang berubah-ubah?

“Jangan berpura-pura dalam berdo’a.”. Dibandingkan dengan urusan do’a, kita biasanya akan melewatkan titik fatal yang biasanya sering kita dengar dari orang-orang tua kita. kebiasaan mendengar cenderung membuat telinga kita menjadi bosan dengan uraian-uraian tersebut. ada suatu sistem yang salah dalam penyaluran dan penalaran informasi ini, namun kita pasti tidak asing dengan kata-kata itu. kita mungkin merasa kebal dengan peringatan itu, kebal bukan berarti kokoh! ini akan membuat kita jauh dari kehidupan manusia sebenarnya. Sesuatu terpecahkan, bukan dari sesuatu yang dapat dicuri dan dari sesuatu yang tidak ada duanya didunia ini. Sejauh ini, dengan sesuatu apapun yang terjadi, meresapi dan mendengar lingkungan adalah langkah utama “dasar” yang perlu kita perhatikan.

« Older Entries Recent Entries »