Bi Konfidental

imagesKetika saya berjalan menelusuri kilatnya waktu berlalu, sayangnya tak semua yang ada dipikiran saya bisa dibawa untuk bersama, setiap waktu yang saya lewatkan mampu membuat saya rela mengorbankan sesuatu yang saya bawa yang padahal itu akan menjadi milik saya dimasa depan. Namun, karna kita tak bisa menoleransi akan keadaan buruk dan mungkin saja dari awal takdir sudah banyak memperhitungkan keadaan saya yang ketika saya tidak bisa mempersiapkan semuanya dari mula, saya akan mati secara perlahan dan sangat mengenaskan.  Saya benci untuk menunggu mati dalam periode yang lama, mungkin semuanya juga akan begitu karna bagaimanapun juga merasakan diri semakin melemah dan tak berdaya adalah penyesalan tingkat dewa. Kita sudah banyak melihat ada orang yang lumpuh yang kemudian beberapa bulan lagi ia terserang penyakit inilah, itulah dan setelah beberapa tahun mengidap penyakit itu dia baru bisa meninggalkan dunia ini. Untuk mati kok masih ada administrasinya?

Apa bekal saya untuk kedepan nanti? Jawaban saya adalah kosong! Saya tidak memiliki sesuatu apa untuk bisa saya gunakan sebagai bumerang untuk para penanya dikubur itu. Apakah saya bisa melarikan diri dari interogasi para algojo yang katanya mereka adalah makhluk yang menyeramkan yang tak pernah bisa dilihat oleh manusia yang masih hidup. Takut? Gelisah? Resah? Susah? Pastiiiii… saya bahkan tak bisa memprediksikan bagaimana alur cerita yang saya bawa ketika berhadapan dengan mereka nanti. Yang jelas, dari semua itu hikmah pasti banyak berceceran disekitar kita. Kita tak bisa melihatnya karna kita tidak sedang mengejarnya. Titik kecil yang mudah luput dari mata justru lebih esensial dari apapun, inilah ungkapan sederhana, bijak dan sebagai pusat inspirasi saya yang saya ambil dari Anime dan Manga Faforit saya, Meitante Conan-wa.

Tinggalkan Balasan