~Jurnal [Prenduan-Kokop]

Pulau Madura, DeannSetiia.NetHari ini, tanggal 19 Februari 2013 saya ngeblog lagi. ancur aseli ancur!! sekitar setengah bulanan ini saya tidak dapat merasakan indahnya ngeblog bersama sobat-sobat seper-HATI-an karena di hosting yang saya gunakan, tepat satu server yang mana berkas saya disimpan itu rusak! jadi selama itu pula saya tidak dapat memuncratkan isi kepala saya dan temen-temen tidak dapat mengunjungi web ini, bukan hanya itu aja! karena sebelum peristiwa itu tejadi saya udah gencar-gencarnya ngunjungin melulu biar dapet rating dan terindeks secara terperinci oleh mbah google, giliran udah pas seneng-senengnya, nama saya mulai merosot karena webpage ini tidak aktif :(

Meski begitu, yaaaah walau nampak begitu egois saya ingin sekli akun saya aktif dan sekarang dengan back-up yang lama (untuk sementara ini ajah) saya akan teruskan web ini. tak apalah karena nanti ketika servernya hidup lagi, update saya setelah back up yang lama akan saya gabungkan dengan update yang ini jadi terkesan aktif mulu :D

Kali ini saya mau cerita ketemen-temen tentang perjalanan bersepeda ria saya dengan berkeliling dipinggiran sekitar ⅓ Bagian Pulau madura, yang mana saya menghabiskannya dalam waktu 2 Hari (Tanpa Malam). saya berangkat dari tempat saya, didaerah Prenduan Kab. Sumenep Madura sekitar jam 6-an pagi, Hari Jum’at tanggal 8 Februari 2013, perjalanan awal saya memang bukan seperti yang saya harapkan karena saya berniat untuk pergi shalat subuh, tapi karena malamnya tidur terlalu larut, alhasil saya terlambat bangun dan akhirnya tak apalah saya berangkat jam 6 pagi. sebelum perjalanan tersebut, tepat waktu malam harinya saya telah mempersiapkan dengan amat matang, Sebuah Peta pedoman yang terbuat dari kertas HVS (Legal) yang di Print melalui Printer Epson T30. Halooooow!!!! bersiap-siap untuk meluncur ke tujuan!!! tanpa bilang orang tua, tanpa kabari temen-temen yang jauh, tapi yang deket mah dikabarin perlahan-lahan tapi cuma beberapa doang dah yang tentunya akan berbicara perlahan-lahan ketika saya pergi.

oke, dengan hanya membawa satu baju salinan panjang warna putih buat dipake nanti ketika saya mau balik ke tempat ini lagi akhirnya saya meninggalkan daerah Prenduan-Sumenep ketika Jam enam. saya melihat banyak kawan-kawan saya yang sedang joging diluar sana, tapi dengan gaya seakan-akan tak menyadarinya saya terus ngebut bersepeda ria sendirian. tepat pagi-pagi itu juga banyak anak-anak kecil yang sekola SMP dan SMA berkeliaran diaspal, ada yang pake sepeda, motor bahkan ada pula yang jalan kaki, dengan melihat mereka saya jadi tidak merasa terbebani atau lelah, apalagi dijalan besar pertigaan, dimana saya kebingungan arah mana yang akan saya ambil, beruntunglah jalanan rame dengan anak-anak sekolahan sehingga para polisi lalu lintas menertibkan mereka, waaaah kesempatan deh buat nanya-nanya jalan mana. disetiap pemberentian saya yang sejenak, yang hanya untuk menanyakan kepada orang-orang sekitar kemana jalan yang benar untuk saya, saya juga mengambil beberapa gambar yang nantinya akan saya jadikan acuan bahwa saya telah sampai ketempat tersebut dengan sepeda sebelumnya.

ketika jam 8.10 saya mampir untuk sarapan di rumah makan “sederhana”. dipinggiran pantai dengan suasana angin sepoi-sepoi, Anjiiir. saya beristirahat disana sampe jam setengah sembilan yang kemudian disusul dengan bersepeda ria. dengan keringat yang mengguyuri badan saya layaknya orang abis mandi, rambut yang basah yang kalo saya melihat sekilas lewat kaca terlihat lebih cool karena serasi dengan kaos panjang V-Neck yang bermodus korea banget. aseli meskipun rasa capek gak terlalu, tapi ketika ada orang-orang saya malah berakting dengan amatnya seakan-akan saya sangat kelelahan, yaa itung-itung pengen pamer dengan perjalanan jauh saya yang saya pikir pasti orang-orang udah bilang saya ini hebat. Namun nyatanya, ketika saya cerita ke orang yang waktu itu lewat dan nanya saya datang dari mana, apa jawabannya coba? mereka dengan simpel dan tanpa menghargai sedikitpun bilang pake bahasa madura dengan arti “Kasian banget”, waduh!! aturan mah dibilang hebat kek malah jadi kasian banget, emang saya kena hukum yeee?!!


jam 10 saya sudah ada di jrengik dan bersiap-siap memotong jalan karena tujuan saya bukan ke barat lagi melainkan utara. Lihat pada gambar peta. lelahnya, ternyata, dari jrengik itu jalan yang dituju konang-kokop gak semudah seperti dari kabupaten sumenep-sampang. pasalnya disana adalah yang tidak rata, perbukitan! orang-orang madura bilangnya gunung! saya menghabiskan waktu yang lama untuk bisa kesana.  tiba dikonang jam 11, dan meskipun waktu itu orang-orang jumatan dan karena saya mengatas namakan musafir, si pejalan jauh dan hanya pake training, otomatis saya tidak shalat jum’at. wah-wah wah muter-muter aja daerah konang dan kokop dari jam 11 sampai jam 2 siang. dan setelah sampai akhirnya saya bisa tenang karena langsung beristirahat ditempat tugasnya temen saya.

akhirnya saya sampai dengan jarak tempuh sekitar 80,6 km

^_^

 

Tinggalkan Balasan