Pada postingan gue kali, gue baru aja terilhami sama apa yang mendesuk dipikiran barusan ditambah lagi saat ini gue masih amat hangat sebab gue baru aja terbangun dari tidur malem gue. Huaaaah, kali ini gue cuma mau memberi gambaran tentang Penghapus dan Pensil ini, jadi mohon resapi makna yang timbul dari post ini aja yaa, mungkin ini bisa jadi kisah nyata yang pernah dialami oleh sobat agan atau sista yang kebetulan pada mampir ke catetan deannsetiia ini.
Diilhami dari pengetahuan pas-pasan gue waktu gue browsing diforum kasak kusuk waktu itu, dan sampai saat ini, logika seperti ini masih saja muncul berturut turut dibenak gue. Umpamanya, kita ini diibaratkan sebagai si Penghapus. dan orang yang kita cintai adalah si Pensil. ketika kita mencintai seseorang, dan kita benar-benar tulus, kita tidak boleh hanya menyukai seseorang hanya karena kelebihan yang dimilikinya kan? kita harus melihat semua aspek dari orang yang kita suka atau kita taksiri, dengan beberapa variabel logik yang bisa dimengerti oleh pikiran dan hati kita, tentunya kita bisa menilai dan merenungi apakah dia orang yang benar-benar kita sayang, intinya kita tidak boleh terikat dengan kelebihannya saja, namun kekurangannya, bayangkan seakan-akan kita adalah penyelamat dari kekurangannya, dia bisa menjadi sempurna karena diri kita, dan hanya kita sajalah yang bisa memahami kekurangnnya, haseeek. alesan kenapa gue memberi uraian kayak gini karena dalilnya adalah kutipan dari salju band dalam liriknya yang berjudul selamat tinggal yaitu ;
“Cintailah, juga kelemahannya. Agar kau mengerti apa artinya cinta”.
Gimana? Deal? kalau puas silahkan hentikan, namun jika masih penasaran kelanjutannya teken spoiler intip dibawah ini yakk