Apakah cinta itu sakit?

penghapusPada postingan gue kali, gue baru aja terilhami sama apa yang mendesuk dipikiran barusan ditambah lagi saat ini gue masih amat hangat sebab gue baru aja terbangun dari tidur malem gue. Huaaaah, kali ini gue cuma mau memberi gambaran tentang Penghapus dan Pensil ini, jadi mohon resapi makna yang timbul dari post ini aja yaa, mungkin ini bisa jadi kisah nyata yang pernah dialami oleh sobat agan atau sista yang kebetulan pada mampir ke catetan deannsetiia ini.

Diilhami dari pengetahuan pas-pasan gue waktu gue browsing diforum kasak kusuk waktu itu, dan sampai saat ini, logika seperti ini masih saja muncul berturut turut dibenak gue. Umpamanya, kita ini diibaratkan sebagai si Penghapus. dan orang yang kita cintai adalah si Pensil. ketika kita mencintai seseorang, dan kita benar-benar tulus, kita tidak boleh hanya menyukai seseorang hanya karena kelebihan yang dimilikinya kan? kita harus melihat semua aspek dari orang yang kita suka atau kita taksiri, dengan beberapa variabel logik yang bisa dimengerti oleh pikiran dan hati kita, tentunya kita bisa menilai dan merenungi apakah dia orang yang benar-benar kita sayang, intinya kita tidak boleh terikat dengan kelebihannya saja, namun kekurangannya, bayangkan seakan-akan kita adalah penyelamat dari kekurangannya, dia bisa menjadi sempurna karena diri kita, dan hanya kita sajalah yang bisa memahami kekurangnnya, haseeek. alesan kenapa gue memberi uraian kayak gini karena dalilnya adalah kutipan dari salju band dalam liriknya yang berjudul selamat tinggal  yaitu ;

“Cintailah, juga kelemahannya. Agar kau mengerti apa artinya cinta”.

Gimana? Deal? kalau puas silahkan hentikan, namun jika masih penasaran kelanjutannya teken spoiler intip dibawah ini yakk

Kembali kepada skema, ketika kita sebagai suatu penghapus menyukai si dia dalam artian si pensil, berarti apa yang bisa kita perbuat untuk si pensil tersebut? penghapus hanya bisa digunakan untuk menghapus, jadi ketika si penghapus mencintai si pensil, secara garis besar si penghapus akan senantiasa menghapus semua jejak yang dibekaskan oleh si pensil tak peduli dia menyoretnya ditempat apapun.  Nah, bayangkan. Bagaimana rasanya menjadi penghapus? mungkin banyak dari kita yang tentunya seperti itu, rela membuat diri kita sakit demi sesorang yang kita suka atau cintai. Tapi maaf, bukan maksud gue tidak berpihak kepada para pecinta (masalanya gue adalah user cinta juga!! hehe), namun untuk saat ini kita adalah orang ketiga yang hanya berusaha memikirkan apa yang terjadi pada diri penghapus saat ini. Ketika sekian lama si penghapus senantiasa menghapus garis garis yang dibuat pensil, tentunya penghapus itu akan mengikis dan dirinya juga mulai lecet bahkan keropos habis. Bayangkan dan renungkan, kita tahu penghapus telah berkorban diri untuk pensil namun, ketika kita menjadi orang ketiga yang hanya memikirkan skema tentunya kita akan merasa ngilu dan berpikiran bahwa sepertinya cinta itu sakit.

Semakin lama aku mencintaimu, semakin sakit diriku dan hancur

Postingan kali ini mungkin sangat membantu para jomblo untuk tidak menjadi rentan galau hanya karena persoalan cinta, yaa meski gue juga tau tak peduli beberapa penyemangat seperti ini sepertinya tidak akan berguna karena si jomblo pastinya akan merasa resah dan tambah galau. Yang jelas inti dari postingan gue adalah silahkan lihat, berapa kehancuran dan kesakitan yang telah kita terima dari cinta itu sendiri? Jika berkenan mohon dikomentari

Tinggalkan Balasan