Open Project

Open Project

Sebelum gue mau berpendapat tentang open project, open source, dan public copyright beserta rentetannya yang tentunya itu semua berasal dari hasil penyaluran hati dan pikiran gue secara peribadi, sepertinya gue butuh mencecerkan tentang jati diri.

Sebelum gue memulai segalanya, dan sebelum semuanya menjadi setengah kenyataan dan sebelum gue menjalani beberapa tahap yang gue rasa itu bagian dari kesempurnaan. Gue hanya sebatas manusia kikuk, tak menghuni jiwa sosial dan gotong royong, dan selalu dikata aneh (sampe sekarang sih) hanya berasal dari pondasi dasar namun kuat yaitu seorang blogger. kenapa blogger? blogger adalah dunia yang membuat gue bisa memandang luas dan berangan melalui suatu arus yang dinamakan jaringan. tempat dimana gue singgah dan mendalami sesuatu tanpa harus melakukan tapa menapai meski harus melupakan dan mengorbankan banyak hal di dunia manusia yang banyak dilewati. kenapa blogger? menurut gue peribadi blogger adalah upaya yang paling popular untuk melatih dan membuka diri dihadapan umum untuk membuat keeksisannya berarti, terkadang kita bisa membuat beberapa poin tentang apapun yang ingin kita rencanakan, berbagi sesuatu yang kita miliki dan juga membuka beberapa prinsip dan saling menukan informasi melalui satuan kubu yang polanya mudah sekali ditemukan melalui mesin pencari. Dan menurut gue peribadi, menjadi blogger adalah bagaimana kita memberi kesan kepada orang lain. seseorang akan dilihat dari bagaimana kreatifnya dia membuat suatu data yang diserat sumbatkan melalui suatu jaringan, dan sifatnya sangat realibel. berbeda dengan jejaring sosial, meski beberapa diantara keduanya memiliki sifat yang sama, namun dia akan lebih terjun kepada penjiwaan, bukan jati diri.

Seperti yang udah gue bilang beberapa tahun lalu melalui media catetan ini, kita memang jarang sekali bisa mencapai taraf kesempurnaan, bahkan sesuatu yang kita banggakan bisa saja menjadi hal yang tidak berharga. Menurut gue peribadi, sampul buku akan dibilang indah bukan hanya karna siapa yang membuatnya, tapi bagaimana orang berkata.

Alesan kenapa gue lebih tertarik sama sesuatu yang bersifat open project adalah karna gue akan bisa merasa bebas, bisa memiliki rasa menghargai antar seni intelegansi. Kebebasan berkreasi dalam suatu projek beraliansi sungguh sangat menarik, terutama kita bisa melihat source code secara terperinci agar kita juga bisa mengembangkan atau membangun hal serupa. kode dan skrip, fasilitas yang disediakan memang disediakan untuk umum asalkan kita tidak menduplikasi ide dari orang lain saja kita sudah merasa aman, kita bisa mengembangkan potensi kita melalui projek kecil kecilan, contohnya web. suatu saat nanti kemungkinan gue juga bisa mengandrol yang namanya sistem operasi berbasis linux. gue sering maen maen disekitar linux, mulai dari versi indonesia BlankOn bahkan sampe Ubuntuan. yaa yang gue ambil cuma bagan kecilnya doang sih, puas gak puas sih karna biasanya gue make dual operating system.

Gue emang bukan berwatak jadi desainer, programmer, atau animator seperti itu, tapi gue akan menjadikannya itu bisa. dengan semua itu, gue juga enggak akan ngelupain pijakan kaki gue dari pondasi yang terkokoh, meski blog adalah istilah sampingan gue, tapi sebenarnya blog adalah modal utama gue karna siapapun yang mempublikasikan di blog sebenarnya hanya ingin melakukan satu hal yaitu dikunjungi, dengan begitu dia bisa berbagi dan akan menjadi berjasa. wah postigan gue ngejelimet bahasanyaaaaaaaaaa

Tinggalkan Balasan