Awal tak mau mulus

Ada kalanya dimana satu detik bisa jadi lebih berarti daripada seribu tahun (mampus, kayak yang katanya dineraka). Ketika keterikatan membuat momen itu spesial, seperti seolah-olah ada yang mengikat di dalamnya. Tapi, dari semua itu, kadang waktu jadi semu dan hambar, lo tahu kan? Ketika simpul-simpul yang seharusnya memperkuat, malah membuat segalanya jadi gak jelas,terutama dengan tema yang kayak ‘gak ada lagi’ itu.

Sudah jelas, kan? Segalanya pasti akan mengalir. Bisikan demi bisikan akan terdengar, menyusup ke setiap celah dan relung kehidupan, menunjukkan bahwa perjalanan hidup manusia itu gak harus selalu absurd. Absurd dengan semua khayalan dan imajinasi yang sudah kedaluwarsa, yang sebenarnya gak bisa dihitung atau dinilai sekalipun tulisan ini jadi panjang berbait-bait.

Seringkali saja mengais dan mengikis dengan apa yang ada, menciptakan pola yang kadang-kadang terasa biadab. Lo tahu gak, bersembunyi di antara ribuan muka dan alasan yang saling menutupi dengan pola yang acak itu bisa banget bikin tarikan benang yang kita ambil membawa kesimpulan yang berbeda. Itu sendiri yang nantinya akan menjadi daya tarik tersendiri.

Awal baru? Apa itu? Hari, bulan, tahun yang spesial? Ya, bisa jadi spesial jika kegiatan kita dikaitkan dengan semua itu. Beberapa tahun yang lalu, gua juga sempet ngerasain itu, di tengah susah payah dan capek memburu waktu, sampai akhirnya semua jadi nyata. Tapi kadang, itu gak berlaku dan gak ada artinya sama sekali jika dibahas sekarang.

Kalo bicara tentang makna, katanya sih semua kehidupan punya. Tapi, apakah semua makna itu bisa dijadikan acuan atau referensi yang solid? Bahkan malaikat yang pakai baju zirah sekalipun, gua jamin gak akan bisa mengais semuanya. Simpul dan pola itu melapisi setiap gerakan, membuatnya sentimental, akan tapi seringkali baur dan bias.

Jalani aja hidup lo sendiri, hidup kalian sendiri. Gak usah sok ngerti atau pura-pura paham apa yang sebenarnya terjadi. Tanpa harus mengeja atau menggibah dengan seenaknya, padahal lo cuma nebak dan gak pernah tahu apa yang sebenarnya terjadi. Apa setan yang ada, atau insiden apa yang tercatat dilingkungan ini, urusan gua bukan sarapan lu.

Kadang, gua merasa seperti diadu dalam arena tanpa penonton, di mana setiap langkah yang gua ambil rasanya penuh risiko. Gua dan lo, kita berdua diuji dalam cara yang berbeda, mencoba melawan rasa takut yang kaga bakal bisa sama, tanpa tahu pasti apa yang menunggu di ujung sana.

Masa lalu itu bisa jadi beban atau pelajaran, tergantung gimana cara lo melihatnya. Untuk gua, semua yang pernah terjadi,baik yang bikin sakit hati atau bahagia,jadi bagian dari cerita yang terus gua rangkai hari demi hari yang tentunya yang gua miliki adalah kutukan yang gapernah mungkin mau gua tarik sampe gua mati. Setiap kejadian itu, bagaimanapun kecilnya, menyimpan serpihan-serpihan makna yang kadang baru gua pahami jauh kemudian, tapi gua ga akan mau bilang nyesel.

Lelah dengan semua drama yang gak pernah ada habisnya, gua kadang cuma ingin menghilang selamanya. Menyepi dan melupakan semua kegaduhan, membiarkan pikiran gua istirahat tanpa terganggu oleh kebisingan dunia. Tapi, gua tahu, itu hanya pelarian, dan pada akhirnya gua harus kembali menghadapi kenyataan karna gua memang gabisa melepaskan diri dari catatan lauhul mahfudz nya ono.

Semua itu ibarat kanvas; butuh waktu dan kesabaran untuk menciptakan karya yang indah. kita telah menulis banyak sejarah dan melukis banyak kenangan, melalui tebal tipisnya hidup. Kadang, warna-warna itu tercampur amburadul dan makin abstrak, tapi ada kalanya juga tumpah dan berantakan. Namun, itulah yang membuatnya unik dan tak tergantikan.

Gua sering bertanya-tanya, apa yang membuat hidup ini berharga? Jawabannya selalu berubah, tergantung pada hari atau mood gua. Namun, satu hal yang pasti, momen-momen kecil bersama orang-orang yang gua sayangi selalu membuat segalanya terasa lebih berarti.

Di akhir hari, semua yang dilakukan, semua yang di hadapi, itu hanya bagian dari perjalanan yang lebih besar. Setiap kesulitan, setiap kegembiraan, membawa orang lain utnuk dekat pada pengertian diri dan dunia sekitar karena pengorbanan dan kegagalan yang ditertawakan jadi bahan untuk pertimbangan manusia lain. Jadi, teruslah berjalan, karena hidup ini gak pernah berhenti mengajari tentang arti sebenarnya dari eksistensi meski sebenernya terlalu banyak nyawa yang musti dikorbankan, jadi siap-siap aja.