Pernahkan kita merasa ada sesuatu yang berubah dari tingkah kita sebelumnya? Perasaan yang entah kenapa tanpa sadar berubah dari biasanya. Perasaan yang bukan seharusnya diutamakan tapi semakin berjalannya waktu, tiba-tiba terdetik beberapa pembaruan tingkah laku, kepercayaan diri dan keyakinan baru sehingga logika awal mulai terabaikan. Sesuatu hilang, bukan berasal dari hal yang dapat dicuri dan tak ada duanya dibumi ini.
Sebenarnya gue peribadi bertanya-tanya, nyamankah gue saat ini? pergantian rutinitas dan kebanyakan aktifitas membuat gue mumet dan sebagian aktifitas gue menghilang. gue gak bisa mendapatkan kedua kubu positif secara bersama, ketika gue mengalihkan hidup gue kepada hal yang baru sebagai alih belajar, gue juga harus kehilangan kesempatan gue yang lain, semua terasa seperti bundel paket winrar yang ketika gue mau menggantinya itu harus melalui prosedur update, tapi ketika ada berkas yang berubah dan itu adalah paket tersingkronisasi, maka antar satu dengan lainnya sudah tidak berguna dan tidak dapat digunakan secara normal.
gue adalah jenis manusia yang cenderung suka dengan kedamaian, sepi dan tanpa aktifitas, dengan hal itu biasanya gue mendapatkan hal-hal baru dengan lancar dan tak terganggu, karena sebetulnya gue benci untuk dibatasi bahkan oleh yang namanya waktu. Namun, buruknya gue, gue adalah priadi non-sosial yang sulit. Mungkin gue akan baik-baik saja dengan kehidupan gue sebelumnya, tapi ketika didepan orang gue merasa paling lugu, cupu, lembek dan tidak menjadi apa-apa. Ya, naluri gue yang sebelumnya banyak diakui bahwa proses penangkapan lojika gue yang lebih cepat dari orang biasanya, atau juga lebih cenderung tidak banyak berbicara dan tekun melalui proses hanya akan terlihat sebagai pribadi yang sombong didepan orang-orang baru yang belum atau masih mengenal gue melalui kovernya saja.
Seiring bergulirnya waktu, mulai terdetik dalam diri gue rasa ingin memulai perubahan. Melalui aktifitas dengan kadar kemunafikan karena bersosial, berpartisipasi dalam lingkup yang sebenernya bukan gue banget, dan mencoba untuk menjadi sabar untuk banyak hal demi keunggulan pribadi dan kematangan jiwa. Ya, telah terjadi banyak hal yang gue lalui. Biasanya, gue cepat meninggalkan sesuatu yang enggak gue mengerti dan enggak ingin gue dalami, Tapi, ketika lingkungan mulai mengenal gue dan gue juga terikat banyak kontrak dengan mereka, akhirnya gue mengetahui betapa indahnya menjadi munafik, sesuatu yang tidak biasa gue lakukan demi mendapatkan pengalaman baru meski dari semua perjalanannya tidak ada hal yang gue banggakan, lebih banyak memendam sakit hati yang begitu besar dari biasanya, indah adalah ketika gue melewatinya dan memasukkannya kedalam sejarah kehidupan gue, entah sampai kapan semua itu akan berlangsung dan untuk beberapa lama gue menjalaninya.