Apa maksudmu wow…wow….wow…..wow…..wo
Bisa dicapai di langit ini
Tetapi wow….wow…wow….wow…wow
Kita tidak tau rencana esok hari
Setelah mimpi panjang tiada akhir…
Di dunia sepi, hingga pikiran bersemangat
Kelihatannya akan kalah, tapi kepak sayap tiada kabarnya….
Dulu, masa kecil gue adalah masa yang amat menyenangkan kalo gue menolak ukurkan dengan masa kecil bocah-bocah hari ini. entah kenapa, di negara gue sendiri gue malah merasa janggal. stasiun televisi memang hebat. mereka mencari ketertarikan masyarakat dengan memperbanyak acara berita, gosip, sinetron dan semuanya. Tapi, sebagai orang yang penuh dengan imajinasi, sepertinya hal ini malah diabaikan publik.
Entah apa yang dipikirkan, mungkin kalo gue berada dalam status dan seperti mereka, gue akan lebih memilih drama pilihan, sinetron atau berita. tapi, kenapa tidak membiarkan waktu untuk anak-anak kecil yang seharusnya mereka akan lebih berkembang dengan asahan imajinasi?
Pada postingan gue kali ini, gue enggak pengen terlihat seperti yang namanya Farhat Abbas yang selalu membela argumen sendiri dan tidak memikirkan sekelilingnya yang selali dibuat makan hati sendiri, postingan ini gue cuma mau mencurahkan pendapat gue yang kemungkinan buat seorang mahasiswa baru seperti gue atau beberapa yang lebih tua dari gue bisa merasakan masa-masa dulu. yang gue tau, alasan kuat orang-orang kita dulu untuk menghapuskan perfilman kartun itu berasal dari teori filsafat dan liberalitas ya? dalam berbagai hal film-film kartun anak kecil biasanya akan diselipi dengan suguhan-suguhan yang merusak (katanya), seperti menyembah dewa, tidak percaya tuhan dan lain sebagainya. Pro Kontra pernah gue denger waktu itu, bahkan serial detective conan aja pernah dibilang kurang bagus karena selalu memperlihatkan pembunuhan, penculikan dan lain sebagainya.
Tapi disisi penalaran gue itu berbeda. menurut hati gue, itu adalah penting sebab ketika banyak film film kartun, dampaknya juga bisa masuk ke imajinasi anak-anak kecil yang pastinya akan menjadi penerus bangsa ini. seharusnya orang-orang dewasa tidak harus melihat pada satu sisi aja dong. emang dikira film masa sekarang yang banyak pelukan ama ciuman kayak gitu bagus buat bocah kecil masa sekarang? waktu gue kecil, gue dan temen-temen gue sering banget punya ide baru untuk permainan-permainan yang menyenangkan, terkadang kita bisa menghabiskan waktu kita sebagai anak kecil yang penuh keceriaan yang nyata, lomba menggambar, mewarnai film film dikartun, permainan dari kartun pula banyak banget. dari situ, ada yang makin berkembang dan jadi pinter ngegambar, khayalan bagus dan bisa membuat seri seperti itu, kan kalo diterusin siapa tau indonesia bakal bagus dalam hal hiburan imajinasi. emang dikira kartun dan anime cuma buat anak kecil doang? Lagipula, yang bikin kartun itu, soundtrack dan sebagainya juga orang dewasa kan? Sekarang tuh, baru gabung sama Bandai aja dalam seri Bima Satria Garuda aja udah begitu banget. coba nih, kalo pas seri kartun itu tetep diadain, mungkin indonesia sekarang imajinasinya pada mantep-mantep, banyak stasiun televisi yang memiliki orang-orang yang jago dalam hal kartun 2 dimensi atau lebih lebih ke yang 3 dimensi. nyanyian banyak, permainan banyak, imajinasi ada, abis itu tinggal dicangkokin aja ama kepercayaan yang baik dari dukungan orang tua.
Lah kalo sekarang? jamannya bocah SD sekarang mungkin mereka bilang enak, tapi menurut gue enggak indah bro!! kenapa? nyanyiannya aja laen, yang mereka maenin juga paling gak nyampe seperempat dari permainan kita waktu itu. korealah, musik yang kemana-manalah, trus apa lagi? bahkan menurut gue sendiri seharusnya penyanyi cilik itu nyanyiin yang panteslah, lagu anak-anak, kan anak kecil butuh yang kayak gitu, dan enggak kayak boyband yang niru niru koreaan. apa tau katanya? bikin gondok
umumnya, kata-kata dan masukan gue biasanya enggak pernah kena ke hati semua orang, bahkan rasanya pada diabaikan, tapi coba dong kita lirik lagi dari segi itu, indonesia itu butuh imajinasi yang kuat. kalo enggak ada imajinasinya nih trus yang pendidikannya kusut, segi mana yang mau dinilai? setidaknya meski enggak berpendidikan, tapi bisa digunain buat imajinasi, kali aja indonesia bisa terlihat modern dan lebih maju.