Pertanyaan umum yang dijawab dengan pengalihan gila para pembicara yang memiliki banyak follower. kenapa yang namanya tuhan setega itu menciptakan duka? lara? keperihan? atau frasa umum yang diketahui orang bego sekalipun, rasa sakit? Tak puas dengan semua itu, makhluk pun beragam, menjadi penyebab dan benalu. namun tak sampai disitu saja, tak cukup dengan suatu statemen bahwa pencipta hanya membuat rintangan layaknya konsol permainan, namun ada karakter yang sebenernya bukan karakter utama, seperti npc yang mungkin direkayasa dan diprogram hanya untuk menjadi bom, simpel? enggak. bahkan tuhan menciptakan jebakan terkait rasa dan perasaan. seperti penghapus yang tidak dapat menghapus goresan kecil yang dibuat oleh pensil namun justru membuat kertasnya makin hitam dan melekat.
memang sekilas tidak akan pernah ditemukan putih yang mutlak dan hitam yang murni, tapi abu-abu yang tidak ketahuan arahnya kemana. bermain peran seakan menjadi sesuatu lembek tak terawat butuh pegangan dan semua atribut yang bahkan otak tak akan pernah berfungsi jika berusaha memikirkannya. satu yang menjadi insiden dasar atas ketraumaan dan ketantruman. semua terkecoh bak babu. jangan salah! manusia memang tempat terbaik untuk menjadi pembuangan kesalahan, tidak dengan iblis yang memang berawal dari surga keabadian.
fenomena, takdir dan rekayasa kejadian. menyerban dan memperluas dengan sendirinya tanpa harus dipedulikan, namun tetap. kesaktian atas kesakitan menjadi lebih dominan bila jatuh pada sesuatu yang sangat pas dan tepat. apalah daya itu? bahkan sosok gua pun ga mampu menjabarkan secara detail atas apa yang menjadi keraguan dan ketakutan. kekuatan apalagi yang diperlukan buat menahan semua? bahkan memang sepertinya tak akan pernah ada manusia yang sanggup dengan itu. bersembunyi mungkin menjadikan topeng dan kepalsuan menjadi tabir yang menghalangi kemalangan kehidupannya.
Ya, walau gue tau semua menjadi sukar dan ambyar, tak dapat kembali karena jalan waktu paralel dengan skema multikehidupan lainnya, iya, pasti dan akan tetap terus bahkan sesakit itu. Tapi tidak usah berbelit dan jangan pernah lari, karna gua juga gapernah menghindari titik apapun didepan, habiskan dan tanggung semuanya. jangan biarkan oranglain merasakan karena mereka tidak akan sekuat dan setegar ini. Engga, engga juga! gue bukan seperti Yesus, informasi yang diketahui umum, yang sengaja menjadikan sacrifice acuan utama terkait kasih. tidak membiarkan oranglain merasa dan hanya menanggung dengan penuh iklas. Kesaktian tuhan yang tak pernah diharapkan apabila menyangkut konteks ini