Menciptakan suasana hidup berdisiplin…

Setiap manusia memanglah sulit untuk tidak luput dari suatu tundak kesalahan, entah dari ucapan, pemahaman, maupun tingkah laku. hal yang seperti ini pula banyak menyisakan kesan- kesan buruk dari orang sekitar, seperti keterlambatan diri menuju ke sekolah, jika kita hanya melihat dengan sebelah mata maka hal inipun akan terlihat wajar- wajar sekali. selain itu bila kita terus melihat luas dengan seksama yang pastinya diiringi dengan rasa keidentikan maka akan nampaklah sebuah kesalahan yang biasa dilakukan jika terus- menerus akan menjadi kesan atau kebiasaan buruk. hidup berdisiplin haruslah ditegakkan pada setiap manusia karena hal inilah yang akan menentukan penilaian kita dari orang- orang sekitar kita. kata “disiplin” memang amatlah mudah dilontarkan oleh setiap manusia akan tetapi penyesuaian diri dari hidup berdisiplin inilah yang terasa berat untuk dilakukan.

Akankah kak Miyabi mau bertaubat?…

Beberapa tahun terakhir ini kita telah digegerkan oleh beberapa momentum penting yang banyak melibatkan para penjual kaset- kaset VCD di beberapa tempat yang berada di sekitar jalan, pasar di kota metropolis oleh para petugas satpol setempat. pasalnya kabar tentang beredarnya kaset VCD yang banyak dimodelkan oleh artis seks asal jepang ini, Maria Ozawa atau kak Miyabi ini telah menyerbak luas dikalangan para penduduk sekitar, bukan hanya itu saja, bahkan dari foto, gambar, bingkai bahkan wallpaper kak Miyabi yang sedang berbugil inipun banyak terpasang dibeberapa iklan web, bahkan tidak dihiraukan lagi bahwa gambar atau klip- klip tersebut juga biasa terdapat dibeberapa handphone selular, Naaaaah… Sekarang yang telah menjadi simbol permasalahan dari insiden tersebut ialah siapa yang musti harus disalahkan? apakah para penduduk sekitar yang tidak melarang VCD- VCD itu menyebar, atau para penjual kaset, atau juga para kameramen yang telah bersedia menyuting adegan yang tidak senonoh itu, atau mungkin kak Miyabi kah yang menjadi onar dari segalanya? terus seandainya jika semua orang yang harus disalahkan. dimanakah seorang penolong itu berada yang mampu menolong serta menembus mereka dari perilaku tersebut menuju jalan kesadaran dan ke-insyafan, apa mungkin kak Miabi akan terus menjalankan aktivitas seperti biasanya hingga sampai akhir hidupnya nanti
Mau Lihat Foto Maria Ozawa yang ada di halaman weblogku? pilih dibawah ini..
Baca al-Qur’an PenCeT d’ cNie…
Siti Miyabi PenCeT d’ cNie…
Jilbab Mini PenCeT d’ cNie…!
BerFose PenCeT d’ cNie…
Mejeng PenCeT d’ cNie…
Anak Jepang PenCeT d’ cNie…
ٍSiti Maria Ozawa PenCeT d’ cNie…

Membangun kreatifitas dan bakat diri …

Tentunya dari setiap kita telah betul- betul tahu apa yang dimaksud dengan sebuah kreatifitas, pada dasarnya seorang manusia yang lahir dan bertumbuh besar itu memiliki sebuah keunikan diri entah dari segi pemahaman, pembicaraan, tingkah laku, dan dari sini pula setiap manusia mempunyai bakat pada dirinya masing- masing yang berbeda dari yang lainnya. Akan tetapi bakat diri manusia pun harus terus digali hingga pada akhirnya manusia tersebut menemukan jati dirinya, salahsatu metode untuk membangun sebuah kreatifitas dan bakat diri ialah terus

berlatih, berlatih, dan berlatih. karena inilah salahsatu cara yang ampuh untuk terus menemukan titik sumber kekreatifitasan pada setiap diri manusia masing- masing.

Menghilangkan rasa takut..

Salahsatu cara untuk menghilangkan rasa takut akan sesuatu yang bisa membuat rasa atau perasaan trauma ialah terus menerus menghadapi segala perasaan yang mengancam jiwanya dengan melatih diri pada hal yang ditakutinya, seperti rasa takut akan ketinggian, sebenarnya perasaan takut itu hanya berawal dari halusinasi seseorang semata yang disebabkan oleh berbagai faktor seperti kebanyakan menonton film horor atau sejenis yang menakutkan, sebenarnya banyak sekali pendapat oranglain untuk menghilangkan rasa takut pada diri manusia, akan tetapi salahsatu tata cara yang tepat untuk menghadapi hal tersebut dengan sistem yang bisa dibilang bertolak belakang yang tidak lain dan tidak bukan adalah melakukan hal yang ditakutinya tersebut agar tidak akan pernah ada lagi rasa takut pada emosional diri manusia lagi.