Lojika gue berpendapat seperti ini, ketika seseorang telah melakukan kesalahan, maka orang itu akan menjadi bersalah, bukan hanya waktu itu saja, namun lebih kepada hal bahwa dia akan tetap terus bahkan selalu menjadi yang bersalah. Akan banyak yang membela pendapat ini dengan alasan kepala jernih, akan banyak orang disekelilingnya yang membencinya, dan akan banyak rasa yang akan terkubur bersama orang yang melakukan kesalahan tersebut. Ini bukan pendapat dingin. Ini juga bukan menyertai karangan tulisan yang menjadikan satu kesatuan dalam postingan gue.
Kesalahan manusia umumnya dibenci oleh manusia manusia lain, akan menjadi baik jika kita menyembunyikan selembar daun ditengah hutan. akan lebih baik kita menyembunyikan keburukan dari kumpulan manusia yang tidak sepenuhnya akan mencoba mengerti, memahami, dan meresapi apa yang telah terjadi. Manusia umum yang berperasaan dengan egonya juga akan langsung menyimpulkan sesuatu yang kemungkinan dalam benaknya adalah seekor udang yang bersembunyi dibalik batu. Diantara semua itu, ego bukanlah tantangan besar manusia akan suatu kebenaran, karena dia akan berperan bersama perasaan yang dimiliki. terkadang, ego banyak selalu disalahkan, namun sepertinya, menurut gue peribadi ini adalah kebenaran yang bisa digapai. Memang benar Ego adalah suatu paham ke-AKU-an. Namun begitu, apakah banyak manusia yang tidak seperti itu? apakah manusia akan lebih memilih membuat keputusan rekomendasi disaat melihat kesalahan dari orang sekitarnya yang padahal itu bukan gayanya, dan itu bukan dia sebenarnya? apakah banyak orang yang ingin menjadi apa yang ingin dia gapai dan tidak berlaku wajar, standar manusia, dan menjadi diri sendiri?
Pada postingan gue kali, gue baru aja terilhami sama apa yang mendesuk dipikiran barusan ditambah lagi saat ini gue masih amat hangat sebab gue baru aja terbangun dari tidur malem gue. Huaaaah, kali ini gue cuma mau memberi gambaran tentang Penghapus dan Pensil ini, jadi mohon resapi makna yang timbul dari post ini aja yaa, mungkin ini bisa jadi kisah nyata yang pernah dialami oleh sobat agan atau sista yang kebetulan pada mampir ke catetan deannsetiia ini.
Sebagai pemula, gue merasa sudah amat keberatan dengan rumusan ini. Namun, berkat daya tarik menarik gue akan hobi, kegemaran dan sesuatu yang akan gue gapai, gue pasti dituntut untuk menghapal deretannya. Kode warna dalam rumusan CSS atau HTML ini bukan kode yang asing di internet, bahkan bagi seorang designer, rentetan warna ini juga sangat dibutuhkan. Umumnya, designer itu maenannya pada di Photoshop, dan photoshop ini akan berguna untuk desain grapik mau pun web. Runtunannya melalui RGB. apa bedanya RGB sama CMYK emang? Naah kalo CMYK itu kan singkatan dari Cyan, Magenta, Yellow Key, atau warna-warna yang secara lazim yang patokannya adalah biru kehijauan, merah, kuning dan hitam yang bakal berputar dan berentet di percetakan atau hal hal tentang print. Naah kalo RGB itu seperti apa yang langsung gue copy paste dari yang namanya
imana? jelas? Jadi intisarinya bisa dipikir-pikir sendiri yakk, gimanapun juga gue posting begini karena katanya nih gue selalu aja bermasalah dan selalu ngasal dalam hal pewarnaan, katanya asal warna padahal kontrasnya berbeda-beda. Nah luh, kena juga gue hahaii, makanya tuh gue enggak pengen sobat agan dan sista memiliki kesalahan yang sama dan kita saling memperbaiki. Nah, kalo temen-temen pengen make warna yang konsisten buat desain atau yang lagi baru baru belajar tentang pewarnaan dalam hal mendesain seperti gue, lihat aja dulu screenshoot ini biar memperjelas.