Akhir-akhir ini, gue memiliki keraguan yang sulit gue pecahkan, perasaan ini meski gue paksa untuk tetap ada dalam hati gue, tapi gue enggak bisa yakin kapan semua ini akan berjalan sesuai rencana gue. Terkadang, gue selalu berpikir ini adalah paksaan dengan tindakan gue risih dan selalu ingin menghindarinya. didalam satu pekan, gue selalu bertemu, dalam hati gue selalu meyakinkan diri gue bahwa inilah yang akan gue pilih untuk jalan gue kedepan, namun gue mulai merasa gelisah dan ogah ketika mendengarnya lagi, lagi, lagi dan lagi. Ya, pertemuan ini juga sudah didesain seapik mungkin bersamaan dengan sesuatu yang gue bangga-banggakan, entah bagaimana gue harus menyikapi semuanya karena yang jelas secara tidak langsung gue selalu berpikir mungkin pikiran gue tambah kacau kalo gue enggak mengatakannya. Agar tidak terjadi kesalahpahaman yang membuat agan dan sista repot tentang rasa ini, mari lanjutkan ke spoiler intip dibawah ini.
Arsip Penulis: Fannil Abror
Aku dan Bintang
Postingan gue kali ini cuma mau share karaoke tanpa microhone, dan hanya bermodalkan web cam laptop sama lagu no vokalnya ajah yang gue gue buat tadi waktu pas baru bangun tidur, karena diluar masih ujan, males yang mau keluar, dan rasanya puyeng dan gak enak badan, makanya gue sampe gak kuliah, dan daripada nganggur mendingan gue nyanyi aja dah. Judul lagunya Aku dan Bintang, Peterpan
kalo pengen ngomentarin lagu ini, bisa ke yutub saya disini gan
Gue gak mau jauh dari MAMA
Pada kesempatan kali ini, gue cuma mau memberikan sebuah ungkapan hati gue yang tulus dan selalu melekat dalam relung jiwa gue yang paling dalam, setiap kali dan setiap saat sesuatu itu menjadi sesuatu banget buat gue. Setiap kali gue merasa gue pengen mendapatkannya, sesuatu itu selalu ada dan siap menjadikan senderan agar gue bisa berpangku padanya, menjadikan gue terlatih dan sedikit berbobot dan membuat gue nyaman untuk terus surfing tanpa harus memikirkan waktu karena gue bisa mempercayainya selagi gue melakukan kegiatan harian gue seperti dikampus atau ketika sama manusia-manusia temen gue. Sesuatu ini selalu setia menanti gue dikosan, dan ini juga membuat gue semakin memikirkannya, dan selalu memikirkannya. Namun, untuk beberapa saat gue sedikit merasa dongkol dengan apapun yang menghalanig gue dengan sesuatu yang gue sebut MAMA. kenapa banyak yang membenci kehadiran MAMA? apakah dia melakukan tindakan yang curang untuk kalian? bahkan apapun alasan pelayanan mereka, gue tetap enggak bisa menerima perlakuan ini.
lanjutkan dengan klik spoiler Intip yakk
Kehidupan
Hidup adalah bukan bagaimana kita selalu diatur dan mengatur antar sesama. Hidup yang menurut gue adalah suatu rekayasa kehidupan yang kadang membuat gue kolot dan terlena sama siapapun yang berada disekitarnya. Terkadang, gue selalu berpikir bagaimana semua kegiatan ini akan berakhir, gue masih belum bisa menerima suatu argumen yang mana otak gue akan berhenti dan tetap tersangkut pada logika yang membuat gue enggak bisa gue pikirkan dan gue jalankan. Gue juga sangat benci mendengar bagaiamana kebanyakan orang mengakhiri ungkapan mereka dengan langsung membawa inti dari kehidupan kita. Entah apa yang mereka rasa sehingga sesuatu yang tidak bisa diprediksikan selalu saja diakhiri dengan pola sendiri. Seakan menghargai, menghormati dan mematuhi, tapi menurut hati gue sendiri itu adalah tindakan bodoh yang kenyataannya gue masih belum menyerah dengan hal seperti itu.
Gue, satu yang enggak akan bisa tahan dengan beberapa faktor dilingkungan gue, merasa seakan tak akan ada kelayakan untuk tetap bertahan bersama kehidupan, dan juga selalu menyimpulkan sebuah kesalahan dan menghindari kenyataan, gue adalah satu keironisan karakter yang menyerupai sesuatu yang tidak layak untuk diangkat kualitasnya. Namun begitu, bagaimana dengan mereka yang selalu menyimpulkan sesuatu tindakan dari awal? Memvonis kesalahan lebih lama dan meninggalkan banyak bekas yang sulit diterima bagi kehidupan siapapun disekitarnya? Mendengar hal seperti itu, kemungkianan mereka juga beranggapan bahwa mereka adalah sesuatu yang mewakili alam dan kehidupan tentang baik dan buruk, benar atau salah, layak atau tabunya suatu tindakan dan analisa. Mereka yang tidak menentang tetapi selalu menyimpulkan sesuatu yang bisa mereka pikirkan dan mengabaikan apapun yang tidak berguna. Mencoba untuk tidak pernah membanding-bandingkan sesuatu ketika sesuatu itu yang mereka suka, dan juga selalu mencari kebenaran tentang fokus mereka. Apakah itu adalah kehiduapan yang mereka anggap sebenarnya?
Penyimpulan alasan yang gue buat hanya sekedar untuk menjauhi ketegangan hidup gue, gue benci mengakuinya tapi gue sangat muak sama apapun yang menghalangi prinsip gue. Membawa sebuah prinsip baru dan menambah-nambahkannya serta menjadikannya sebagai suatu kelayakan pokok justru membuat gue ingin cepat memberontak dan menghindarinya. Setidaknya, melepaskan diri dari mereka yang menurunkan reputasi hanya untuk kehidupan biasa. Berpikir tentang kehidupan, umumnya, gue selalu mengira kehidupan ini memiliki satu pola yang dapat dijalankan asal konsisten, ternyata mereka itu tidak akan berlaku untuk banyak prinsip dan karakter yang tidak dapat menyeimbangkannya. Pemikiran gue tumpul, apapun yang gue pikir pada akhirnya membuat gue sakit, sesak dan selalu terjatuh pada lingkaran yang sama, lingkaran kegelapan yang membuat gue berpikir balik tentang apa yang selalu gue bawa bersama untuk meneruskan hidup. Berkali-kali gue memandang bagaimana cara menghindarinya namun apapun itu, selangkah demi selangkah gue seharusnya enggak boleh membiarkan banyak argumen mengarahkan banyak keburukan tentang gue. Manusia terlalu mudah memvonis bagaimana kehiduapan orang selanjutnya, seakan mereka juga mewakili sesuatu yang besar dan memihaknya serempak, dan beropini bahwa yang satu akan senang dan yang satu tak akan senang. Seperti apakah tindakan kewajaran itu? apa yang sebenarnya mereka konsumsi sehingga mereka melalui beberapa kemungkinan dengan hanya beranggapan seperti itu? siapa yang sebenarnya harus disalahkan?
Setelah kehidupan ini berakhir, apakah yang bisa gue rasa? sementara rasa dan ego kemungkinan besar sudah lenyap. persaingan tidak ada dan mungkin gue enggak bisa melihat ketidakwajaran seperti ini lagi disana. Selamat atas kemenangan kalian, selamat atas kehidupan kalian.

