Category Archives: Jati Diri

Pre-Realizing

Membuat kelopak matamu membengkak dan menyayat hati, Tetes air mata sebagai awal dari sebuah drama Membuat semua orang penasaran, manakah penjahat dunia? Demi banyaknya waktu yang telah dilalui, gue mulai meyakini akan suatu rasa untuk pribadi adalah dinamis. Entah, manusia penuh dengan teka-teki, tidak hanya bisa disimpulkan sifat dan hatinya hanya melalui tindakan. Hati itu lunak, dan dapat berubah sewaktu-waktu, seperti halnya penyakit stroke, gak ada yang tau kita akan mengalaminya dan itu akan terjadi secara tiba-tiba tanpa prediksi, kelak mungkin hingga akhirnya nanti gak akan pernah mungkin ada satu orangpun yang dapat menjabarkan hipotesanya tentang kebenaran manusia dan mengungkapkannya.

Listing projek yang udah gue rencanain terlalu banyak untuk dihitung, tapi rasanya meski itu berasal dari pikiran gue pribadi, terkadang itu hanya menjadi kesan PHP yang bikin gue sendiri menjadi gondok. Apa yang sebenarnya gue maksud? terjadi suatu tindak ketidak pastian dalam diri. Lingkungan dan orang sekitar bisa dikata sebagai penghambat abadi yang murni. Sebagian besar pencapaian kegagalan misi gue dalam suatu projek ditentukan dengan jumlah temen yang sering main, sisanya hanya karna cuaca yang membuat gue seret untuk bergerak. Ya. kalo ditinjau secara umum, ketika gue mau menyalahkan keberadaan manusia, tentunya itu yang membuat gue sakit. untuk sampai kapanpun manusia akan selalu begitu, bahkan gue yang selalu menyalahkan kehendak secara sembunyipun yang menjadi masalahnya. kenapa gue bisa terpengaruh sama semua itu? gue juga adalah bagian dari sesuatu yang gue dustakan, gue adalah manusia yang gak pernah mau berusaha yakin dengan apa yang gue liat, terutama untuk sifat kemanusiaan.

Rasa egois pasti ada pada diri gue, bahkan lebih besar melampaui apapun yang terdetik dihati gue. Gue pengen bisa segala sesuatunya dengan sempurna, benci dibatasi meski itu oleh waktu dan menunggu adalah kemuakan yang mega besar. Teramat dan melebihi satuan waktu yang gue gunakan, itulah sesuatu yang enggak gue suka.

Instruksi Kehidupan

[DeannSetiia] Shiho Story - Meet Sherry0008Entah berapa lama, kepala ini tidak digunakan untuk menyimpulkan penalaran dan mencari masalah, memburu idealisme yang tinggi yang nampak haus dengan renungan-renungan keabadian. Tak harus suci untuk memulainya, cerita yang dikarang melalui potensi khayal melalui dimensi yang berbeda, mencoba berpikir guna menunjukkan perbedaan yang dimiliki kepada pengguna, merenggut banyak waktu untuk bisa menghasilkan sesuatu. Ya, untuk saat ini, belum ada kepastian dari kuburan jiwa ini, sepertinya ada sesuatu yang masih mengganggu konsentrasi otak kiri, sesuatu yang sulit ditebak dan tak bisa dijangkau melalui bawah sadar ini, sesuatu yang juga menjadi musuh bebuyutan pedoman hidup tak mustinya gue pahami, namun, semenjak waktu berlalu, rasanya gue juga mulai terbiasa dengan kehidupan yang sebenarnya bukan gue banget.

Inilah pencitraan berbeda yang digunakan untuk menangkis sisi sahabat, menanggung banyak asumsi buruk tentang kehidupan meski dari semua perjalanan ini, ada barter dari pengalaman gue. Ini adalah warna yang gue suka, selain ketajaman yang unik, persembunyian yang baik bagai ninja,  dan menghilangkan informasi-informasi baku manusia secara umum. Meski begitu gue juga membenci warna ini, ini adalah warna yang gue benci melihatnya, gak peduli siapa yang menggunakannya, gue lebih memilih jika gue menyandang keburukan satu sisi ini, asal mereka tidak menyadari, asal lingkungan tak peduli, setidaknya tak ada yang melihat bahwa gue melakukan hal ini.

Ini adalah instruksi kehidupan dibidang abstraksional. sesuatu yang kasat mata yang mengundang penalaran dari berbagai sisi, banyak logika yang digunakan untuk meraihnya, terkadang benar, terkadang salah. Namun, pencapaian ini bisa kita gunakan ketika kita berusaha. Berbeda dengan manusia, sesuatu yang tidak bisa kita mengerti, maksud dan tujuan yang sedang digunakan. analisis yang rentang juga dapat membunuh para pengamat. Manusia adalah sesuatu yang amat dinamis, sehingga setiap perubahannya tidak bisa kita simpulkan melalui logika. sepertinya perasaan memang sesuatu yang harus kita singkirkan, meski terkadang terdapat rasa sesak yang mematikan, membunuh dan mencederai fungsi indra, namun banyak yang tetap menanggungnya. penderitaan yang sulit diungkapkan melalui bahasa tulisan justru akan merusak pikiran kita, kepala ini rapuh, kepala ini butuh kepastian, kepala ini juga tidak bisa dicampur adukkan dengan urusan hati. Jadi, mohon untuk tidak membanding-bandingkan sesuatu yang bersifat logika dengan yang namanya rasa. itu adalah hal yang menjijikan dan gue membencinya. Gue mulai membencinya ketika gue beranjak menyadari suatu kebenaran, kebenaran yang sangat rasis antara hubungan interaksi manusia dan data.

Jurnal Bonceng Jogja-Semarang

Tak berjudulTidak seperti kegiatan gue biasanya, kali ini gue memiliki jurnal baru dalam hidup gue, yaitu diboncengin dalam jarak tempuh yang lumayan jauh, Jogja-Semarang. Perjalanan gue dkk dimulai karena ketidak rencanaan dan terjadi begitu saja, dan hasilnya gue masih dihantui rasa bersalah atas keadaan yang menimpa kehidupan psikologis teman gue. Langsung aja, dua malam sebelum ini, tepatnya pada hari Sabtu, tanggal 26 April 2014. Ketika temen-temen gue pada nyetem di kos gue. sebenarnya kita memiliki aktifitas kita masing-masing, ada yang ngegame, facebookan, dan gue sendiri aja pikiran gue melalang buawana melewati banyaknya naluri yang tersirat dalam benak, berkhayal tentang game buatan gue yang kerjaannya belepotan dan enggak kelar -_-. Nah, waktu itu kita niatnya pengen keangkringna, maklum beberapa dari kita termasuk gue sudah memiliki akun tipis pada pendataan lembar berharga di dompet, dan waktu ngajak temen gue yang kebetulan belon gabung, dia bilang mau ke magelang, ke kakeknya. Nah, itulah sejarah kami dimulai. Pada waktu itu, kita sentil sentilan lidah bilang begini, “kenapa enggak maen ketempatnya dovi aja?”. Dovi adalah nama temen kampus gue asal jakarta tapi punya kerabat di daerah magelang.Usul ketemu usul temen gue sepakat dan akhirnya kita memutuskan untuk berangkat duluan ke angkringan. Nah, waktu si dovi ini dateng, trus kita bilang kita ngikut dov dan dia mengiyakan tapi dengan lanjutan kalimat “tapi besok gue mau ke semarang sama kakek gue”. Waduh, terdetik rasa kurang enak buat gue karena yang gue tau ini adalah acara keluarganya dia. kenapa kita pada nimbrung-nimbrung, trus karena kesalahan komunikasi dan kesepakatan yang salah diartikan oleh si dovi itu, akhirnya kakeknya setuju kalo kita ngikut. kita enggak menyesal karena kapanpun sebenarnya yang penting kita bisa jalan-jalan bareng, yaaa itung itung mengekstrak semua penat.

Waktu berlalu, perjalanan pun dimulai, dan bukan dari suatu hal yang bisa dicuri.

  • Sekitar jam 19.30an, setelah kami mempersiapkan diri membawa barang-barang keperluan dari kos masing-masing ke basement sementara kami, Angkringan tempat kita nyetem. Akhirnya kami berlima [Gue, Harland, Reza, Ira dan Dovi] berangkat menuju Magelang lewat jalur dalam. [Lihat Kordinat A ke B]
  • + Jam 22.00 kami sampai di magelang, tempat kakeknya temen gue, si Dovi dan kami beristirahat menunggu pagi disana .
  • + Jam 07.00 kami berangkat dari magelang lewat jalan utama ke arah Semarang yang dengan hantaman jalan, ban bocor dan ngisi bensin sehingga tiba sampai ke tujuan, tepatnya Asrama Polisi sekitar Jam 10.00 [Lihat Kordinat B ke C].
  • Jam 17.00 kami berangkat lagi dari semarang ke magelang, dibarengi dengan mampir ke masjid dan tersesat ditengah jalan hingga akhirnya kami sampai di magelang lagi jam 20.00, dan kami berstirahat sejenak [Lihat Kordinat C ke B]
  • Jam 10.30an kami berangkat dari magelang menuju tempat masing-masing, dan kali ini karena ada beberapa masalah jadinya kita masih nyetem lagi di tengah jalan hingga pada akhirnya kami tiba dengan selamat di kos masing-masing kira-kira jam 00.30an

Maaf sebelumnya ini telat update, dulu kirain udah keposting tapi ternyata berminggu minggu ini mask ke draft :)

Jurnal Gowes Jogja-Solo

jurnalPada kesempatan kali ini, gue mau share jurnal gowes gue yang udah gue jalankan beberapa hari yang lalu dari Yogyakarta, tempat dimana gue ngekos sampe yang namanya Solo, tepatnya pas di Kraton, Surakarta. Dengan kondisi diatas, bisa dikatakan ini adalah simulasi yang gue lakuin setelah lama gue enggak bareng ama sepeda gue lagi, yaaaah maklum, setelah kebanyakan mengidap asap rokok dari temen-temen kampus yang membuat gue ngerasa kayaknya paru-paru gue udah gak bersih lagi, akhirnya gue bisa memformatnya kembali dengan agenda dua hari sebelumnya gue keliling ringroad biar gak kaget kagetan lagi, berikut jurnal perjalanan gue:

  • 06.20 telat bangun, dijemput sama dua orang kelas lain, Umi Kaltsum dan Fakih [baru kenal, dan gak tau nama panjangnya siapa], hanya cuci muka dan berangkat sebelum jam 06.30 menuju arah solo.
  • 08.00 mampir sebentar di alfamart untuk beli koka kola karena biar ada gelojak dan menahan rasa mual diperjalanan.
  • 10.00 tiba di kartasura, makan pagi semi siang, dan beristirahat kurang dari satu jam kemudian melanjutkan perjalanan.
  • 11.30 mampir di rumahnya si fakih dan istirahat (gak seperti biasanya ada waktu istirahat, maklum rumah orang, disuruh istirahat jadi gak enak sendiri, hehe).
  • +15.00 keliling keraton sebentar dan langsung dibarengi dengan perjalanan pulang menuju jogja.
  • mau magrib mampir di warung makan dan menikmati yang namanya nasi liwed.
  • sampai di yogyakarta, jam 21.xx dengan selamat :D

Skema Rute: Jarak antara Yogyakarta-Solo diperkirakan minimal 61,7 KM. dan karena kita menggunakan jalur yang sama, berarti jarak Solo-Yogyakarta juga diperkirakan minimal 61,7 KM. Sehingga Total tempuh kita selama satu hari waktu itu adalah 123,4 KM

Suatu kecenderungan

225339_223316761012453_3744920_nTerbelenggu, diam dengan masa baru dan menjadikan beberapa aturan menjadi bagian dari kehidupan. Rusak! perasaan bisa saja rusak karena aturan logika yang memiliki banyak simpul yang sulit dipecahkan, sesuatu yang tak bisa dikendalikan dari diri akan mendatangkan dua pemahaman emosi yang berlebihan dan orang-orang akan menyebutnya “terlalu”. kata “Terlalu” tak selamanya menjadikan manusia terbelenggu dengan suatu asumsi sebab umumnya kita dapat merasa “Terlalu senang” dan “terlalu sedih”. intinya emosional kita terbuka dan kita melepas peran logika kita menjadi jam terbang atau bawah sadar kita. Kita mungkin menyadarinya. Namun, suatu kesadaran yang kita pahami sebelum kita menyadarinya waktu itu bukan berasal dari serapan sebenarnya, itu hanya media hipnosis yang memaksa kita merangsang hal baru agar mudah ditoleran tanpa harus disaring melalui dasar logika.

Manusia cenderung membebankan satu pihak dari dirinya, beberapa menggunakan logika untuk memahami, meresapi keadaan sekitar, namun sebagian dari kita juga cenderung menggunakan hati dan perasaan untuk mentoleransi keadaan. Tingkat pemendaman rasa, nyeri hati dan ketegangan emosional yang berbeda juga menurut gue akan mempengaruhi ketajaman manusia itu sendiri. Takdir memang ada, tapi kita tidak musti menyangkut pautkan kesempatan hidup yang kita miliki dengan takdir tersebut. dengan keyakinan batin dan pikiran itu, seharusnya kita harus melewatkan pemahaman takdir yang tidak bisa kita mengerti melalui dua atribut manusia ini. Hidup adalah pilihan, dan pelakuan kita terhadap suatu pilihan akan tergantung dengan usaha yang kita upayakan dan apa yang akan kita dapatkan. Meski pendapat ini terlalu ekstrim jika kita tak memahaminya, kesimpulan kadang berubah-ubah, kesenangan dan kekaguman manusia juga terkadang luput dengan masa, namun kebenaran memang ada satu, dan tapi apakah kita akan memudarkan tujuan dan kekonsistenan itu?

Sulit untuk melihat kebenaran dibalik kenyataan yang kita lalui, kita butuh sejenak waktu untuk sendiri dan memikirkan semua itu, pola yang rumit dijangkau ini membutuhkan kesabaran dan pemahaman kita yang tinggi, setidaknya kita akan dipaksa untuk menyesuaikan perasaan dan logika untuk keadaan yang meliputi diri kita. Sejauh ini, ketika kita tidak dapat meresapi apapun dan memahami lingkungan sekitar, hal mudah yang dapat kita gunakan adalah membandingkan. Berapa banyak kah kegiatan kita untuk menjadi bermanfaat, berlatih, dan berkarya ketimbang kesenangan lain yang berubah-ubah?

“Jangan berpura-pura dalam berdo’a.”. Dibandingkan dengan urusan do’a, kita biasanya akan melewatkan titik fatal yang biasanya sering kita dengar dari orang-orang tua kita. kebiasaan mendengar cenderung membuat telinga kita menjadi bosan dengan uraian-uraian tersebut. ada suatu sistem yang salah dalam penyaluran dan penalaran informasi ini, namun kita pasti tidak asing dengan kata-kata itu. kita mungkin merasa kebal dengan peringatan itu, kebal bukan berarti kokoh! ini akan membuat kita jauh dari kehidupan manusia sebenarnya. Sesuatu terpecahkan, bukan dari sesuatu yang dapat dicuri dan dari sesuatu yang tidak ada duanya didunia ini. Sejauh ini, dengan sesuatu apapun yang terjadi, meresapi dan mendengar lingkungan adalah langkah utama “dasar” yang perlu kita perhatikan.

Sesuatu yang berubah

yamiPernahkan kita merasa ada sesuatu yang berubah dari tingkah kita sebelumnya? Perasaan yang entah kenapa tanpa sadar berubah dari biasanya. Perasaan yang bukan seharusnya diutamakan tapi semakin berjalannya waktu, tiba-tiba terdetik beberapa pembaruan tingkah laku, kepercayaan diri dan keyakinan baru sehingga logika awal mulai terabaikan. Sesuatu hilang, bukan berasal dari hal yang dapat dicuri dan tak ada duanya dibumi ini.

Sebenarnya gue peribadi bertanya-tanya, nyamankah gue saat ini? pergantian rutinitas dan kebanyakan aktifitas membuat gue mumet dan sebagian aktifitas gue menghilang. gue gak bisa mendapatkan kedua kubu positif secara bersama, ketika gue mengalihkan hidup gue kepada hal yang baru sebagai alih belajar, gue juga harus kehilangan kesempatan gue yang lain, semua terasa seperti bundel paket winrar yang ketika gue mau menggantinya itu harus melalui prosedur update, tapi ketika ada berkas yang berubah dan itu adalah paket tersingkronisasi, maka antar satu dengan lainnya sudah tidak berguna dan tidak dapat digunakan secara normal.

gue adalah jenis manusia yang cenderung suka dengan kedamaian, sepi dan tanpa aktifitas, dengan hal itu biasanya gue mendapatkan hal-hal baru dengan lancar dan tak terganggu, karena sebetulnya gue benci untuk dibatasi bahkan oleh yang namanya waktu. Namun, buruknya gue, gue adalah priadi non-sosial yang sulit. Mungkin gue akan baik-baik saja dengan kehidupan gue sebelumnya, tapi ketika didepan orang gue merasa paling lugu, cupu, lembek dan tidak menjadi apa-apa. Ya, naluri gue yang sebelumnya banyak diakui bahwa proses penangkapan lojika gue yang lebih cepat dari orang biasanya, atau juga lebih cenderung tidak banyak berbicara dan tekun melalui proses hanya akan terlihat sebagai pribadi yang sombong didepan orang-orang baru yang belum atau masih mengenal gue melalui kovernya saja.

Seiring bergulirnya waktu, mulai terdetik dalam diri gue rasa ingin memulai perubahan. Melalui aktifitas dengan kadar kemunafikan karena bersosial, berpartisipasi dalam lingkup yang sebenernya bukan gue banget, dan mencoba untuk menjadi sabar untuk banyak hal demi keunggulan pribadi dan kematangan jiwa. Ya, telah terjadi banyak hal yang gue lalui. Biasanya, gue cepat meninggalkan sesuatu yang enggak gue mengerti dan enggak ingin gue dalami, Tapi, ketika lingkungan mulai mengenal gue dan gue juga terikat banyak kontrak dengan mereka, akhirnya gue mengetahui betapa indahnya menjadi munafik, sesuatu yang tidak biasa gue lakukan demi mendapatkan pengalaman baru meski dari semua perjalanannya tidak ada hal yang gue banggakan, lebih banyak memendam sakit hati yang begitu besar dari biasanya, indah adalah ketika gue melewatinya dan memasukkannya kedalam sejarah kehidupan gue, entah sampai kapan semua itu akan berlangsung dan untuk beberapa lama gue menjalaninya.

Blogger Palsu

Sebagai seorang blogger. Ada tindakan para lingkungan blogger gue yang sangat gue benci. Gue hidup dengan kegiatan ngeblog memang sejak lama. dari saat gue masih duduk di bangku SMP yang kebetulan waktu itu gue masih Ababil dan masih menyandang setatus alay. Seiring pergantian masa, sarana blog memang tidak pernah hilang dari permukaan. bahkan meskipun game online dan jejaring sosial mulai dipadati, tapi sarana ngeblog tetap tidak terkalahkan. Dia bahkan melewati batasan waktu dan ruang dinamika tersendiri yang menjadikannya bukan untuk dibandingkan, ini adalah perbedaan yang menakjubkan. Namun, ada beberapa hal yang menurut gue adalah keburukan, gue membenci kegiatan ini karena dampaknya juga mengimbas kepada tautan-tautan lain disekelilingnya.

Ketika kita masih belum tau ngeblog, dan seseorang memperkenalkan kita dengan istilah ngeblog, mau dari internet atau dari sahabat langsung. tidak bisa dipungkiri bahwa kebanyakan dari kita akan menerima hal yang pertama terngiang-ngiang dibenak kita bahwa ngeblog bisa menghasilkan uang, dan bukan hanya itu saja, sarana dan jasa SEO mulai disebarkan dan diperbincangkan. Tapi, meskipun sebenarnya ini bersifat sangat individu dan mungkin hanya sebagian oknum blogger saja yang melakukannya, tapi itu sudah cukup memperburuk reputasi seorang blogger. Ketika orang itu mulai ngeblog. yang dipikirkan adalah copy-paste posting orang demi trafik tinggi agar dapat notifikasi pengaktifan adsense, atau situs PPC, PPR dan lain sebagainya.

Sebentar gue mau jelaskan, Kegiatan blogger secara naturalnya yang gue ketahui sejak beberapa tahun lalu adalah sharing, berbagi, menceritakan atau rutinitas yang berasal dari peribadi, bisa kita katakan itu adalah penyaluran expresi status yang dimuat dalam banyaknya paragraf dan tautan yang dinamis. Setidaknya, yang harus ditanamkan oleh diri seorang blogger adalah bagaimana hasil yang ia buat, peraturan yang ditanamkan dan presepsi yang diutarakan dalam muatan paragraf tersebut diminati orang, digemari orang, dan membuat orang merasa senang mengunjunginya, itu akan menandakan bahwa kita bisa menjadi orang yang bermanfaat dalam suatu hal. Tapi, jika rumusan ini prinsipnya diganti, ingin mendapatkan trafik tinggi untuk memperoleh omset, omset, uang itu membuat gue menjadi JIJIK!! kebanyakan, mereka yang mengejar hal ini membuat jalan pintas untuk mencopycat hasil kekayaan intelektual seseorang dan didistribusikan kepada publik. Hingga akhirnya ada peraturan tentang DCMA dan sebagainya, yang menaungi hak paten suatu orisinalitas postingan dan itu menyita blogger lain. tidak sedikit para blogger yang postingnya dicopycat oleh orang yang tidak bertanggung jawab di blog malah dibanned oleh google. blogger palsu tersebut malah memanipulasi kegiatan dengan keaktifan kopi pastenya padahal dia tidak tau bagaimana blogger lain melakukannya dengan sendiri.

Blog memang open source, sumber terbuka dan kita bisa memodifikasinya sesuai kemauan kita, seperti halnya menggunakan sistem operasi linux, untungnya banyak orang yang berpartisipasi dan meramaikan kegiatan ini untuk menjadi populer. Namun, kekayaan intelektual orang musti dihargai. bahkan ketika itu membuat blogger blogger sesungguhnya dibanned, blogger palsu yang hanya ingin mendapatkan receh online itu tetap saja tidak tau diri dan parahnya lagi mereka membangun komunitas untuk pembuatan para kader-kader blogger gelap tak tau diri. dengan amat bangga memamerkan jalan pintasnya, modifikasi posting, melakukan ping ke beberapa mesin pencari bahkan botnet, baypass, nulled dan apapun itu tidak sulit ditemukan di forum forum seperti itu. aitu merusak citra seorang blogger sesungguhnya! apakah itu blogger-blogger saat ini? bagaimana ini bisa terjadi dilingkungan gue?

-_-

Semangat yang Dipertanyakan

Mengingat beberapa tahun sebelumnya, ketika gue hanya masih memiliki sedikit pengetahuan tentang code code yang gue dapetin dari Pakar Ilmu Otodidak gue, Mbah Google. Ketika kala itu karena tuntutan job dan keuangan yang amat memblusuk, gue menggunakan web server offline berlabel XAMPP. Semakin larut semakin hari pikir hayal gue berkembang dan selalu gue tata rapi dalam baris-baris HTML. Ya, waktu itu gue memang menggeluti hal itu. Gue juga jarang ngeblog karena gue gak punya cukup waktu dan duit buat ngenet. Tapi, buat temen-temen sekeliling gue yang enggak memiliki daya tarik tentang internet malah mencekam gue, mencekam gue dengan kata-kata sensitifnya bahwa gue adalah Manusia setengah Blogspot, Hah? Apa maksud mereka? Mereka kira ngeblog adalah orang imannya lemah dan akan terjerumus diantara script koding, Gue ingin membela diri karena sebenarnya memang bisa dibenarkan sih, tapi bukan itu! kenapa mereka menyangkut pautkan gue sama hal kayak gitu, memang sih banyak dari para blogger yang memulai dunianya dari situ akan menjerumus dan TERTARIK sama pengkodingan, tapi akn enggak semuanya. Ada yang menjadikannya sebagai sarana penyebaran nama, menggunakan sumber daya yang ada dan dia hanya akan fokus pada konten penulisannya.

Waktu itu, ingin rasanya gue membela diri gue sendiri tapi gue gak punya kesempatan untuk berbicara didepan mereka. Ya biarlah, lagipula sebenernya mereka sering bertanya dan minta tolong kegue tentang hal kayak gitu. bener emang, ketika gue didepan komputer, gak peduli daya tarik gue sebenernya lebih spesifik dan enggak menyeluruh, ketika ada yang melihat gue dan ingin minta tolong, rasanya mereka ingin gue menyelesaikan masalah mereka. masyarakat memang enggak mau tau, siapa yang didepan komputer meskipun dia cuma ahli ngotak-atik microsoft word sekalipun, harus bisa membantu instal, troubleshooting dan lain sebagainya. karena titelnya akan tetap, gak peduli dia mau jadi Programmer, Developer, Desainer atau apalah itu, dia akan dibilang Orang Komputer. jadi, apa yang membuat gue tetap berjalan melawan arus hingga saat ini? gue yakin ini adalah Minat. Minat gue jauh berbeda dengan banyaknya kawan-kawan gue. Mungkin benar gue adalah orang yang paling sesat karena gue lebih condong sama jenis jenis komputer.

Kembali pada topik, waktu dulu gue cuma punya blogspot tapi udah ngerti bagaimana cara menghosting, yaaa gue cuma bisa pake hosting geratisan karena gue gak punya duit yang bisa gue relain buat ngapusin uang jajan gue buat beberapa bulan. gue punya banyak akun hosting sama blog dan semuanya gue update minimal seminggu sekali,. Kenapa bisa? sebetulnya dalam hati gue selalu bertanya, apa gue bisa konsisten kayak gini terus? kenapa enggak mempertahankan satu aja nyampe bener-bener kelihatan menonjol? tapi yang ada dalam benak gue, gue bisa berkesan keren kalo punya banyak web banyak dan semuanya gue kerjain sendiri, waktu demi waktu akhirnya gue bisa ngenet lagi dan itu terbukti, banyak temen-temen chatt yang menyanjung gue karena hal ini, gue semakin bangga dan pada akhirnya tepat pada masa gue belajar jahil, padahal gue cuma buat kata perintah Command Jahil aja pake command windows, gue selipin kesemua master executable dan membagikan keorang orang, tapi banyak dari akun gue yang mati mendadak gak tau kenapa. mungkin ini adalah karma, menurut gue, mereka akan bilang gila hebat bener, si fannil bikin virus itu, dan nama gue menjadi membusung jauh dibanggain, ternyata itu malah sebaliknya, ketika banyak karya gue menghilang dari komunitas web tanpa sebab itu, nama gue mulai menghilang dan kayak mereka gak bisa kenal ama gue lagi, apa yang bisa gue banggain? ketika gue pengen pamer lagi, mereka cuma bilang gue diforum forum dengan sebutah HOAX, mbelek.

Nostalgia ini membuat gue khawatir dengan kegiatan gue kali ini, jujur projek gue udah sangat banyak tapi gue berasa pengen ini pengen itu dan semua projek kayaknya pengen gue gencarin lagi, gue gak ngerti sama apa yang ada dibenak gue, tapi gue selalu berharap semoga enggak ada eksperimen yang kacau ditengah karena gue mulai merasa malas dan gue bisa menyelesaikan semuanya dengan rapi.

MONEY?

At many condition, I’ll say that we are, as the normal human being couldn’t be far away from money, money can be one of our inspiration for going to the bright future, and money can promise us many thing that we would like to do in this earth. We can say that we’ve many choice for life but the end we just need money. I’m sory for being don’t make you understand by this language, but sometimes i would describe something with this language and I hope you can understand what I mean although my english seems so bad and unnaceptable. My whole opinion about money never be end, as the normal people, I was very often get phisycal problem with money. I can’t produce my own money, but I just can stand by hoping it forever. I don’t know whats going on myself, but it seems I can’t control it by my only self, maybe true that no such angel will laugh us for wanting it in our life, but in the fact, it can be fatal attention for us, like do whatever though we can get it which no matter what happend to our environment. So, at this post I’ll only say that:

The Poorest People are those who don’t have anything except MONEY

Because…

MONEY can buy a house, but not a home…

MONEY can buy a clock, but not time…

MONEY can buy a book, but not knowledge…

MONEY can buy food, but not an appetite…

MONEY can buy position, but not respect…

MONEY can buy blood, but not life…

MONEY can buy medicine, but not health…

MONEY can buy insurance, but not safety…

MONEY can buy a bed, but not sleep…

and the last, Money can buy SEX, but not LOVE…

Emot

Pada kesempatan kali ini, gue pengen sedikit menghibur beberapa sobat agan dan sista yang kebetulan mampir kesini dengan emot emotan yang gue bikin tadi. sebenernya buatnya simpel, muka gue assetnya seperti alis, mata, idung dan mulutnya diilangin, tai lalat gue ditebelin dan abis itu buat kreasi ekspresi doang deh, langsung aja gue gak bisa lama-lama ini. klik spoiler intip untuk melihat apa isinya yaa

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1

« Older Entries Recent Entries »