Abstract Poetry

Tuhan, kadang aku berpikir

Kenapa harus ada air mata yang jatuh hari ini??

Kenapa ada orang yang membuat aku menangis??

Apakah ini cobaan??

Kadang aku berpikir, apakah aku tidak pantas untuk mendapatkan kebahagiaan??

 

Tuhan, kadang sakitnya hati ini tak mampu membuatku berpikir jernih..

Aku berpikir untuk melakukan hal yang bodoh

Dan berpikir apakah lebih baik aku pergi dari dunia ini??

Agar semua orang bisa bahagia

 

Tuhan, aku minta padaMu..

Agar setiap air mata yang jatuh itu adalah pertanda kebahagiaan

Tuhan, aku percaya janjiMu..

Aku tau hidupku hanya dalam rancanganMu..

Bagaimana Cara Mengatasi Rasa Kecewa?

Ada yang tidak pernah merasa kecewa? Haree genee gitu loh, semua hal semakin dipermudah oleh teknologi, justru disiitulah saat dimana perasaan kecewa lebih sering muncul. Kenapa bisa begitu? Bisa aja, dengan segala kemudahan yang ada, maka antisipasi kita akan suatu kegagalan semakin berkurang. Katanya sih, rasa kecewa yang muncul itu sebetulnya berasal dari diri sendiri, bukan dari peristiwanya itu. Jadi maksudnya, bukan peristiwa yang terjadi yang bikin rasa kecewa timbul, tapi gimana sikap kita memandang peristiwa itu.

Sebetulnya, banyak tips yang bisa ngatasin rasa kecewa. Kita bisa curhat dengan mengeluarkan unek-unek yang mengganjal. Biasanya setelah bercerita, ada perasaan lega pada diri kita. Selain curhat pada seseorang yang dipercaya, kita juga bisa salurkan rasa kecewa dengan menulis. Mencari kegiatan yang menyenangkan untuk membuang perasaan kecewa juga sangat dianjurkan. Cuma yaaa itu, kalo lagi nggak mood, apapun jadi nggak menarik. *ngebela diri :D  Tapi nggak ada salahnya kan buat dicoba?!

Inget yaa, bahwa saat kita kecewa jangan memanjakan perasaan itu dengan menyimpannya dengan rapi didalam hati. Jangan dipelihara juga laaaah.. Sekecil apapun rasa kecewa itu, kalo nggak langsung segera disembuhin, bakal ngeganggu perasaan kita, bahkan ngeganggu kesehatan fisik maupun psikis kita. Nah lho!! Jadi, berusahalah sekeras apapun untuk mengatasinya..

 

^Buanglah Kecewa Pada Tempatnya^  “,)

 

Perawan, tapi kok gak Berdarah???

Saat anda memasuki malam pertama, khususnya para pengantin baru, ada kalanya seseorang tidak mendapatkan darah yang diakibatkan dengan robeknya selaput dara si istri, pasti menjadi pertanyaan bagi sang suami. Itu disebabkan karena beberapa mitos di kalangan masyarakat luas.

Bogor – Rupanya dijaman modern sekarang ini, masih ada saja yang percaya dengan mitos-mitos mengenai seks, terutama di kalangan remaja. Padahal datangnya dari mulut ke mulut dan belum tentu benar. Oleh karena itu, jangan asal percaya, apalagi dipraktekkan. Biar tuntas dan jelas, akhirnya Jurnal Bogor bertanya langsung dengan Pakar Seks and Drugs Dr. Bona Simanungkalit, DHSM, M.Kes. Berikut bocorannya.

Mitos 1: Setiap hubungan seks untuk pertama kalinya selalu ditandai dengan keluarnya darah dari vagina.

Fakta: Tidak selalu hubungan seks yang pertama kali itu terjadi perdarahan karena banyak hal yang mempengaruhinya. Apakah ada benda yang mampu masuk dan menembus liang vagina dengan kekerasan yang cukup? Apakah masih ada hymen atau selaput dara yang utuh? Serta bagaimana elastisitas dari selaput dara tersebut? Kalau selaput daranya sangat elastis kemungkinan besar tidak akan terjadi perdarahan. Perdarahan dapat juga terjadi disebabkan jauh sebelumnya terjadi kecelakaan, sehingga selaput dara sudah robek.

Mitos 2: Loncat-loncat setelah berhubungan seks tidak akan menyebabkan kehamilan.

Fakta: Ketika sperma sudah memasuki vagina, maka sperma akan mencari sel telur yang telah matang untuk dibuahi. Kalau terjadi pertemuan dan siap dibuahi, sudah tentu loncat-loncat tidak akan mengeluarkan sperma. Jadi, tetap ada kemungkinan untuk terjadinya pembuahan atau kehamilan.

Mitos 3: Selaput dara yang robek berarti sudah pernah melakukan hubungan seksual atau sudah tidak perawan lagi.

Fakta: Pengertian diatas harus diluruskan. Memang selaput dara merupakan selaput elastis tipis yang dapat meregang dan robek karena beberapa hal. Selain karena melakukan hubungan seks, selaput dara juga bisa robek karena kecelakaan dalam melakukan olah raga tertentu seperti naik sepeda dan berkuda atau bisa juga karena terjatuh. Karena itu, robeknya selaput dara belum tentu karena hubungan seks. Jadi bisa saja tidak ada kaitan antara robeknya selaput dara dengan hubungan seksual.

Mitos 4: Keperawanan dapat ditebak dari cara berjalan dan bentuk pinggul.

Fakta: Keperawanan tidak bisa dilihat dari bentuk pinggul atau cara jalan. Hanya bisa diketahui melalui hasil pemeriksaan dokter. Jadi hanya dari pemeriksaan khususlah yang memungkinkan diketahuinya selaput dara robek atau tidak, serta kemungkinan penyebabnya.

Mitos 5: Ada posisi seks yang ampuh mencegah kehamilan, misalnya sambil berdiri atau di dalam air.

Fakta: Tidak ada penelitian yang membuktikan bahwa gaya di atas bisa menahan laju sperma ke saluran telur. Sebaiknya untuk mencegah kehamilan tidak usah melakukan hubungan seksual bagi yang belum berkeluarga. Kalaupun ingin, gunakan kondom. Inipun hanya berlaku bagi pasangan yang telah menikah.

Mitos 6: Hubungan seks memakai kondom itu aman.

Fakta: Aman dari kehamilan dan penyakit menular seks memang betul, asalkan nggak bocor. Masalahnya, siapa yang bisa menjamin kondom seratus persen sempurna? Jadi selalu ada kemungkinan kondom robek, bocor, atau sperma berhasil masuk karena pemakaian yang tidak pas.

Mitos 7: Hanya saling menempelkan alat kelamin alias petting tidak akan hamil.

Fakta: Kata siapa? Keadaan diatas tidak ada yang bisa menjamin tidak akan terjadi kehamilan. Pada kenyataannya, banyak pria yang sulit mengendalikan diri waktu mendekati ejakulasi. Apalagi kalau cairan bening yang keluar dari penis saat tahap saling rangsang sebenarnya sudah tercampur sel-sel sperma yang lebih dari cukup untuk membuahi.

 

Mitos-mitos tersebut ternyata memang sudah hidup subur di masyarakat dan pengaruhnya masih sangat kuat, bahkan juga diantara para remaja yang justru lagi giat-giatnya mencari informasi tentang seks dan kesehatan reproduksi. Hal itu terjadi karena tidak lengkapnya informasi tentang kesehatan reproduksi yang bisa diakses oleh remaja, baik melalui lembaga formal seperti sekolah, keluarga, atau masyarakat pada umumnya.

Innocence Of Muslim

Khadija kecewa dan membuka kijabnya dan melemparkannya ke bawah, saat Muhammad sedang duduk di pangkuannya, Khadijah berkata kepada Muhammad: ”Apakah engkau masih dapat melihatnya”?
Dan Muhammad menjawabnya, ”Tidak”. Khadijah berkata kepadanya: ”Yakin dan bersukacitalah, demi Allah, dia adalah malaikat dan bukan setan, karena setan tidak akan malu (dan menghilang jika wanita membuka baju), tidak seperti malaikat.” (The Life of the Prophet by Ibn Hisham, hal. 174.)

Salah satu adegan dari film yang menghebohkan ini adalah mengenai Pembuktian Kenabian Muhammad, yang ternyata berdasarkan kesaksian sumber-sumber Islam yang diakui oleh kaum Muslimin sedunia, dilakukan oleh Khadijah, isteri pertama Muhammad yang saat itu bukan seorang Muslim.

Mempelajari sejarah Muhammad menimbulkan banyak pertanyaan. Tidak dapatkah si pembawa wahyu turun kepadanya tanpa menimbulkan banyak masalah? Tidakkah si malaikat dapat meyakinkan Muhammad bahwa dia adalah Rasul Allah? Apakah dia tidak mampu meyakinkannya mengenai panggilannya? Bagaimana mungkin malah istrinya yang meyakinkan Muhammad daripada si malaikat yang diutus itu? Tidak dapatkah malaikat menghilangkan kebingungannya, sampai-sampai dia mengira malaikat itu adalah setan?

Bukankah malaikat tersebut dapat dengan mudah membuktikan bahwa dirinya adalah malaikat Tuhan, jika dia memang benar-benar demikian? Disinipun kita sudah menemukan kejanggalan luar biasa!
Tapi ada yang lebih janggal lagi: Bagaimana Muhammad dan Khadijah pada akhirnya yakin bahwa Muhammad adalah salah satu dari para nabi? [Sebuah testing yang berkonotasi sex dilakukan oleh Khadijah terhadap Ruh/Jibril.]
Ibn Hisham menulis:

“Khadijah mengatakan kepada Muhammad, apakah engkau dapat mengatakan kepadaku tatkala kawan yang mengunjungimu (ruh/ Jibril) itu datang?

Muhammad menjawab, ”Ya”. Ketika dia datang, Muhammad memberitahukan kepada Khadijah.

Khadijah berkata lagi “Apakah engkau melihatnya sekarang”?

Muhammad menjawab, ”Ya”.

Dia mengatakan, berbaliklah dan duduk di paha sebelah kananku. Muhammad pun melakukannya.

Dia mengatakan kepadanya, ”apakah engkau masih dapat melihatnya”?

Muhammad menjawab, ”Ya”.

Khadija kecewa dan membuka kijabnya dan melemparkannya ke bawah, saat Muhammad sedang duduk di pangkuannya, Khadijah berkata kepada Muhammad: ”Apakah engkau masih dapat melihatnya”?

Dan Muhammad menjawabnya, ”Tidak”. Khadijah berkata kepadanya: ”Yakin dan bersukacitalah, demi Allah, dia adalah malaikat dan bukan setan, karena setan tidak akan malu (dan menghilang jika wanita membuka baju), tidak seperti malaikat.” (The Life of the Prophet by Ibn Hisham, hal. 174.)

*[Inilah “testing sexualitas” yang dilakukan oleh Khadijah untuk membuktikan bahwa ruh pewahyunya Muhammad adalah ruh dari Tuhan, dan ini adalah “satu- satunya bukti” tentang kenabian Muhammad, yang bahkan tidak perlu dibuktikan oleh Ruh/ Jibril atau Allah sendiri.]

Cerita ini telah ditulis dalam banyak referensi Islam. (Lihat The Beginning and the End oleh Ismail Ibn Kathir, Vol. III, hal. 15; Sirat Al-Maghzai, oleh Ibn Ishaq, hal. 133; Rawd Al-Unuf oleh Ibn Hisham, hal. 271-272; The Life of Muhammad oleh Dr. Haikal (1982), hal 152; dan Al-Isaba fitamyiz al-Sahaba (Finding the Truth in Judging the [Muhammad’s] Companions) oleh Ibn Hajar Asqalani (1372-1449), Vol IV, hal. 273.)

Mau download Film Innocence of Muslims? klik disini, password: www.deannsetiia.net

Maaf, karena ukuran Film Innocence of Muslims yang awalnya 180,486 MB terlalu besar, jadi saya convert melalui Total Video Converter sehingga ukuran film tersebut menjadi 9,356 MB. Namun perlu diperhatikan bahwa audio yang dihasilkan oleh film ini menjadi buram.

Sumber: bacabacaquran.com

Kebahagiaanku Adalah Kamu

Nggak terasa, hampir dua tahun aku ngejalanin hubungan dengannya, orang kedua yang paaaaling aku sayang setelah orangtuaku. Aku sayang banget sama dia. Rasa yang udah lama banget ada, yang dulu katanya cuma perasaan saling suka, dan kini semakin bertambahnya usiaku, semakin mengerti akan perasaan tersebut. Maksudnya, bukan cuma perasaan suka, tapi lebih dari itu. Rasa yang udah lama banget ada, dan aku sendiripun ga tau bagaimana awal munculnya perasaan itu. Kalo yang aku rasa sih yaa, munculnya itu ketika aku duduk di bangku sekolah dasar dan menjadi teman satu kelas sekaligus tetangganya. Mungkin sebagian orang menganggap ini hal yang biasa dialami oleh beberapa orang. Tapi ketika aku merasakannya sendiri, aku pikir ini bukan hal yang biasa. Karena selama bertahun-tahun hingga saat dia harus jauh dariku, banyak banget perubahan-perubahan yang terjadi. Nggak pernah ada komunikasi lagi dalam beberapa tahun setelah itu. Kalaupun kami bertemu, kayak orang yang nggak pernah saling kenal aja. Cuek abissss… ckckck

Jujur yaa, aku nggak pernah tau kalo ternyata dia juga perasaan yang sama. Seperti yang aku bilang diatas tadi, yang aku liat dia terlalu cuek, lagian aku juga nggak mau terlalu gede rasa. Ketika kami mulai semakin jauh, aku pikir rasa itu udah pergi gitu aja. Toh dari kabar yang sempet aku denger, dia udah punya orang lain. Aku sih percaya aja waktu itu, secara gitu orang udah ga ada komunikasi lagi. Sempet ada rasa gimanaaa gitu yah waktu tau soal itu. Mungkin agak kecewa juga waktu itu. Yaa meskipun saat itu aku juga punya orang lain tapi perasaanku masih tetep ke dia, orang yang paling aku sayang. Bukan ke orang yang saat itu sama aku. Aku nggak pernah ngerasain perasaan yang begitu kuat sama seseorang, kecuali dia, orang yang saat ini dan aku harap selamanya bisa jadi miliknya aku, amien.. hehee

Aku tau resiko dari semua ini. Aku tau gimana rasanya kedepan nanti kalo ternyata Tuhan ga ngasih ijin ke aku buat bisa bareng sama dia. Tapi seenggaknya, sekarang ini aku pengen berusaha supaya bisa merealisasikan apa yang aku mau. Dan pastinya bukan cuma dari akunya aja kan?! Semoga aja Tuhan mendengar, meridhoi, memudahkan segalanya serta mengabulkan apa yang aku minta, amien.. Meskipun sekarang ini kita tuh ngejalaninnya LDRan, tapi itu ga jadi masalah buat aku. Karena cinta nggak mengenal jarak dan waktu, katanya yang aku baca sih begitu. Mungkin sebagian besar orang menganggap LDRan itu susaaah banget. Justru itu kan ujiannya? Sejauh mana kita mampu ngelewatin setiap ujian itu. Kalo yang aku rasain selama ini pasti banyak pahit-manisnya. Dimana-mana yang namanya hubungan itu emang ga selalu manis kan? Ga peduli LDRan atau enggak, pasti ada aja yang namanya perbedaan pendapat atau hal apalah yang bisa bikin slek, bahkan hal sekecil apapun kalo mood lagi nggak bagus, bisa bikin ruwet. Kan dalam hubungan itu menyatukan 2 individu yang berbeda, yang memiliki pikiran berbeda juga pastinya. Katanya nih, ujian dalam hubungan itu lebih banyak kalo LDRan. Terus juga mengutip dari kata-kata yang dibilang mamaku “LDR itu perjuangan, banyak tantangannya”. Seperti itulah kira-kira.

Buat orang yang aku sayang, makasih banget udah ngajarin aku banyak hal dari semua ini. Salah satunya, aku jadi sedikit lebih ngerti tentang kedewasaan. Aku emang ngerasa kalo aku ini masih childish banget. Tapi kamu beda, kamu jauh lebih dewasa dibandingin aku. Itu salah satu hal yang aku suka dari kamu. Kamu juga apa adanya, dan aku harap juga kamu bisa nerima aku apa adanya. Makasih banget buat semuanya, termasuk orang-orang yang juga mendukung kami, hehehee… :))