Go Kill Story “gokil story”

Suatu hari, Memet memasang rambu lalu lintas dengan tulisan : “HATI-HATI!! BANYAK ANAK KECIL MENYEBRANG, MOHON JALAN PELAN-PELAN”.
Tapi, para pengemudi motor dan mobil tetep aja ngebut banget, seakan nggak peduli.
Akhirnya rambu itu di ubah menjadi “HATI-HATI!! BANYAK CEWEK TELANJANG BULAT. MOHON JALAN PELAN-PELAN”
Dan berhasillll… Semua pengemudi celingak-celinguk, jalannya pelan banget.
Bahkan lebih sopan sambil lirik kanan kiri.

Sumini seorang gadis yang sangat miskin, seumur hidupnya belum pernah memakai BeHa. Tapi karena dia cukup cantik, banyak pemuda yg suka. Akhirnya Sumini dinikahi seorang pemuda kampung..
Ibunya menjahitkan BH untuk Sumini. Karena tak punya cukup uang, BH Sumini dibuat dari kain bekas kantong terigu.
Di malam pertama, saat hendak bermesraan, tiba-tiba suaminya jatuh pingsan, kaget melihat BH istrinya bertuliskan “BERAT BERSIH 50 KG”…
Tapi itu baru BH yang bagian kanan, sementara yang bagian sebelah kiri, si ibu jahit pake bekas spanduk “SUMBANGAN UNTUK RAKYAT MISKIN 1 TON…!! Dan kisah penderitaan orang miskin yang tidak bisa menikmati malam pertama berlanjut, karena…
Sumini juga pingsan melihat celana dalam suaminya yang terbuat dari bekas spanduk jamu NYONYA MENEER, bertuliskan ”BERDIRI SEJAK 1918″
Pada suatu hari yang panas, ada sebuah keluarga yang dehidrasi. Si bapak kepala rumah tangga menyuruh seorang anaknya bernama Yakob untuk membeli coca-cola di warung dekat rumahnya.
Bapak : Yakob, kau belikan coca-cola untuk mama ko, bapak ko, adek ko, dan ko. Berapa semuanya yakob?
Yakob : 3 bapak!
Bapak : bodoh kali dikau menghitung nak. Bapak bilang beli coca-cola untuk bapak ko, adek ko, mama ko, dan ko. Berapa Yakob?
Yakob : 3 bapak!!! Dengan emosinya sang bapak pun memukul sang anak.
Bapak : bodoh kali kau nak, percuma bapak menyekolahkan dikau selama ini, coba kau sebutkan untuk siapa aja coca-cola itu?
Yakob : bapak, mamak, adek, dan yakob
Bapak : berapa yg harus kau beli?
Yakob : 3 bapak!!!
Bapak : kenapa masih juga kau sebut 3??
Yakob : aku mau FANTA!!!
Bapak : !#$!!@#@&^

 

Pembeli : “Mas, telornya berapa sekilo?”
Penjual :” Telor ayam atau telor bebek?”
Pembeli : “Telor ayam.”
Penjual : “Telor ayam biasa atau ayam kampung?”
Pembeli : “Ayam biasa.”
Penjual : “Yang lokal atau yang import?”
Pembeli : “Yang lokal aja.”
Penjual : “Yang lokalnya mau daerah Jakarta, Bogor atau Depok?”
Pembeli : “Yang Jakarta deh…” (Sambil terlihat kesal)
Penjual : “Mau yang Jakarta Pusat, Timur, Utara atau Selatan?”
Pembeli : “MAS INI MAU JUAL TELOR APA MAU JALAN-JALAN?!?!”
Penjual : “Maaf Bu, saya penjual mie ayam di sebelah. Kebetulan yang jual telor lagi ke belakang. Saya disuruh ngobrol dulu sama pembeli sampe dia dateng.”

 

Polisi : “ini benar dgn saudara udin di surabaya?
Udin : “benar pak saya sendiri.
Polisi : “saudara anda yang bernama tarjo mengalami kecelakaan dan akhirnya meninggal, saya harap anda segera kesini untuk identifikasi korban.
Udin : “tapi pak, saya lagi di luar kota. gini aja pak, bapak punya facebook kan?
Polisi : “iya punya, emang knp?
Udin : “gini deh pak, bapak foto aja orang yang bernama tarjo itu, lalu bapak upload fotonya di facebook bapak, nanti bapak tag fotonya ke fb saya (udin pe’ak). Kalau itu benar saudara saya tarjo, tenang saja pak. Pasti saya LIKE kok.”
polisi : “-__________-”

 

kejadiannya waktu gw liburan di tempat nenek gw. kebetulan nenek gw punya tetangga, namanya rosa, usianya baru 30 tahun. bercerai karena suaminya ternyata impoten.
body tante rosa mirip dengan dewi persik, imut tapi padat.
“hai cing,kapan datang? nanti maen tempat tante ya!”
katanya siang itu waktu kami berpapasan dijalan. gw ga mau membuang kesempatan. malamnya gw sengaja datang kerumahnya.

tok..tok..tok
hanya dengan 3x ketukan, pintu langsung dibuka. wow..ternyata tante rosa cuma memakai baju tidur putih dengan dada rendah, mata gw ga berkedip menatap kemulusan tubuh tante rosa.
lama kami bercerita didepan tv. entah siapa yang memulai, kami mulai berciuman, tangan gw menjelajah dibalik dasternya, tangan tante rosapun tak mau diam, mengelus dan meraba dada bidang gw, ciuman kami makin liar sampai akhirnya………………………………………..
.
.
.
.
.
.
.
“bangun cing, bantuin nenek masak dong”
eeettdah…cuma mimpi. :D