Terhempit kerasnya malam, terhuyung puyeng menjadikan tubuh ini goyang-goyang ga karuan, lagi dan lagi rasa enek rada mual mulai menghampiri tubuh yang suci ini, membawa kesan diri pada nostalgia pilu yang sangat dibenci manusia ini, tapi suatu harapan muncul, rasa ingin tahu dan ingin segera menakluki muncul tiba-tiba dari hati kecil penuh ekspresi, si ganteng ini ternyata masih berusaha melawan kehendak alam hanya untuk kepentingan yang dibuat manusia semata.
Lagi, dan lagi. setiap malam gue selalu begadang meski dalam hati sudah tegas ingin tidur dan beraktifitas secara teratur, capek, bosen, bahkan orang tua gue aja bilang kalo gue ini adalah kalong, semacam hewan yang tidur di siang hari dan beraktifitas di tengah malam, buset dah, sesuatu yang rasanya sudah menjadi kebiasaan buruk ingin segera dihilangkan namun nyatanya apa? entah kenapa kepala ini lebih leluasa berpikir pas malem-malem begini, plong tanpa hambatan dan gangguan sedikitpun yang membuat diri ini lesu dan risih, manusia pemikir yang tak nampak dan jarang dihargai ditengah keberadaannya kini menemukan sesuatu yang baru lagi, rada telat tapi setidaknya itu lebih baik dari pada tidak sama sekali atau tidak melakukan apapun.
Kali ini, gue pada masa orientasi pengembangan software sistem informasi yang gue garap dalam satu modul besar ini, ingin rasanya merubah pola pengembangan yang gue buat dari otodidak yang asal-asalan jadi sistem analis yang berotodidak, menjadi tugas gue sebagai sarjana komputer khususnya bidang sistem informasi untuk memikirkan input dan output, manfaat, fungsi dan modal sehingga dapat secara bersih membangun suatu produk yang dapat disebar luaskan tanpa menimbulkan bahaya kepada gue untuk kedepannya, secara saat ini gue juga sudah mengakui dan rada berinsaf tentang penyalahgunaan lisensi yang sudah mulai gue gunakan untuk berkarya dan disebarluaskan. Masalahnya adalah, gue bukan lagi dalam tahap belajar untuk kebutuhan gue sendiri, namun sudah menjadi salahsatu peluang bisnis dari kemampuan yang gue miliki, titik temunya dan bahasa kasarnya adalah “Masa gue harus pake software bajakan lagi untuk menciptakan software dengan nama gue sendiri dan gue jual ke publik dengan mengambil keuntungan?”, wah meski bertahap seharusnya gue sudah mulai ngerti dong gimana rasanya bikin capek-capek dan ga dihargain, kalo gue asal buat dan minta dihargai berarti gue adalah orang ceroboh yang maunya sendiri, okelah dengan begini gue putuskan untuk sedikit beralih kejalur resmi tanpa merugikan apapun dari kepentingan ini. Iya sih, gue tahu dengan software resmi yang harganya mulai dari 190ribuan aja gue masih belum sanggup, tapi biar gue terus berjalan dan mencoba menghargai adakalanya gue mencoba ke Open Source, toh saat ini banyak juga pengembang yang masuk ke ranah open source, buat 3D model, animasi bahkan game aja ada yang Open Source, ga usah disebut apa produknya pasti banyak (developer) yang tau, nah untuk basis yang gue gunakan juga cuma satu kendala doang, untuk projek gue saat ini secara mendominasi gue juga memakai Open Source, secara web based programming dengan bahasa HTML, PHP, CSS, trus Apache Web Server bahkan sampai database MariaDB dalam kompilasi Xampp aja Open Source, tapi untuk aplikasi berbasis client yang sengaja gue pisah ini nih masih pake Visual Basic, iya tau VB6 ini isunya emang udah gratis tapi entahlah…. Environment di kantor juga udah mulai gue alihin ke Linux OS semua, jadi mulai sekarang gue harus belajar menggunakan sumber daya ini dengan baik dong, jadi inilah saatnya buat gue mengembangkan Aplikasi berbasis Linux.
Dalam forum developer gue sering banget ngebaca yang namanya Gambas, nah saat ini nih gue baru belajar dan mencoba mengembangkan clone applikasi dari Project VB yang gue buat, mentranslate ulang bahasa untuk gue buatkan program yang hampir menyerupai program yang gue buat sebelumnya untuk bisa dijalankan di Linux. kenapa enggak mengandalkan Wine, denger-denger VB6 udah bisa dipake disana. Hmm, atuh kapan gue belajarnya?
Selamat tahun baru temans, nuansa berganti, cinta merekah, pengalaman bertambah, kesengsaraan tak hilang (wkwkw), satu diantara hening dan hampanya rasa, menjadikan satu dari banyaknya partikel kehidupan yang sulit teratasi, seluruhnya terhubung, hingga tak ada waktu untuk berpikir alih mengambil perbedaan dari segelintir objek didepan mata. tak ada yang bisa diandalkan selain diri sendiri, tak ada yang bisa mengatasi mimpi buruk ini kecuali diri sendiri, tak ada yang bisa membuat keadilan kecuali diri sendiri, inovasi, karya, kekayaan intelektual harus terbebas dari semua indikasi dan pengikat yang ada tapi nyatanya, ilusi permintaan dan penawaran menjadikan semuanya menjadi buta, jalan lurus yang dilihat banyak orang sebenarnya adalah benang kusut semrawut tak beraturan yang tak memiliki arah, terlepas dari perubahaan niat dan pergantian hati, gue sendiri bahkan tak bisa memprediksinya.
Belajar mencoba memutuskan sesuatu secara bijak, menganalisa beberapa sumber daya yang dimiliki, tingkah laku dan kebiasaan serta tujuan utama untuk mencapai suatu sistem yang nyaman dan tidak terlalu merepotkan dimasa mendatang. Akhirnya, Sistem Informasi Pondok Pesantren Al-Hidayah Al-Mumtazah telah berjalan setengah tahun (Satu Semester, Terhitung 20 Juli-25 Desember qiqiqi) . Ada beberapa kisah miris yang gue dapati selama pengembangan, tentunya berbagai macam ekspresi yang gue tampilkan saat masalah itu terjadi, terkadang bersikap bijak, terkejut bahkan memberontak dalam jiwa. Dalam hal ini, gue benar-benar menempatkan kepentingan orang tua sebagai permintaan klien yang akan gue analisa untuk dikembangkan menjadi program aplikasi. Pembangunan pertama gue rancang sengaja berbasis web, ini bukan berarti pemrograman web lebih mudah ketimbang desktop. Salah! Salah besar! Gue bisa aja membangun langsung via desktop tapi untuk hal ini gue memilih berbasis web adalah karena konfigurasi jauh lebih mudah, sumber daya aplikasinya juga berbasis open source jadi tidak terbentur dengan yang namanya lisensi, sehingga untuk kedepan nantinya gue baru bisa memikir untuk pemetaan dan pembelian lisensi resmi untuk sistem operasinya saja, lebih irit dan kondusif, selain konfigurasi dan lisensi, sistem ini juga akan gue bangun menggunakan jaringan Intra, setiap perangkat yang terhubung dengan jaringan ini entah Local Area Network (LAN) ataupun Wireless Local Area Network (WLAN, orang biasa nyebutnya Wifi ato Hotspot) dapat terhubung langsung sehingga jika ada permasalahan atau penambahan perangkat sangat mudah untuk menyesuaikannya.
Berdasarkan postingan gue yang udah agak lama waktu itu, berkaitan dengan judul 