Semangat yang Dipertanyakan

Mengingat beberapa tahun sebelumnya, ketika gue hanya masih memiliki sedikit pengetahuan tentang code code yang gue dapetin dari Pakar Ilmu Otodidak gue, Mbah Google. Ketika kala itu karena tuntutan job dan keuangan yang amat memblusuk, gue menggunakan web server offline berlabel XAMPP. Semakin larut semakin hari pikir hayal gue berkembang dan selalu gue tata rapi dalam baris-baris HTML. Ya, waktu itu gue memang menggeluti hal itu. Gue juga jarang ngeblog karena gue gak punya cukup waktu dan duit buat ngenet. Tapi, buat temen-temen sekeliling gue yang enggak memiliki daya tarik tentang internet malah mencekam gue, mencekam gue dengan kata-kata sensitifnya bahwa gue adalah Manusia setengah Blogspot, Hah? Apa maksud mereka? Mereka kira ngeblog adalah orang imannya lemah dan akan terjerumus diantara script koding, Gue ingin membela diri karena sebenarnya memang bisa dibenarkan sih, tapi bukan itu! kenapa mereka menyangkut pautkan gue sama hal kayak gitu, memang sih banyak dari para blogger yang memulai dunianya dari situ akan menjerumus dan TERTARIK sama pengkodingan, tapi akn enggak semuanya. Ada yang menjadikannya sebagai sarana penyebaran nama, menggunakan sumber daya yang ada dan dia hanya akan fokus pada konten penulisannya.

Waktu itu, ingin rasanya gue membela diri gue sendiri tapi gue gak punya kesempatan untuk berbicara didepan mereka. Ya biarlah, lagipula sebenernya mereka sering bertanya dan minta tolong kegue tentang hal kayak gitu. bener emang, ketika gue didepan komputer, gak peduli daya tarik gue sebenernya lebih spesifik dan enggak menyeluruh, ketika ada yang melihat gue dan ingin minta tolong, rasanya mereka ingin gue menyelesaikan masalah mereka. masyarakat memang enggak mau tau, siapa yang didepan komputer meskipun dia cuma ahli ngotak-atik microsoft word sekalipun, harus bisa membantu instal, troubleshooting dan lain sebagainya. karena titelnya akan tetap, gak peduli dia mau jadi Programmer, Developer, Desainer atau apalah itu, dia akan dibilang Orang Komputer. jadi, apa yang membuat gue tetap berjalan melawan arus hingga saat ini? gue yakin ini adalah Minat. Minat gue jauh berbeda dengan banyaknya kawan-kawan gue. Mungkin benar gue adalah orang yang paling sesat karena gue lebih condong sama jenis jenis komputer.

Kembali pada topik, waktu dulu gue cuma punya blogspot tapi udah ngerti bagaimana cara menghosting, yaaa gue cuma bisa pake hosting geratisan karena gue gak punya duit yang bisa gue relain buat ngapusin uang jajan gue buat beberapa bulan. gue punya banyak akun hosting sama blog dan semuanya gue update minimal seminggu sekali,. Kenapa bisa? sebetulnya dalam hati gue selalu bertanya, apa gue bisa konsisten kayak gini terus? kenapa enggak mempertahankan satu aja nyampe bener-bener kelihatan menonjol? tapi yang ada dalam benak gue, gue bisa berkesan keren kalo punya banyak web banyak dan semuanya gue kerjain sendiri, waktu demi waktu akhirnya gue bisa ngenet lagi dan itu terbukti, banyak temen-temen chatt yang menyanjung gue karena hal ini, gue semakin bangga dan pada akhirnya tepat pada masa gue belajar jahil, padahal gue cuma buat kata perintah Command Jahil aja pake command windows, gue selipin kesemua master executable dan membagikan keorang orang, tapi banyak dari akun gue yang mati mendadak gak tau kenapa. mungkin ini adalah karma, menurut gue, mereka akan bilang gila hebat bener, si fannil bikin virus itu, dan nama gue menjadi membusung jauh dibanggain, ternyata itu malah sebaliknya, ketika banyak karya gue menghilang dari komunitas web tanpa sebab itu, nama gue mulai menghilang dan kayak mereka gak bisa kenal ama gue lagi, apa yang bisa gue banggain? ketika gue pengen pamer lagi, mereka cuma bilang gue diforum forum dengan sebutah HOAX, mbelek.

Nostalgia ini membuat gue khawatir dengan kegiatan gue kali ini, jujur projek gue udah sangat banyak tapi gue berasa pengen ini pengen itu dan semua projek kayaknya pengen gue gencarin lagi, gue gak ngerti sama apa yang ada dibenak gue, tapi gue selalu berharap semoga enggak ada eksperimen yang kacau ditengah karena gue mulai merasa malas dan gue bisa menyelesaikan semuanya dengan rapi.

DeannSetiiaML

Pada postingan kali ini, sekedar untuk tDeannSetiiaMLebar pesona saja, gue baru melaunching suatu website dan akan menggunakan domain baru yang masih menjadi bawahan dari Publik Domain DeannSetiia Land. Website ini niatnya hanya akan gue gunakan sebagai projek projek praktikum gue biar ntar temen-temen sekampus gak bingung ama yang mana punya gue, jadi gue cuma mau sedikit mengkondisikan meski nantinya kesemua pembaruan akan gue update di Publik Domain Utama DeannSetiiaNetnya. Kenapa Launching kali ini gak diupdate di Publik Domainnya? Malu ah, warnanya mpink, hehee

website ini gue bikin dengan modal $0 atau dalam versi kita mah Nol Rupiah. Hosting yang gue pake, tetep kayak yang dulu, tapi enggak kayak yang Publik Domain DeannSetiia Landnya, IdHostinger, trus domainnya cari yang geratisan deh. yaudahlah informasi kali ini cuma segitu aja, maaf jika ada tulisan yang salah dan gak bisa dimengerti

Alamat: www.deannsetiia.ml

MONEY?

At many condition, I’ll say that we are, as the normal human being couldn’t be far away from money, money can be one of our inspiration for going to the bright future, and money can promise us many thing that we would like to do in this earth. We can say that we’ve many choice for life but the end we just need money. I’m sory for being don’t make you understand by this language, but sometimes i would describe something with this language and I hope you can understand what I mean although my english seems so bad and unnaceptable. My whole opinion about money never be end, as the normal people, I was very often get phisycal problem with money. I can’t produce my own money, but I just can stand by hoping it forever. I don’t know whats going on myself, but it seems I can’t control it by my only self, maybe true that no such angel will laugh us for wanting it in our life, but in the fact, it can be fatal attention for us, like do whatever though we can get it which no matter what happend to our environment. So, at this post I’ll only say that:

The Poorest People are those who don’t have anything except MONEY

Because…

MONEY can buy a house, but not a home…

MONEY can buy a clock, but not time…

MONEY can buy a book, but not knowledge…

MONEY can buy food, but not an appetite…

MONEY can buy position, but not respect…

MONEY can buy blood, but not life…

MONEY can buy medicine, but not health…

MONEY can buy insurance, but not safety…

MONEY can buy a bed, but not sleep…

and the last, Money can buy SEX, but not LOVE…

Emot

Pada kesempatan kali ini, gue pengen sedikit menghibur beberapa sobat agan dan sista yang kebetulan mampir kesini dengan emot emotan yang gue bikin tadi. sebenernya buatnya simpel, muka gue assetnya seperti alis, mata, idung dan mulutnya diilangin, tai lalat gue ditebelin dan abis itu buat kreasi ekspresi doang deh, langsung aja gue gak bisa lama-lama ini. klik spoiler intip untuk melihat apa isinya yaa

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1

Diri Kita

man masa kini

Sebelumnya, gue minta maaf kalo coret-coretan gue yang baru aja terbuat dari korel ini gak masuk banget sama apa yang bakal gue bahas saat ini. Kita bisa lihat gambar disamping ini, terdapat seorang pemuda dengan mata terkuliti BBM, separuh kepalanya mengeluarkan berkas-berkas yang mencirikan What’s Up, Facebook dan Android. Kemudian didalam kepalnya hanya hitam polos yang mencirikan kekosongan.

Menurut gue, mungkin ini adalah gambaran dari kebanyakan kita saat ini. Sebagian besar dari kita, ditengah masa orde teknologi mulai merajalela dan sangat pesat, kebanyakan dari kita malah menjadi korban dari itu semua. Kenapa tidak? Pemikiran asal manusia dengan adanya teknologi yang semakin canggih kita tidak akan repot repot melakukan sesuatu, semuanya akan dijadikan lebih ringkas, mudah dan dapat dijangkau. Namun nyatanya, ini malah membuat kita menjadi pribadi yang manja, Semakin lama kita didekatkan dengan teknologi macam smartphone itu, ketika kita menjauh pasti rasa gelisah selalu ada dibenak kita, merasakan kepuasan saat menggunakan wifi, akses cepat dan semuanya yang sangat mudah, tapi ketika terjadi satu kendala yang membuatnya menjadi tidak seperti biasanya, kita akan mencibir dan mengeluh.

Oleh sebab hape gue enggak bisa di UPGRADE dan masih tetap menggunakan Nokia X1 [Versi Net Not Net], dan ditambah lagi gue gak punya akun Jejaring Sosial Facebook, dengan bangga gue bilang gue adalah manusia yang bebas dari penyakit seperti itu. Jadi uraian ini bukan mencerminkan keperibadian gue yaa, tapi gue cuma mengutarakan apa yang mungkin bisa gue lihat dari survei gue selama ini.

Mungkin kita terlihat malang, namun ketika kita merasakan teknologi ditengah tengah kita, jelas pasti kita tak akan menyadari bahwa kitalah yang sangat diperalat olehnya. Yaaa intinya sih gue cuma mau ngingetin doang jangan terlalu Overlebai menggunakan teknologi biar gak terlalu terlena aja, kesian orang orang disekitar anda, pasti ada yang merasa dicuekin nooh, Keep Fight and Ganbatte yakk