Suatu kecenderungan

225339_223316761012453_3744920_nTerbelenggu, diam dengan masa baru dan menjadikan beberapa aturan menjadi bagian dari kehidupan. Rusak! perasaan bisa saja rusak karena aturan logika yang memiliki banyak simpul yang sulit dipecahkan, sesuatu yang tak bisa dikendalikan dari diri akan mendatangkan dua pemahaman emosi yang berlebihan dan orang-orang akan menyebutnya “terlalu”. kata “Terlalu” tak selamanya menjadikan manusia terbelenggu dengan suatu asumsi sebab umumnya kita dapat merasa “Terlalu senang” dan “terlalu sedih”. intinya emosional kita terbuka dan kita melepas peran logika kita menjadi jam terbang atau bawah sadar kita. Kita mungkin menyadarinya. Namun, suatu kesadaran yang kita pahami sebelum kita menyadarinya waktu itu bukan berasal dari serapan sebenarnya, itu hanya media hipnosis yang memaksa kita merangsang hal baru agar mudah ditoleran tanpa harus disaring melalui dasar logika.

Manusia cenderung membebankan satu pihak dari dirinya, beberapa menggunakan logika untuk memahami, meresapi keadaan sekitar, namun sebagian dari kita juga cenderung menggunakan hati dan perasaan untuk mentoleransi keadaan. Tingkat pemendaman rasa, nyeri hati dan ketegangan emosional yang berbeda juga menurut gue akan mempengaruhi ketajaman manusia itu sendiri. Takdir memang ada, tapi kita tidak musti menyangkut pautkan kesempatan hidup yang kita miliki dengan takdir tersebut. dengan keyakinan batin dan pikiran itu, seharusnya kita harus melewatkan pemahaman takdir yang tidak bisa kita mengerti melalui dua atribut manusia ini. Hidup adalah pilihan, dan pelakuan kita terhadap suatu pilihan akan tergantung dengan usaha yang kita upayakan dan apa yang akan kita dapatkan. Meski pendapat ini terlalu ekstrim jika kita tak memahaminya, kesimpulan kadang berubah-ubah, kesenangan dan kekaguman manusia juga terkadang luput dengan masa, namun kebenaran memang ada satu, dan tapi apakah kita akan memudarkan tujuan dan kekonsistenan itu?

Sulit untuk melihat kebenaran dibalik kenyataan yang kita lalui, kita butuh sejenak waktu untuk sendiri dan memikirkan semua itu, pola yang rumit dijangkau ini membutuhkan kesabaran dan pemahaman kita yang tinggi, setidaknya kita akan dipaksa untuk menyesuaikan perasaan dan logika untuk keadaan yang meliputi diri kita. Sejauh ini, ketika kita tidak dapat meresapi apapun dan memahami lingkungan sekitar, hal mudah yang dapat kita gunakan adalah membandingkan. Berapa banyak kah kegiatan kita untuk menjadi bermanfaat, berlatih, dan berkarya ketimbang kesenangan lain yang berubah-ubah?

“Jangan berpura-pura dalam berdo’a.”. Dibandingkan dengan urusan do’a, kita biasanya akan melewatkan titik fatal yang biasanya sering kita dengar dari orang-orang tua kita. kebiasaan mendengar cenderung membuat telinga kita menjadi bosan dengan uraian-uraian tersebut. ada suatu sistem yang salah dalam penyaluran dan penalaran informasi ini, namun kita pasti tidak asing dengan kata-kata itu. kita mungkin merasa kebal dengan peringatan itu, kebal bukan berarti kokoh! ini akan membuat kita jauh dari kehidupan manusia sebenarnya. Sesuatu terpecahkan, bukan dari sesuatu yang dapat dicuri dan dari sesuatu yang tidak ada duanya didunia ini. Sejauh ini, dengan sesuatu apapun yang terjadi, meresapi dan mendengar lingkungan adalah langkah utama “dasar” yang perlu kita perhatikan.

Sesuatu yang berubah

yamiPernahkan kita merasa ada sesuatu yang berubah dari tingkah kita sebelumnya? Perasaan yang entah kenapa tanpa sadar berubah dari biasanya. Perasaan yang bukan seharusnya diutamakan tapi semakin berjalannya waktu, tiba-tiba terdetik beberapa pembaruan tingkah laku, kepercayaan diri dan keyakinan baru sehingga logika awal mulai terabaikan. Sesuatu hilang, bukan berasal dari hal yang dapat dicuri dan tak ada duanya dibumi ini.

Sebenarnya gue peribadi bertanya-tanya, nyamankah gue saat ini? pergantian rutinitas dan kebanyakan aktifitas membuat gue mumet dan sebagian aktifitas gue menghilang. gue gak bisa mendapatkan kedua kubu positif secara bersama, ketika gue mengalihkan hidup gue kepada hal yang baru sebagai alih belajar, gue juga harus kehilangan kesempatan gue yang lain, semua terasa seperti bundel paket winrar yang ketika gue mau menggantinya itu harus melalui prosedur update, tapi ketika ada berkas yang berubah dan itu adalah paket tersingkronisasi, maka antar satu dengan lainnya sudah tidak berguna dan tidak dapat digunakan secara normal.

gue adalah jenis manusia yang cenderung suka dengan kedamaian, sepi dan tanpa aktifitas, dengan hal itu biasanya gue mendapatkan hal-hal baru dengan lancar dan tak terganggu, karena sebetulnya gue benci untuk dibatasi bahkan oleh yang namanya waktu. Namun, buruknya gue, gue adalah priadi non-sosial yang sulit. Mungkin gue akan baik-baik saja dengan kehidupan gue sebelumnya, tapi ketika didepan orang gue merasa paling lugu, cupu, lembek dan tidak menjadi apa-apa. Ya, naluri gue yang sebelumnya banyak diakui bahwa proses penangkapan lojika gue yang lebih cepat dari orang biasanya, atau juga lebih cenderung tidak banyak berbicara dan tekun melalui proses hanya akan terlihat sebagai pribadi yang sombong didepan orang-orang baru yang belum atau masih mengenal gue melalui kovernya saja.

Seiring bergulirnya waktu, mulai terdetik dalam diri gue rasa ingin memulai perubahan. Melalui aktifitas dengan kadar kemunafikan karena bersosial, berpartisipasi dalam lingkup yang sebenernya bukan gue banget, dan mencoba untuk menjadi sabar untuk banyak hal demi keunggulan pribadi dan kematangan jiwa. Ya, telah terjadi banyak hal yang gue lalui. Biasanya, gue cepat meninggalkan sesuatu yang enggak gue mengerti dan enggak ingin gue dalami, Tapi, ketika lingkungan mulai mengenal gue dan gue juga terikat banyak kontrak dengan mereka, akhirnya gue mengetahui betapa indahnya menjadi munafik, sesuatu yang tidak biasa gue lakukan demi mendapatkan pengalaman baru meski dari semua perjalanannya tidak ada hal yang gue banggakan, lebih banyak memendam sakit hati yang begitu besar dari biasanya, indah adalah ketika gue melewatinya dan memasukkannya kedalam sejarah kehidupan gue, entah sampai kapan semua itu akan berlangsung dan untuk beberapa lama gue menjalaninya.

Blogger Palsu

Sebagai seorang blogger. Ada tindakan para lingkungan blogger gue yang sangat gue benci. Gue hidup dengan kegiatan ngeblog memang sejak lama. dari saat gue masih duduk di bangku SMP yang kebetulan waktu itu gue masih Ababil dan masih menyandang setatus alay. Seiring pergantian masa, sarana blog memang tidak pernah hilang dari permukaan. bahkan meskipun game online dan jejaring sosial mulai dipadati, tapi sarana ngeblog tetap tidak terkalahkan. Dia bahkan melewati batasan waktu dan ruang dinamika tersendiri yang menjadikannya bukan untuk dibandingkan, ini adalah perbedaan yang menakjubkan. Namun, ada beberapa hal yang menurut gue adalah keburukan, gue membenci kegiatan ini karena dampaknya juga mengimbas kepada tautan-tautan lain disekelilingnya.

Ketika kita masih belum tau ngeblog, dan seseorang memperkenalkan kita dengan istilah ngeblog, mau dari internet atau dari sahabat langsung. tidak bisa dipungkiri bahwa kebanyakan dari kita akan menerima hal yang pertama terngiang-ngiang dibenak kita bahwa ngeblog bisa menghasilkan uang, dan bukan hanya itu saja, sarana dan jasa SEO mulai disebarkan dan diperbincangkan. Tapi, meskipun sebenarnya ini bersifat sangat individu dan mungkin hanya sebagian oknum blogger saja yang melakukannya, tapi itu sudah cukup memperburuk reputasi seorang blogger. Ketika orang itu mulai ngeblog. yang dipikirkan adalah copy-paste posting orang demi trafik tinggi agar dapat notifikasi pengaktifan adsense, atau situs PPC, PPR dan lain sebagainya.

Sebentar gue mau jelaskan, Kegiatan blogger secara naturalnya yang gue ketahui sejak beberapa tahun lalu adalah sharing, berbagi, menceritakan atau rutinitas yang berasal dari peribadi, bisa kita katakan itu adalah penyaluran expresi status yang dimuat dalam banyaknya paragraf dan tautan yang dinamis. Setidaknya, yang harus ditanamkan oleh diri seorang blogger adalah bagaimana hasil yang ia buat, peraturan yang ditanamkan dan presepsi yang diutarakan dalam muatan paragraf tersebut diminati orang, digemari orang, dan membuat orang merasa senang mengunjunginya, itu akan menandakan bahwa kita bisa menjadi orang yang bermanfaat dalam suatu hal. Tapi, jika rumusan ini prinsipnya diganti, ingin mendapatkan trafik tinggi untuk memperoleh omset, omset, uang itu membuat gue menjadi JIJIK!! kebanyakan, mereka yang mengejar hal ini membuat jalan pintas untuk mencopycat hasil kekayaan intelektual seseorang dan didistribusikan kepada publik. Hingga akhirnya ada peraturan tentang DCMA dan sebagainya, yang menaungi hak paten suatu orisinalitas postingan dan itu menyita blogger lain. tidak sedikit para blogger yang postingnya dicopycat oleh orang yang tidak bertanggung jawab di blog malah dibanned oleh google. blogger palsu tersebut malah memanipulasi kegiatan dengan keaktifan kopi pastenya padahal dia tidak tau bagaimana blogger lain melakukannya dengan sendiri.

Blog memang open source, sumber terbuka dan kita bisa memodifikasinya sesuai kemauan kita, seperti halnya menggunakan sistem operasi linux, untungnya banyak orang yang berpartisipasi dan meramaikan kegiatan ini untuk menjadi populer. Namun, kekayaan intelektual orang musti dihargai. bahkan ketika itu membuat blogger blogger sesungguhnya dibanned, blogger palsu yang hanya ingin mendapatkan receh online itu tetap saja tidak tau diri dan parahnya lagi mereka membangun komunitas untuk pembuatan para kader-kader blogger gelap tak tau diri. dengan amat bangga memamerkan jalan pintasnya, modifikasi posting, melakukan ping ke beberapa mesin pencari bahkan botnet, baypass, nulled dan apapun itu tidak sulit ditemukan di forum forum seperti itu. aitu merusak citra seorang blogger sesungguhnya! apakah itu blogger-blogger saat ini? bagaimana ini bisa terjadi dilingkungan gue?

-_-

Kesimpulan

berawal dari tindakan wajar seorang anak manusia. dalam benak ini, gue selalu bertanya-tanya apa yang dapat memicu manusia untuk bisa berkembang. Bagi gue, gue sendiri enggak bisa mengatakan secara rinci karena gue sering terombang-ambing sama rasa males dan menunda. Gue selalu punya angan-angan yang besar untuk apapun yang gue liat, gue ingin bisa begini, gue ingin bisa begitu, dan yang lebih penting gue pengen membuat gaya baru yang belum pernah dibuat orang dan orang-orang mengkiblatkan gue sebagai aktivitas mereka, yaa titik kecilnya dari sekitar lingkungan gue aja dulu. gue pengen punya insiatif yang maju dan berkembang, tapi setiap kali gue punya niatan, pada saat itu juga gue selalu mengeluh dengan apa yang belum gue miliki, “Ah, ininya belum ada, ntar aja dah” padahal kalo gue rasa, itu yang sebenernya menghancurkan gue; trus apa yang gue kerjain? gue bahkan banyak menghasilkan bukan karna ide yang gue rencanain, tapi jauh lebih kepada apa yang sedang gue jalanin tanpa punya rencana.

Menurut gue, dunia kekomputeran itu sama luasnya seperti dunia nyata karena melalui komputer ini, data dan informasi, komunikasi bisa disetarakan dan perkembangan teknologi itu 0,1 detiknya selalu berkembang, jadi dari semua aspek yang ada, kedokteran, pendidikan dan segala macam lainnya, teknologi inilah yang selalu pesat perkembangannya. jika pendidikan berkembang, dari situ teknologi juga sudah pasti menyertainya, kedokteran apalagi dan segala sesuatunya sudah tidak bisa luput dari perkembangan teknologi.

Terjadi kesalah pahaman presepsi yang sebenarnya orang-orang komputer yang merasa dirugikan. contohnya nih, jika seseorang yang pendidikannya mengambil komputer, dan dia lebih condong pada bidang desain atau programming, dan orang terdekatnya tau dia mengambil pendidikan komputernya saja. tiba-tiba dia memiliki masalah dengan komputernya, misal komputernya butuh diinstal ulang, terjadi kesalahan atau kerusakan pada berkas sistemnya dan butuh di instal ulang atau repair. Nah, orang orang yang bertitelkan komputer ini tidak boleh menolaknya meski secara garis besar memang bukan bagian bidangnya. Karena jika orang ini menolak dia, otomatis dia akan berkata “percuma lu orang komputer tapi gak bisa bantuin instal”, apa kita mau bilang “maaf, gue desainer, gue programmer, gue animator dan bukan yang kayak gituan”. apakah itu yang akan kita ucapkan? tak peduli seberapa besar voting kita menjawab iya pada akhirnya kita yang dirugikan, menyakitkan bila kita langsung di banned begitu saja dengan ucapan yang sebenarnya mereka yang salah. Namun, orang-orang yang bukang berada pada bidang komputer tidak akan menyadari perbedaan pendidikan komputer dengan yang lainnya. Masyarakat itu gak mau tau, kalo kita orang komputer, yaaa mustinya kita harus bisa membantu meskipun sebenarnya itu menyimpang. Jadi, mau dia orang yang mahir atau tidak, tetap saja masyarakat tidak mau tau. jika kita mengabaikannya, mereka akan langsung berkata, alaaaah percuma kuliah komputer lama-lama.

Kasus kedua, ini adalah konfik internal. jangan bilang sesama orang komputer bisa saling memahami antar tindakan dan prinsip. kedua pengalaman ini benar-benar gue rasain dan sepertinya gue butuh membeberkannya kepada siapa yang mau baca postingan gue. Misalnya si A dan si B berada dikuliahan yang sama, sama-sama mengambil pendidikan komputer. si A selain tau tentang perkembangan teknologi, suka buat game, desain atau animasi. dan si B juga tau tentang perkembangan teknologi tersebut. si B memang tahu kalo si A ini membuat game, desain atau animasi. namun kerjaannya adalah selalu membanding-bandingkan dengan pekerjaan orang lain. misalnya, ah game lu kurang menarik bro, masa karakternya kayak gini, coba dong kayak game ini, lebih bagus gue yakin orang banyak yang suka. broo, masa karakternya kayak itu sih bro, buat yang lain dong kayak ini kek biar beda sendiri, dan lagi lagi bro ini bro, yang kayak gini bagus. Bayangkan bagaimana rasanya jadi yang di kritik. sebenernya kalo dibanding-bandingkan, si B memang tau, memang update, tapi satu hal pun dia tidak membuat apa-apa, dia cuma bisa membangga-banggakan ini, itu, dengan tidak sengaja dengan berkata animasi lu kurang, wiiish yang ini nih bagus banget, naaah kayak yang ini dong itu sebenrnya sudah membuat luka si A. emang dia kira gampang? biasanya orang yang suka ngeritik ini enggak tau apa-apa, ketika dia dipaksa buat mengerjakan hal yang dikerjakan oleh yang A, ternyata si B ini beku, diem, cengegesan dan beribu bahan alasan dikeluarkan.

Kesimpulannya, dari catetan gak beraturan yang diambil dari emosi kekesalan peribadi gue adalah bahwa bagaimanapun keadaan kita, konfik itu selalu ada, jika kita berteman konflik kita dengan teman kita sendiri dan ketika kita tidak bersosial maka sosial itulah yang menjadi konfik besar kita. trus, apa yang harus kita lakukan? positif thinking dan menjadi apa yang kita mau ajalah yang bisa mensupport kita.

Pink Bird On Progress

pinkybird

hari ini gue akan melakukan kegiatan setor proposal tentang lomba software atau hardware di kampus gue. lomba ini sebenernya bakal lebih banyak digeluti oleh kakak kelas yang sudah pada tau cara mengkonfigurasi yang namanya database dan dalam lomba ini kalo make database, pasti nilainya plus plus. Gue masih ada di semester 2 dan ternyata yang ikut lomba ini di semester dua cuma kelompoknya gue doang, hasemm -_-.

Waktu teknikal meeting, gue merasa gue pengen ngundurin diri aja deh, entah kenapa selalu terbayang dibenak gue gimana rasanya waktu presentasi. Maklum, secara gue adalah orang yang gak bisa bersosial dengan baik, pasti salah tingkah, pucet, bergetar, deg-degan dah kalo ketemu orang baru. apalagi dalam nuansa presentasi. temen-temen kuliah gue aja ada yang kayak gitu, yaaa sebenernya percuma sih gue mau nutup-nutupin kayak gimana juga pada akhirnya gue bakal ketemu sama yang namanya presentasi dalam hidup gue. Ujian Skripsi contohnya, mules daaaaah.

rokkl

To the point, ke intinya aja, dalam lomba ini, gue mau menghasilkan suatu produk game beraliansi AIR yang bisa digunakan dalam mode Android. loh kenapa bukan PC? kalo android bisa PC juga kena, malah bisa dimainin secara online hehee.Dulu sih ada iatan gue pengen kasih nama Cuppy Bird. tapi berhubung warnanya pink, yaudah deh jadi Pinky Bird aja, lagian pastinya game ini gak bagus bagus amat -_-. game ini gue harap bisa sama kayak flappy bird, tapi karna keterbatasan pengetahuan otodidak gue, jadi cara maeninnya cuma goyang goyangin aja pake tangan sendiri. gue harap nanti bisa selesai waktu terakhir pengumpulannya. hehehe