Gue gak mau jauh dari MAMA

Pada kesempatan kali ini, gue cuma mau memberikan sebuah ungkapan hati gue yang tulus dan selalu melekat dalam relung jiwa gue yang paling dalam, setiap kali dan setiap saat sesuatu itu menjadi sesuatu banget buat gue. Setiap kali gue merasa gue pengen mendapatkannya, sesuatu itu selalu ada dan siap menjadikan senderan agar gue bisa berpangku padanya, menjadikan gue terlatih dan sedikit berbobot dan membuat gue nyaman untuk terus surfing tanpa harus memikirkan waktu karena gue bisa mempercayainya selagi gue melakukan kegiatan harian gue seperti dikampus atau ketika sama manusia-manusia temen gue. Sesuatu ini selalu setia menanti gue dikosan, dan ini juga membuat gue semakin memikirkannya, dan selalu memikirkannya. Namun, untuk beberapa saat gue sedikit merasa dongkol dengan apapun yang menghalanig gue dengan sesuatu yang gue sebut MAMA. kenapa banyak yang membenci kehadiran MAMA? apakah dia melakukan tindakan yang curang untuk kalian? bahkan apapun alasan pelayanan mereka, gue tetap enggak bisa menerima perlakuan ini.

lanjutkan dengan klik spoiler Intip yakk

Buat para agan dan sista yang kurang mengerti tentang Mama yang gue sebutin ini, bisa cek dulu dipostingan ini. Mama selalu ada untuk kebutuhan gue, dia selalu setia dan memberikan apapun untuk gue, memberi pelayanan yang tidak membuat kecewa, perlahan tapi pasti, tapi gue menyukai prinsip seperti ini, sebab mama selalu menyelesaikan dan memberikan sesuai kebutuhan gue, enggak pernah bohong dan enggak pernah berkhianat.
Masih di beberapa minggu setelah Hotspot Wifi terpasang lagi di kos gue, gue akhirnya bisa surfing lewat internet dan enggak make segala ke warnet atau pake Modem Model CDMA yang gue punya. Koneksi Internet berkisar 3 Mbps yang enggak dilimit ini membuat gue semakin hari semakin ingin memiliki kebutuhan hidup yang lebih dari pada kebutuhan hidup gue waktu gue masih menjadi operator sebuah warung internet yang menggunakan bandwith 2 Mbps itu. namun, taukah agan? Jaringan lokal yang terpasang disini malah pake DHCP dan tentunya gue enggak bisa langsung ngoprek-ngoprek antar jaringan dan internet pake Statik IP. Kenapa ini menjadi masalah buat gue? Koneksi internet yang ringan ini justru sangat membatasi kegiatan gue di dunia maya. gue mau ngakses ini malah diblokir, ngakses itu juga diblokir, dan yang paling merasa gue agak dongkol adalah sesuatu yang gue banggain dulu malah yang memblokade jalur kebebasan gue, Projek Nawala. Internet sehat dan Nawala inilah yang seringkali nongol ketika gue mengakses sesuatu yang berkategori, mungkin gue enggak akan merasa risih kalau Proxy server atau situs yang berbau kebiru-biruan yang diblokir, tapi ternyata Server Leecher, Tracker serta Peers yang selalu gue temuin ketika gue sama mama pun malah diblokir, dan efeknya apapun yang pengen gue download kagak jalan-jalan. Kenapa? kenapa bisa begini? gue benci untuk dibatasi untuk hal seperti ini, emang gue cuma bakal bisa dapetin biru biru dengan resolusi 1080 Pixel aja dari mama? gue mau dapetin program!! gue pengen nyedot software yang gue butuhin. apa itu masalah? lagipula kita kan di indonesia, negara yang saling menghargai antar sesama, saling memberi dan tidak saling menyakiti. itulah prinsip kita. Jadi buat apa kita beli produk asli kalo kita bisa ngebajak? lagipula orang yang memberikan produk bajakan maksudnya baik kok, dia ingin membantu kita untuk tidak terlalu hanyaut sama yang namanya perekonomian yang selalu memeras kita. apalagi gue sendiri adalah seorang mahasiswa, mengertilah perasaan gue dan perasaan semua orang yang memilih produk bajakan, sebab hasilnya memuaskan pula. Maaf ya Speedy. untuk kali ini gue enggak mau make DNS lu yang membuat gue terikat, Maafkan gue dan semoga elu bisa mengerti apa yang gue maksud.

e:diem: h:mati:

Kehidupan

Hidup adalah bukan bagaimana kita selalu diatur dan mengatur antar sesama. Hidup yang menurut gue adalah suatu rekayasa kehidupan yang kadang membuat gue kolot dan terlena sama siapapun yang berada disekitarnya. Terkadang, gue selalu berpikir bagaimana semua kegiatan ini akan berakhir, gue masih belum bisa menerima suatu argumen yang mana otak gue akan berhenti dan tetap tersangkut pada logika yang membuat gue enggak bisa gue pikirkan dan gue jalankan. Gue juga sangat benci mendengar bagaiamana kebanyakan orang mengakhiri ungkapan mereka dengan langsung membawa inti dari kehidupan kita. Entah apa yang mereka rasa sehingga sesuatu yang tidak bisa diprediksikan selalu saja diakhiri dengan pola sendiri. Seakan menghargai, menghormati dan mematuhi, tapi menurut hati gue sendiri itu adalah tindakan bodoh yang kenyataannya gue masih belum menyerah dengan hal seperti itu.

Gue, satu yang enggak akan bisa tahan dengan beberapa faktor dilingkungan gue, merasa seakan tak akan ada kelayakan untuk tetap bertahan bersama kehidupan, dan juga selalu menyimpulkan sebuah kesalahan dan menghindari kenyataan, gue adalah satu keironisan karakter yang menyerupai sesuatu yang tidak layak untuk diangkat kualitasnya. Namun begitu, bagaimana dengan mereka yang selalu menyimpulkan sesuatu tindakan dari awal? Memvonis kesalahan lebih lama dan meninggalkan banyak bekas yang sulit diterima bagi kehidupan siapapun disekitarnya? Mendengar hal seperti itu, kemungkianan mereka juga beranggapan bahwa mereka adalah sesuatu yang mewakili alam dan kehidupan tentang baik dan buruk, benar atau salah, layak atau tabunya suatu tindakan dan analisa. Mereka yang tidak menentang tetapi selalu menyimpulkan sesuatu yang bisa mereka pikirkan dan mengabaikan apapun yang tidak berguna. Mencoba untuk tidak pernah membanding-bandingkan sesuatu ketika sesuatu itu yang mereka suka, dan juga selalu mencari kebenaran tentang fokus mereka. Apakah itu adalah kehiduapan yang mereka anggap sebenarnya?

Penyimpulan alasan yang gue buat hanya sekedar untuk menjauhi ketegangan hidup gue, gue benci mengakuinya tapi gue sangat muak sama apapun yang menghalangi prinsip gue. Membawa sebuah prinsip baru dan menambah-nambahkannya serta menjadikannya sebagai suatu kelayakan pokok justru membuat gue ingin cepat memberontak dan menghindarinya. Setidaknya, melepaskan diri dari mereka yang menurunkan reputasi hanya untuk kehidupan biasa. Berpikir tentang kehidupan, umumnya, gue selalu mengira kehidupan ini memiliki satu pola yang dapat dijalankan asal konsisten, ternyata mereka itu tidak akan berlaku untuk banyak prinsip dan karakter yang tidak dapat menyeimbangkannya. Pemikiran gue tumpul, apapun yang gue pikir pada akhirnya membuat gue sakit, sesak dan selalu terjatuh pada lingkaran yang sama, lingkaran kegelapan yang membuat gue berpikir balik tentang apa yang selalu gue bawa bersama untuk meneruskan hidup. Berkali-kali gue memandang bagaimana cara menghindarinya namun apapun itu, selangkah demi selangkah gue seharusnya enggak boleh membiarkan banyak argumen mengarahkan banyak keburukan tentang gue. Manusia terlalu mudah memvonis bagaimana kehiduapan orang selanjutnya, seakan mereka juga mewakili sesuatu yang besar dan memihaknya serempak, dan beropini bahwa yang satu akan senang dan yang satu tak akan senang. Seperti apakah tindakan kewajaran itu? apa yang sebenarnya mereka konsumsi sehingga mereka melalui beberapa kemungkinan dengan hanya beranggapan seperti itu? siapa yang sebenarnya harus disalahkan?

Setelah kehidupan ini berakhir, apakah yang bisa gue rasa? sementara rasa dan ego kemungkinan besar sudah lenyap. persaingan tidak ada dan mungkin gue enggak bisa melihat ketidakwajaran seperti ini lagi disana. Selamat atas kemenangan kalian, selamat atas kehidupan kalian.

Curcol

Bukankah perjalanan ini sangat sulit? Bukankah kehidupan ini hanya akan banyak menunda waktu dan memperbanyak kendala dimasa depan? Bagaimanakah mereka yang telah pergi dari kehidupan ini menjalani hidupnya dalam waktu yang lama? Sampai kapankah gue bakal terjebak dengan akal, logika, dan perasaan yang terus menghimpit gue?

Jujur, gue terperangkap sama keinginan nasib. Gue bisa aja mati ditengah banyak orang yang enggak mungkin akan mengenali gue. Gue juga mungkin akan terketuk untuk beberapa kalinya dan menggoncang tekad dan suka mengubah niat dan rencana.

Selama ini, gue udah lebih banyak menjalani penderitaan dari kadar yang seharusnya gue rasain. Gue menyerah sama dunia nyata ini, gue menyerah akan bagaimana menjalani kehidupan dengan penuh romansa, netralisasi, dan damai tentram ketika bergolongan dengan makhluk manusia yang lainnya. Gue menyerah untuk mendaftarkan diri gue untuk bisa hidup lebih lama lagi, yang selalu gue alamin dan selalu gue pikir adalah tentang bagaimana gue bisa melaluinya seperti dulu lagi, seperti pada saat gue belum sadar tentang diri gue sebenernya. Jangan bilang tobat gue bakal merubah gue jadi yang terbaik lagi!! Jangan bilang dengan banyak hal yang masuk ke rongga hati gue bakal bikin gue jadi lebih positif dari sebelumnya. Ini salah kalian!! Kalian udah bikin gue melihat bagaimana gue hidup, bagaimana gue berjalan, dan bagaimana gue menyadari akan beberapa hal tentang gue dimasa lalu.

Gue emang sadar, tapi kesadaran inilah yang membuat gue mati. Gue lebih merasa sendiri adalah pilihan sementara yang cocok, meski gue pengen berbeda, meski gue pengen guelah yang tetep menjadi yang terbaik dari kalian. Namun kembali kepada kesalahan yang kalian perbuat ke gue, kesalahan yang membuat gue akhirnya merasa bahwa tubuh gue goyah dan bergetar setiap kali gue bersama makhluk manusia. Gue benci mengakuinya! namun gue juga enggak akan memendam rasa ini untuk waktu yang lama. Setidaknya ini adalah catatan pribadi gue dan gue bisa semau gue membuat opini dan definisi yang menurut gue ini adalah kebenaran.

Kembali kepada masa dimana gue bisa berdiri sendiri, dengan banyak kebanggaan di dada tipis gue ini, dan banyak keburukan yang gue lakuin. tapi waktu itu kalian selalu melihat dari bagian dimana gue terlihat buruk kan? enggak peduli bagaimana gue ngejalanin hidup gue dengan banyak penyesalan yang selalu gue rasa setiap kali gue sama kalian. Rasa terpaksa selalu ada meski muka gue diem ato tersenyum dan berakting seakan-akan itu hal layak dan gue enggak terbebani. Kalian membuat gue melihat bagaimana buruknya gue yang menurut gue itu bukan hal buruk, kalian membuat gue menyadarinya dan membuat gue depresi dan hingga saat ini, ketika gue udah tumbuh menjadi matang dan bertambah usia, gue terjebak dengan tantangan dan apa yang kalian bicarakan. Gue hanya bisa akui kalo gue menyerah sama dunia nyata ini, mungkin bisa lebih baik kalo gue bersembunyi dibalik mesin yang selalu menemani kehidupan gue.

Sebenernya, gue pengen jadi yang dulu, gue pengen bisa ngejalanin hidup ini dengan indah, hidup bersosial dan bisa berjalan tanpa hambatan dan pikir panjang, meskipun gue bakal ngulangin problem gue lagi. Sepertinya itu tak akan masalah sebab menurut teori dan logika gue, kalo kita ingin terus berjalan untuk hidup, kita harus mengobarkan sebagian kecil dari kesempurnaan yang kita miliki. Gak peduli apa yang pengen gue lakuin, sepertinya gue tetep enggak bisa kembali, gue selalu melihat titik ini, yang selalu membuat gue takut akan kehidupan yang gue dan kalian sama sama singgahi, kalian bikin hati gue jadi brutal.

Mungkin gue ceroboh, mungkin gue parah dan juga mungkin banyak definisi yang bakal kalian lontarkan ketika tahu bahwa sebenarnya dalam catatan ini gue sedang menghakimi kalian dengan tulisan tulisan ini. Tapi gue selalu optimis tentang ini, gue yakin besar kemungkinan kalian enggak akan menyadarinya! kalian enggak akan mengerti karna cara gue menghakimi kalian enggak menusuk seperti saat gue waktu itu, sehingga membuat gue jadi begini. Gue enggak akan pernah menghakimi kalian secara langsung, didepan kerumunan manusia lain yang langsung membuat gue mengalami perubahan total, tindakan langsung yang amat menyedihkan untuk gue ingat kembali.

Ketika gue berkata dan menyalahkan perkara dan sebab waktu itu, banyak manusia yang tidak akan percaya, beberapa orang pasti akan bilang semua itu tergantung dari apa yang gue inginin, kali gue punya niat untuk berubah lagi gue udah bisa, positiflah, apalah, menu berkah kata yang sebagian orang rangkum dari beberapa kosa kata yang menurutnya membuat gue termotifasi sulit untuk gue serapi, gue udah kehilangan banyak menu keinginan gue sejak dulu dan gue bukan jadi manusia yang penuh dengan sikap konsisten dan netral seperti ini mungkin karena takdir.

h:(  b:(  e:(  :(

Progressing Kuba DeannSetiia 2.0 dan Tutorial Book

Sehubung dalam beberapa bulan yang panjang ini gue belum lagi ngisi yang namanya gambar model anime buatan gue sendiri dikarenakan beberapa faktor yang paling penting dan menyudutkan gue, maklum semenjak gue pindah dari operator warnet menjadi seorang mahasiswa baru di jogja ini, sehingga faktor jarak amat menentukan bahwa gue udah gak bisa lagi yang namanya minjem pen tablet buat iseng-iseng  nyoret dan ngegambar. Ditambah lagi meskipun gue udah punya niat pengen beli, namun sayangnya gue enggak punya duit yang banyak buat itu. boro-boro pen tablet, niat gue ngerakit komputer yang tinggal kurang PSU sama monitornya aja udah kalangkabut, belum lagi gue pengen banget milikin yang namanya xperia, jadi gue maen-maenin android tanpa harus pake emulator yang sayangnya kemaren gue ditakutin sama vga gue yang tiba-tiba mati!

dalam kesempatan kali ini, gue cuma mau sekedar kisik kisik aja tentang suatu projek yang tengah gue jalanin. oleh sebab gue pengen jadi orang yang dikenal dipublik maya dan para kalangan netter sejati. makanya gue lagi ngegarap program kuba deannsetiia dalam versi ke-dua. wow! kali ini apa ya yang menjadi penompang lanjutnya remak remik program kuba deannsetiia itu? hahaha jawabannya bukan sekarang!! mungkin sedikit bisa gue perjelas. Enggak kayak kuba deannsetiia beta yang pertamakali gue launching waktu itu, kini dengan model instalasi seperti biasanya, auto shortcut pada start menu dan desktop yang pastinya gue pasangin. kuba deannsetiia ini tidak hanya akan merepotkan kita untuk menggunakan sebuah plug in shockwave Adobe Flash Player For IE lagi. Alesannya kenapa? karena kuba deannsetiia 2.0 akan gue bebaskan dari yang namanya visual basic. lah gue kan lagi belajar visual basic, masa gue enggak masangin di kuba deannsetiia 2.0 itu? woles bray, kali ini gue punya taktik lain. biasanya gue buat FAQ lewat exitensi chm, tapi kali ini gue pengen sedikit nyesuain sama yang namanya executable windows pula. jadi, visual basic standar yang gue buat dari frame bisa gue pasang disitu aja dah.

Berangkat dari tingkat kegalauan gue yang seakan-akan ketika gue udah nyampe di yang namanya jogja kok gue enggak ngasilin karya ya? makadari itu dengan tekad dan rasa iri ke temen gue yang katanya banyak yang udah pada terjun ke yang namanya bisnis, entah itu mlm, ini, itu dan lain sebagainya. gue lagi ngegarap yang namanya buku tutorial. tutorial apa? ada deeh, doain yah semoga buku gue lekas rampung, dan diterima oleh penerbit dan gue bisa dapet komisi dari hasil karya gue sendiri, hasek hasek

hari ini gue ada ujian UTS, entah kenapa karna kegalauan ini gue jadi malah ngepost blog. maklum materi ujian ini adalah materi yang sebenernya bukan bagian dari gue bahkan gue blas gak tau total sama sekali :(

Story of life

Segelintir kata yang tak pernah terucap olehku saat itu, setitik kata manis yang tak pernah keluar dari mulutku. Entah kenangan apa yang dia berikan untukku, entah apa yanh ada dibenakku saat itu. Aku nggak paham, aku masih begitu muda untuk mengerti dan merasakannya saat itu. Masih begitu polos saat mendengar kata-katanya, tanpa berpikir panjang. Dan akhirnya, aku merasakan kekecewaan yang begitu mendalam, tanpa dia merasakan apa yang saat itu aku rasakan. Ingin rasanya aku membunuhnya, tapi Tuhan meredamku untuk melakukan perbuatan keji itu. Aku berdoa, agar tak ada lagi yang orang yang merasakan hal yang sama sepertiku. Hidupku saat itu dipenuhi tanda tanya besar! Andai aku bisa mengulang waktu itu, tak akan kujalani hidup dengannya dalam beberapa bulan itu. Tapi percuma saja, semuanya sudah terjadi. Tapi Tuhan tak pernah tidur, Ia mengerti akan sakit yang aku rasa saat itu. Hingga akhirnya Tuhan mempertemukan kami (lagi). Seseorang yang jauh lebih baik darinya. Seseorang yang memang sejak dulu kuharapkan. Aku begitu menyayanginya. Aku selalu berdoa, semoga ia menjadi yang terakhir untukku dan menjadi seseorang yang akan selalu setia mendampingiku dalam berbagai keadaan, hingga akhir hayatku…