Selamat malam temanss..
diantara sesaknya hiruk piruk cakrawala yang mendesak diri untuk kagum karena Nya. mencerna berbagai makna kehidupan dan arti dari hikayat masa lampau, menikmati detik demi detik waktu dan nikmat yang diberikan ini. rasanya, dekade membuat kita tak bergerak meski rasanya berlari.
berbagai simpul yang dirajut berkat kebohongan yang konsisten dilakukan ini, menyisakan rongga sesak tak terbendung buat lingkungan gue, terutama yang tak pernah mau merasa,
berbicara soal rasa, sebenarnya terdapat dua varian rasa yang disuguhkan bagi pecinta kopi nusantara, loh?! ckckck
sekilas saya membaca bahwa ada pepatah yang mengatakan bahwa tempat paling aman untuk menyimpan rahasia adalah keramaian, ada juga yang mengatakan sehebat-hebatnya bangkai disembunyikan suatu saat pasti akan tercium. artinya, kebohongan apapun yang disembunyikan pasti akan terbongkar. berarti intinya konsekuensi pagi pelaku kebohongan adalah ketahuan.
Namun, bagaimana jika suatu kebohongan disembunyikan dan disimpan ditempat yang ramai? wowww. ternyata menghasilkan dua konsekuensi yang berbeda antara Percaya dan Tidak Percaya. daru situ menghasilkan spekulasi tersendiri untuk masyarakat baik yang Percaya dan yang Tidak Percaya.
Apa jadinya? perpecahan kubu. jika beberapa kelompok masyarakat ada yang percaya dan ada yang tidak percaya karena hal ini terus berlanjut, berawal dari perbedaan pendapat, perbedaan keyakinan hingga pada akhirnya timbul adu ego dan debat kusir yang akhirnya terpecahlah masyarakat yang luas ini, ditambah lagi kalo kita merujuk pada istila hoax yang udah ngetren, pasti lah tuh susah bagi manusia baru menyikapi informasi ini. contohnya, ya jelaslah ada pesan berantai aja langsung maen share dan forward tanpa harus saringan nalar, dikit-dikit jadi isu hangat sampe trending topik. bagaimana cara lepas dari pola ini? susah brooo
pembuat kebohongan ini juga pasti sudah bersungguh-sungguh dan tekun berusaha :D, lagipula kita juga sudah tau barang siapa yang bersungguh-sungguh maka dia akan berhasil. weleh.
Jadi, antara kebaikan dan keburukan, jika dilakukan secara bersungguh-sungguh, pasti akan berhasil. pasti repot yah buat yang baru idup di era modern ini. hidup makin keras, segalanya berbau kepentingan manusia. kita seakan akan dijauhkan dengan tujuan kita untuk beribadah kepada tuhan kita sendiri.
so plend,
jaga hati, jaga sikap dan jaga pikiran dan selalu open mind. di jaman sekarang hidup udah makin susah, kebutuhan ekonomi makin ribet ditambah lagi disekeliling kita sudah marak kebebasan berpikir dan kebebasan informasi jadi harus berhati-hati ya menyikapinya 
Arsip Kategori: Catetan Ringan
Austinasi Prosa
Terdengar seperti kritis, argumen-argumen yang dimasa gue hidup sekarang adalah masa dimana semua informasi dikaitkan dengan istilah hoax, apa-apa hoax, apa-apa hoax dan seterusnya.
walau tak dapat melakukannya secara mandiri, tak dapat berjalan ditempat ramai seperti banyaknya orang. setidaknya, ada suatu tempat dalam penantian. suatu kedamaian yang sangat indah sepintas terlihat dari jangkauan sugesti dan imajinasi diri. mulut ini mungkin berkata lebih tak waras, tapi itulah kenyataannya. bergerak lebih jauh dan lebih lama di tempat ini terkadang tak dapat menguntungkan. kemarahan yang dimarahi, memperkuatkan ego dan berkelit panjang terhadap sirkulasi stimulus yang tak memiliki akhir bak teori big bang kata mereka.
terlihat bagaimana angin membawa selaksa raga harum nan semerbak. tak ayal, sukar untuk dimengerti bahwa berkat ketidakpahaman ini menjadikan gue lebih mengerti sebuah realitas. realitas yang sulit dicerna bahkan melalui firasat dan insting pribadi.
sulit untuk menerima kenyataan bahwa selama ini sudah dibohongi. terlepas dari hal itu, berkutat masalah jantung perihal detakan tak bisa dihentikan. rasa tetaplah menjadi rasa. semua rasa berpusat padanya, seperti rasa lapar ini yang sempat menggoyahkan tubuh dan menjadikan gue gila seperti sedia kala. gue bukan salah satu orang yang kehausan akan itu, gue juga bukan seseorang yang selalu berpikir tentang itu. dalam periode panjang yang disebut waktu, ada sesuatu yang tak dapat dikatakan dengan bijak terkait kesalahan dan perubahan hati, Change of Heart. walau tak selamanya begitu namun fokus tetaplah fokus.
Berpura-pura untuk menjadi ringan tangan adalah keahlian gue selama ini. tak banyak diketahui bahwa apapun tujuan gue, selalu ada masa dimana sesuatu terus berkembang dan gue mulai melihat jalan lain didepan mata. The Illusion of Truth, rekayasa kebenaran selalu mengiming-imingi gue akan sebuah kegalauan besar sepanjang masa, bahkan seumur hidup ini.
hal yang selalu terlintas dalam benak ini tentu tak dapat diasingkan dan dihilangkan, layaknya sebuah energi/gaya. ia berubah wujud antar satu dengan yang lainnya sehingga kedekatan ini membuat gue salut dengan satu inspirator yang tak dapat disebutkan namanya. bukan karena gue bertindak sebagai pendendam, tapi kita memang berada di satu circle yang semua masyarakatnya memiliki topeng. tak terkenal, tak dikenal dan tak ada yang mengetahui satu sama lain.
Pengalaman dengan AndroidOS
Android, suatu sistem operasi open source yang beberapa tahun ini marak dan menjadi raja dari segala banyaknya device / perangkat yang ada. sistem operasi yang dijual kepasaran dengan harga $0 atau setara dengan gratis tis tis ini tentunya banyak pengembang perangkat keras ingin memasoknya hingga gak aneh kalo akhir-akhir ini hape android bukan hanya ada di smartphone merek sams*ng atau s*ny doang tapi nama-nama asing aneh juga ikut merutug ga karuan kayak l*va, w*ko, v*vo dan macem lainnya (nama produk sengaja gue sensor biar lucu).
Dulu, waktu gue baru lulus sekolah mengengah atas (setara maksudnya), gue sangat iri ketika temen-temen gue yang abis di wisuda langsung dikasihin hape android sama orang tuanya, secara ditahun 2012 itu punya smartphone udah wih wih banget, beberapa dari temen gue bahkan dibeliin ios, wanjir, trus genengan gue minta beli hape ke orang tua trus jawabannya apa? “Hape sekarang mah murah-murah nil, umi aja beli yang 300ribuan, ini nih 300 ribu aja beli sana ke pondok”, okelah oke, lagian android juga masih barang mewah dan di sekitar gue juga masih banyak yang beli hape c*na karena emang lagi marak ya hape ada dengan tuts 3X4 yang ada kelap kelip lampu diskonya qiqiqi.
tapi kisah gue bukan nyeritain tentang hape merk itu, dalam judul posting kali ini gue sedikit bernostalgia dengan yang namanya android, jadi tenang aja cerita gue belum selese wkwkwk. setelah beberapa minggu pasca kelulusan akhirnya gue harus pergi jauh lagi dari rumah karena keterikatan gue dengan yang namanya pesantren belum usai, ga kayak sekolah berlabel pendidikan lain, di pesantren gue diterapin undang-undang yang mewajibkan seluruh siswanya untuk menetap minimal selama satu tahun untuk masa orientasi ato disebut pengabdian. kebetulan gue ditetapkan di sebuah tempat yang gue banget, bersama senior yang gue fans banget ama dia karena ilmu komputernya yang tinggi dan orangnya ramah-ramah tapi agak pelupa (Luthfi Andi Zet, qiqiqi).
Pengalaman gue mulai bertambah, pasalnya tempat yang gue banget itu ternyata adalah sebuah Laboratorium & Komputer + Internet jadi perkembang biakan gue yang pesat terjadi disana (yaa meski sebelum-sebelumnya gue juga berkembang biak). Meski kabar buruknya tiba tiba laptop gue langsung rusak pada waktu itu, tapi gue ga terlalu kepikiran banyak karna disono banyak banget komputer sehingga ga ada waktu dimana gue bakal ngantri untuk berusaha megang komputer karena ampe kolot juga puas banget bahkan bisa make 3 atau lebih komputer sekaligus qiqiqi.
Gue waktu itu masih asing banget sama android, dia menurut gue adalah barang mewah setara BB yang buat di pegang aja ngerih, waktu itu gue tengah mengembangkan proyek website jejaring sosial buat temen-temen seangkatan gue, ZEBJIZ. kala itu gue dapet ilmu selingan untuk konversi ato bahasa aslinya membuat frame untuk projek gue dalam bentuk single executable (gatau bahasanya, bukan windows! bukan!!) diperangkat pintar BB & Android, nah ternyata di BB berhasil dan Work, selanjutnya karena gue rada males buat ketemen gue buat nebeng percobaan di androidnya jadi gue berusaha buat cari sendiri gimana caranya nyicipin android tapi tanpa minjem ke temen, akhirnya terlintas dalam pikiran gue buat nyolong, buseeeet boong boong hehehe.
entah kebetulan kosmis seperti apa yang terjadi kepada gue, akhirnya gue menemukan emulator android wiiis, pertama sih gue kenal namanya BlueSt*ck & GenyM*tion. gue belajar beralih kesana, emang sih rasanya beda dan berat, tapi entah kenapa gue pake-pake terus, tapi penggunaan emulator android ini ternyata ga sejalan sama keinginan awal gue, bukannya belajar buat program untuk android tapi malah posting ig lewat android secara waktu itu (sampe sekarang sih) instagram hanya bisa dipake posting buat perangkat android doang, bisa pake web tapi ga bisa posting, percuma. akhirnya gue terjebak dalam bius-bius kesenengan oleh robot ijo android itu, dan skip skip sampe gue selese pengabdian gue ga punya kisah menarik tentang android dan hanya berkutat pada kesengangan manusiawi sebagai orang alay yang pengen eksis, haduuhh.
waktu terus berlalu akhirnya waktu kuliah gue dapet pinjeman duit 5 juta lumayan buat modal utama gue beli alat-alat kos dan beli laptop baru yang 3 jutaan, ternyata secara reflek gue langsung donlot emulator android lagi buat make, emang sih selama lebih dari setengah perjalanan gue di kuliah gue masih belum punya dan belum tertarik buat beli android (jadi gue beli smartphone karna hape rusak aja qiqiqi), kisah ini berjalan singkat karna RAM laptop gue terkuras dan berasa lola meski emulatornya ga dipake. skip skip barulah gue punya android, untungnya gue bisa beli android seharga setengah jeti qiqiqi, dijaman gue beli android mah si android udah bukan barang mewah lagi jadi lebih gampang dapetnya, waktu gue beli aja gue udah dapet pada generasi K untuk Kitkat, cerita terus berlanjut hingga sampe kurang lebih satu tahun gara-gara android jarang gue cash dan ketinggalan begadang, sekalinya gue bangun eee udah mati dan di charge lagi, jadi mungkin sirkulasi arusnya mati ato apa akhirnya is dead dah itu, kemudian setelah liburan akhirnya gue punya projek buat sistem administrasi dan pembayaran dan bisa menghasilkan uang sendiri, gue langsung cus deh beli android generasi M untuk Marshmallow yang gue dapetin via Laz*da (dan sampe gue posting ini masih gue pake).
Baru-baru ini gue beli netbook baru HP-N028TU X360 TouchScreen, alesan beli karna beberapa bulan yang lalu di kamar gue sendiri, gue keilangan laptop gue yang kedua sehingga ini adalah yang ketiga yang gue miliki, gue udah ceritain di Proyek TriMan jadi gue gamau ngebahas rasa sakit gue wkwkwk, di laptop ini awalnya gue hanya install mint karna keperluan pribadi non-bussiness sehingga gue pengen nyoba rasa open source yang full, eh beberapa hari ini gue nemu sebuah official Account dan setelah di riset-riset ternyata gue menemukan situs yang menyediakan sistem operasi android rasa marshmallow, wooow. enak nih gue coba, namanya adalah Remix OS. buat temen-temen yang pengen ngejajal android di komputer sendiri sebagai sistem operasi sendiri (bukan emulatornya) bisa coba deh, jadi berasa punya tablet sendiri hahaa.
Pemetaan Website Hikmatul Amien
Alhamdulillah, semalem pukul 22.34 tanggal 11 Januari 2017 satu telur baru saja menetas. Gue baru aja menyelesaikan acara bantu-bantu temen yang kebetulan tiba-tiba nelpon dan minta tolong buatin website.
Agak mendadak, entah padahal badan gue akhir-akhir ini masih berada lemes, rada mual dan puyeng mulu tapi sabodo teuing dah ahh lagian dalam beberapa hari kedepan gue juga punya janji ama temen gue yang super pinter dan kecerdasannya mungkin bisa menyamain kemampuan processor gue (wiiih). temen gue ini berangkat dalam topik gimana cara buat website dan berapa kira-kira harganya, setelah gue tanya-tanya sekilas tentang kegunaan dan kebutuhannya ternyata website tersebut akan dijadikan sebagai portal dari suatu lembaga / yayasan, ooh berarti lu cuma modal domain aja kali, hosting pake yang google blogger aje, tapi karna emang kebetulan temen gue belum tapi paham sama hal seperti ini akhirnya gue langsung kasih rincian aja neee kalo domain bayarnya kira-kira segini, tapi kalo domain + hosting gunanya bisa begini tapi harganya juga segini, kebetulan kan yang pengen dibuat fungsi dan tujuannya cuma buat ini yaa gue rekomendasiin aja pake yang domain aja (pokoknya kayak gitulah bahasanya wkwkw, samar) setelah rada mudeng, akhirnya gue langsung cari jasa domain.
Yaaa, sebenernya gue waktu itu pernah juga membantu beliin domain buat web log temen gue yang pernah gue posting terkait jafartamam.com itu, tapi karna waktu itu ingatan gue cukup mumpuni dan catetan deannsetiia ini juga sebatas catetan dan informasi aja, eeeh sampe sekarang gue lupa temen gue itu gue sewain domain di provider yang mana, padahal lumayan murah dan cepet juga (bukan mau menghindar atau apa, tapi kan lebih baik nyoba nyoba provider biar bisa ngasih saran yang tepat terkait pengalaman gue), yaa karna keterbatasan waktu gue didepan kompi karna gue ga bisa lama-lama sebab penyakit yang menyertai, akhirnya gue sewa melalui provider dari website gue aja, lokasinya di Rumah Hosting, akhirnya transaksi pembelian domain pun dimulai senilai Rp. 135.000,- / Tahun
Seperti biasa, pelayanannya memang ramah dan cepat apalagi ga tau kenapa sampe malem pun layanan customer servicenya masih online ga kayak sebelumnya waktu gue pesen aja ada jam tertentu aja, wiiih kereeen. tapi ternyata ada kebijakan baru, domain yang gue beli pure domain doang, didalemnya cuma ada layanan NameServer, sedangkan DNS Management tidak ada dan kita harus menyewa juga per tahunnya, weleh, akhirnya ditambahlah Rp.10.000 sebagai uang sewa ke provider tsb sehingga sebenarnya harga domain disana per tahunnya adalah Rp.145.000,-. oke lanjut lagian bukan duit gue wkwkwk
dalam waktu 26 jam akhirnya website tersbut aktif, gue pasangin tema, gue masukin sub-subnya setelah itu baru deh gue kabarin temen gue websitenya dah jadi dan udah bisa diakses, kelar dah urusan gue. untuk di screenshoot itu kebetulan masih postingan contoh yang gue buat, kalo mau diliat silahkan kunjungi websitenya di www.hikmatul-amien.com, selanjutnya biar diterusin ama temen gue aja mau diapain karena disini gue hanya membantu membuka jalan 
Belajar Gambas3
Terhempit kerasnya malam, terhuyung puyeng menjadikan tubuh ini goyang-goyang ga karuan, lagi dan lagi rasa enek rada mual mulai menghampiri tubuh yang suci ini, membawa kesan diri pada nostalgia pilu yang sangat dibenci manusia ini, tapi suatu harapan muncul, rasa ingin tahu dan ingin segera menakluki muncul tiba-tiba dari hati kecil penuh ekspresi, si ganteng ini ternyata masih berusaha melawan kehendak alam hanya untuk kepentingan yang dibuat manusia semata.
Lagi, dan lagi. setiap malam gue selalu begadang meski dalam hati sudah tegas ingin tidur dan beraktifitas secara teratur, capek, bosen, bahkan orang tua gue aja bilang kalo gue ini adalah kalong, semacam hewan yang tidur di siang hari dan beraktifitas di tengah malam, buset dah, sesuatu yang rasanya sudah menjadi kebiasaan buruk ingin segera dihilangkan namun nyatanya apa? entah kenapa kepala ini lebih leluasa berpikir pas malem-malem begini, plong tanpa hambatan dan gangguan sedikitpun yang membuat diri ini lesu dan risih, manusia pemikir yang tak nampak dan jarang dihargai ditengah keberadaannya kini menemukan sesuatu yang baru lagi, rada telat tapi setidaknya itu lebih baik dari pada tidak sama sekali atau tidak melakukan apapun.
Kali ini, gue pada masa orientasi pengembangan software sistem informasi yang gue garap dalam satu modul besar ini, ingin rasanya merubah pola pengembangan yang gue buat dari otodidak yang asal-asalan jadi sistem analis yang berotodidak, menjadi tugas gue sebagai sarjana komputer khususnya bidang sistem informasi untuk memikirkan input dan output, manfaat, fungsi dan modal sehingga dapat secara bersih membangun suatu produk yang dapat disebar luaskan tanpa menimbulkan bahaya kepada gue untuk kedepannya, secara saat ini gue juga sudah mengakui dan rada berinsaf tentang penyalahgunaan lisensi yang sudah mulai gue gunakan untuk berkarya dan disebarluaskan. Masalahnya adalah, gue bukan lagi dalam tahap belajar untuk kebutuhan gue sendiri, namun sudah menjadi salahsatu peluang bisnis dari kemampuan yang gue miliki, titik temunya dan bahasa kasarnya adalah “Masa gue harus pake software bajakan lagi untuk menciptakan software dengan nama gue sendiri dan gue jual ke publik dengan mengambil keuntungan?”, wah meski bertahap seharusnya gue sudah mulai ngerti dong gimana rasanya bikin capek-capek dan ga dihargain, kalo gue asal buat dan minta dihargai berarti gue adalah orang ceroboh yang maunya sendiri, okelah dengan begini gue putuskan untuk sedikit beralih kejalur resmi tanpa merugikan apapun dari kepentingan ini. Iya sih, gue tahu dengan software resmi yang harganya mulai dari 190ribuan aja gue masih belum sanggup, tapi biar gue terus berjalan dan mencoba menghargai adakalanya gue mencoba ke Open Source, toh saat ini banyak juga pengembang yang masuk ke ranah open source, buat 3D model, animasi bahkan game aja ada yang Open Source, ga usah disebut apa produknya pasti banyak (developer) yang tau, nah untuk basis yang gue gunakan juga cuma satu kendala doang, untuk projek gue saat ini secara mendominasi gue juga memakai Open Source, secara web based programming dengan bahasa HTML, PHP, CSS, trus Apache Web Server bahkan sampai database MariaDB dalam kompilasi Xampp aja Open Source, tapi untuk aplikasi berbasis client yang sengaja gue pisah ini nih masih pake Visual Basic, iya tau VB6 ini isunya emang udah gratis tapi entahlah…. Environment di kantor juga udah mulai gue alihin ke Linux OS semua, jadi mulai sekarang gue harus belajar menggunakan sumber daya ini dengan baik dong, jadi inilah saatnya buat gue mengembangkan Aplikasi berbasis Linux.
Dalam forum developer gue sering banget ngebaca yang namanya Gambas, nah saat ini nih gue baru belajar dan mencoba mengembangkan clone applikasi dari Project VB yang gue buat, mentranslate ulang bahasa untuk gue buatkan program yang hampir menyerupai program yang gue buat sebelumnya untuk bisa dijalankan di Linux. kenapa enggak mengandalkan Wine, denger-denger VB6 udah bisa dipake disana. Hmm, atuh kapan gue belajarnya?